Dikebut Atraksi Wisata di Likupang Sulut

03 December 2019

Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mendorong percepatan pembangunan utilitas dasar dan atraksi wisata di kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang Minahasa Utara, Sulawesi Utara, yang ditargetkan selesai pada 2020.

Untuk pembangunan infrastruktur di Likupang perlu peran pemerintah  dan tentu saja peran serta masyarakat. Karena konsep dasar pembangunan destinasi wisata di Likupang harus berbasis masyarakat atau community based.

Terkait rencana anggaran KEK Likupang yang telah ditetapkan sebagai Destinasi Super Prioritas oleh Presiden Jokowi membutuhkan komitmen anggaran lintas kementerian/lembaga dari pemerintah pusat di APBN tahun 2020, yakni sebesar Rp773,71 miliar.

Bertempat di Amphitheater Woloan, Tomohon, Sulawesi Utara, Jumat (29/11/2019) jajaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengadakan diskusi panel beserta dengan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan, Daniel A. Mewengkang yang dihadiri oleh sejumlah media nasional.

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian acara Sosialisasi Promosi pada Media Nasional yang mempromosikan lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas yang diadakan selama empat hari, dari 27-30 November 2019. Destinasi super prioritas yang terbaru yaitu yang kelima adalah Likupang dan Sulawesi Utara.

Di tahun 2016 lalu, ada 10 tempat wisata di Indonesia yang menjadi prioritas pemerintah dalam rangka memajukan pariwisata Indonesia. 

Pemerintah sengaja menyebut 10 tempat wisata sebagai “Bali baru” karena destinasi wisata tersebut mampu mendatangkan jutaan turis asing dalam setahun dan menyaingi popularitas Bali. 

Sebelum Likupang dan Sulewesi Utara, empat Destinasi Super Prioritas antara lain adalah Danau Toba, Borobudur, Mandalika, serta Labuan Bajo.

“Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bertugas mempromosikan lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas. Untuk Likupang, kami optimis dalam mempromosikannya karena tidak hanya menjual Likupang tapi juga Sulawesi secara keseluruhan,” ujar Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Masruroh 

Salah satu destinasi wisata yang sedang dikembangkan adalah Pantai Paal, Likupang Timur. Pada 2020, dengan anggaran dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Pantai Paal akan dikembangkan menjadi pusat rekreasi. 

Terkait perkembangan terbaru mengenai destinasi Super Prioritas Likupang, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Minahasa Utara Audy F. Sambul menjelaskan saat ini sedang terus dilakukan beberapa rencana pembangunan terkait atraksi dan amenitas. Untuk atraksi, Audy menjelaskan zona KEK Pulisan seluas 197 hektare ini dikelilingi berbagai destinasi wisata. 

“Saat ini di Likupang Barat sedang dilakukan proses konstruksi untuk pembangunan hotel dengan konsep ecofriendly di bawah Marriott Group. Nilai investasinya mencapai Rp3 triliun. 

Pada 2023, Sulawesi Utara berharap dapat menjadi tuan rumah untuk event G20. Untuk itu, hotel ini kami persiapkan sebagai salah satu amenitas menyambut para tamu. Harapan kami, kawasan ini bisa seperti Nusa Dua, Bali,” ujar Audy. 

Dalam acara tersebut  hadir pula Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan, Daniel A. Mewengkang, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Minahasa Utara Audy F. Sambul, Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kemenparekraf Masruroh, Kepala Bidang Pemasaran Area IV Asisten Deputi Pemasaran II Regional II Yulia.

Selain itu hadir juga Kepala Bidang Komunikasi Media Digital Asisten Deputi Strategi Dan Komunikasi Pemasaran II Firnandi Gufron, Kepala Bidang Pemasaran Area IV Asisten Deputi Pemasaran II Regional I S. Utari Widyastuti, Kepala Bidang Pemasaran Area II Asisten Deputi Pemasaran II Regional IV Deni Priadi. XPOSEINDONESIA/Foto : Dudut Suhendra Putra.

More Pictures

 

Last modified on Tuesday, 03 December 2019 14:53
Login to post comments