Tahun 2021 Tren Wisata Domestik & Alam Bakal Melejit 

27 November 2020

Direktur Kajian Strategis Kemenparekraf, Wawan Rusiawan, dalam webinar bertajuk 'Outlook Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2021', Selasa (24/11/2020) memprediksi tren wisata domestik dan wisata alam akan populer pada 2021. 

Menurut Wawan pada 2021, masyarakat masih cenderung memilih destinasi wisata domestik dibandingkan wisata luar negeri. Tak hanya itu, masyarakat cenderung memilih wisata alam untuk tujuan destinasi wisatanya.

"COVID-19 dapat dikatakan masih berlangsung pada 2021,  sementara itu masyarakat masih memilih tujuan wisata domestic dan wisata alam," ujar Wawan Rusiawan. 

Menurut Wawan, “Kemenparekraf memberikan fokus lebih dominan  untuk membenahi destinasi wisata alam, yang akan menjadi primadona pascapandemi COVID-19. Kita ke depan harus mencari cara-cara baru bagaimana pariwisata di Indonesia bisa lebih menarik dan berkembang,” jelas Wawan. 

Di masa pandemic, prioritas wisatawan pun bergeser pada prioritas protokol kesehatan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Environmental Sustainability) menjadi faktor penting dalam proses pengambilan keputusan memilih destinasi yang bakal dikunjungi wisatawan. 

"Protokol kesehatan berbasis CHSE ini menjadi sebuah hal yang penting bagi pemerintah maupun masyarakat. Dan wisatawan akan  selektif bagaimana memilih destinasi yang aman untuk mereka kunjungi," ujar Wawan. 

Sementara itu, pembicara lain, Head of Strategic Partnership Traveloka Accommodation, Louis Alfonso, mengatakan pada masa pandemi COVID-19, wisatawan cenderung lebih mementingkan destinasi wisata dengan standar protokol kesehatan dibandingkan promo yang disediakan oleh para pelaku usaha parekraf. 

"Masyarakat sangat mementingkan kebersihan dan kesehatan untuk berwisata di masa pandemi COVID-19, diskon nomor dua," ujar Louis. 

Lebih lanjut Louis mengatakan kenyataan ini terlihat dalam riwayat pencarian di Traveloka, sudah terlihat adanya peningkatan animo masyarakat untuk berlibur pada akhir tahun hingga awal 2021. 

“Pada Februari 2021 juga diproyeksikan terlihat ada peningkatan, dengan data seperti ini terlihat ada sinyal positif yang kita harapkan nanti bisa ada berita baik juga seiring vaksin yang sudah diproduksi secara massal, sehingga bisa membantu lebih lanjut mendorong kinerja pariwisata di Indonesia," ujar Louis.  

Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf, Agustini Rahayu, mengatakan Kemenparekraf telah bekerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait untuk melakukan sertifikasi dan verifikasi para pelaku parekraf untuk mengimplementasikan protokol kesehatan berbasis CHSE. 

"Protokol kesehatan ini perlu diterapkan bersinergi dengan aktivitas di semua sektor kehidupan terutama di pariwisata dan ekonomi kreatif, jadi semua harus paralel berjalan, kuncinya harus ada komitmen bersama untuk menjaga protokol kesehatan secara disiplin," ujar Agustini.  XPOSEINDONESIA Foto : Biro Komunikasi Kemenparekraf

 

More Pictures

 

 

 

 

 

Last modified on Friday, 27 November 2020 10:43
Login to post comments

Music

July 13, 2013 0

Andi Auriec Menunggu Berkah ‘Sampai Mati’

Jika sekali waktu Anda berkunjung ke  Ancol Beach City...
July 27, 2013 0

Metalica Live in Jakarta

Metallica, akan manggung di Jakarta pada Minggu, 25...
July 27, 2013 0

“Best Song Ever” dari One Direction

Superstar global, One Direction merilis single terbaru...
July 29, 2013 0

Alicia Keys Manggung di Jakarta

Alicia Keys terkenal di dunia musik sebagai pelantun...