Turis dari China Dominasi Kunjungan Wisatawan di Sulawesi Utara

02 December 2019

Saat ini, Sulawesi Utara telah menjadi destinasi wisata yang tengah fokus dikembangkan oleh Kementerian Pariwisata RI. Masuk dalam satu dari lima destinasi wisata super prioritas, Likupang menyimpan banyak pesona alam yang memanjakan wisatawan, baik dalam dan luar negeri.

Maka tidak mengherankan, jika setiap tahunnya semakin banyak wisatawan yang berkunjung ke Likupang, tak terkecuali wisatawan China. Bahkan saat ini, wisatawan China saat ini masih menduduki peringkat pertama yang paling banyak datang ke destinasi ini.

"Semua wisatawan paling banyak datang dari China, dan setiap tahunnya terjadi peningkatan," ungkap Steven Octavianus Estefanus Kandouw, Wakil Gubernur Sulawesi Utara, ketika berbincang dengan awak media Nasional di Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Jumat (29/11/2019).

“90 persen dari China yang datang. Di mulai dari 4 juli 2016 sebesar 40 ribu, di 2017 menjadi 90 ribu, sementara di 2018 menjadi 126 ribu, dan di November 2019 sudah 129 ribu,” ucap Wagub Sulawesi Utara Steven O.E Kandouw.

"(Wisatawan) China paling suka berenang di air asin. 400-700 orang datang setiap tahunnya untuk menikmati air asin," ungkap Steven. Dirinya juga menambahkan bahwa wisatawan China bahkan bisa menghabiskan uang minimum 15 juta hanya untuk snorkeling atau diving.

Sementara itu, untuk mengakomodir banyaknya wisatawan China yang berkunjung ke Likupang, Pemprov Sulawesi Utara bekerja sama dengan Tour Operator sekitar. Dalam kerja sama itu, mereka membebaskan tour operator merancang trip, tetapi tetap harus dengan pengawasan pemprov.

"Semua Tour Operator berada di bawah Pemprov. Jadi, dua hari bebas (menentukan destinasi) dan dua hari kita yang atur. Kita awasi 100 persen, jika melanggar maka dibubarkan," terang Steven.

Selain China, saat ini beberapa wisatawan yang mulai banyak berkunjung ke Likupang juga berasal dari Jerman, Prancis, Inggris, dan Singapura. 

Banyaknya wisatawan luar negeri yang mulai datang ke Likupang membuat pertumbuhan pariwisata mereka meningkat lebih baik dan menghasilkan pendapatan hingga Rp.4 triliun.

Menyikapi banyaknya wisatawan China ke Sulawesi Utara, maka pihaknya juga menggenjot Sumber Daya Manusia (SDM), untuk mampu berbahasa Mandarin. “150 mahasiswa belajar langsung ke China dan sudah masuk tahun ketiga. Bahkan, polisi juga kita lakukan untuk bisa berbahasa mandarin,” tuturnya. XPOSEINDONESIA/Foto : Dudut Suhendra Putra.

More Pictures

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Last modified on Monday, 02 December 2019 16:10
Login to post comments