Story Of Kale Tembus 100.000 ++ Penonton

27 October 2020

Masa depan film Indonesia, ada di tangan  layanan TVOD (Transaction Video On Demand)? Bisa jadi begitu. Lihatlah, di hari ketiga penayangan film “Story Of Kale : When Someone’s In Love “  jumlah penonton  mampu menembus angka lebih dari 100.000. 

"Story Of Kale" dapat ditonton hanya lewat situs bioskoponline.com, dengan membeli tiket seharga Rp10 ribu, dan bisa dibayar dengan berbagai aplikasi dompet digital. 

Bioskop Online sendiri  adalah sebuah layanan TVOD (Transaction Video On Demand) yang menawarkan kurasi film dari berbagai produser film lokal dengan harga terjangkau

Angga Dwimas Sasongko, sutradara film ini  dalam  pres rilis yang dikirimnya  ke redaksi mengaku, senang bisa dapat apresiasi seperti ini, mengingat  model pay per view belum punya preseden yang kuat. 

"Bukan cuma filmnya, tapi juga cara distribusinya, semoga akan mengubah permainan dalam industry film dan relasi film dengan penonton. Di mana penonton bisa mendapat konten premium dan eksklusif dengan harga terjangkau serta akses yang mudah,” ujar Angga  Dwimas Sasingko .

“Story of Kale: When Someone’s in Love,” adalah  lanjutan dari sukses film  "Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini” (NKCTHI)  yang diproduksi  Visinema Pictures

Film NKCTHI  sendiri diadaptasi dari buku laris karya Marchella FP yang tayang Januari 2020, dan  berhasil meraup lebih dari 2 juta penonton bioskop.

Film NKCTHI kemudian juga meraih respon positif dari kalangan kritikus film. Sekaligus meraih sejumlah penghargaan. Di ajang Indonesia Movie Awards 2020, misalnya, Ardhito Pramono  (berperan sebagai Kale) meraih penghargaan sebagai Pemeran Pendatang Baru Terfavorit Selain itu Oka Antara  meraih penghargaan di kategori Pemeran Pendukung Pria Terbaik.

Melihat sukses Film NKCTHI  inilah, “Story of Kale,”  diproduksi.  Angga Dwimas Sasongko sebagai sutradara menyebut, film ini berpotensi menjadi film produksi pandemi pertama yang akan dirilis.

Protokol kesehatan pun dijalankan dengan sangat ketat. Bahkan disebut-sebut lebih ketat dari anjuran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Angga menyebut, “kurang lebih dalam satu produksi film setiap orang yang terlibat akan melakukan swab test sebanyak lima sampai enam kali,” ucapnya.

Di tengah proses syuting, kru dan pemeran mengikuti  masa karantina. Bila syuting berlangsung selama 30 hari, maka kru dan pemeran akan mengikuti karantina selama 30 hari tanpa pulang ke rumah masing-masing.

“Ada pekerjaan atau tidak, mereka harus tetap di hotel. Kalau ada pekerjaan, baru mereka ke lokasi syuting. Jadi hanya boleh hotel-lokasi syuting-hotel,” kata Angga. 

“Story of Kale: When Someone’s in Love’ menceritakan  tentang pemuda bernama Kale (Ardhito Pramono) yang menjalin hubungan dengan Dinda (Aurelie Moeremans). Kale berjanji akan membuat hidup Dinda bahagia ketika bersamanya.Namun ternyata, hubungan mereka tidak berjalan baik, hingga Dinda meminta putus secara tiba-tiba yang membuat Kale terkejut.

Film hasil kolaborasi Bioskop Online dan Visinema Content ini menampilkan  bintang tenar Arya Saloka, Roy Sungkono, Tanta Ginting, Gilbert Pohan dan Hanum Azizah selaku band Arah. XPOSEINDONESIA/NS Foto Dok: bioskoponline.com

More Pictures

 

Last modified on Tuesday, 27 October 2020 13:56
Login to post comments

Music

July 13, 2013 0

Andi Auriec Menunggu Berkah ‘Sampai Mati’

Jika sekali waktu Anda berkunjung ke  Ancol Beach City...
July 27, 2013 0

Metalica Live in Jakarta

Metallica, akan manggung di Jakarta pada Minggu, 25...
July 27, 2013 0

“Best Song Ever” dari One Direction

Superstar global, One Direction merilis single terbaru...
July 29, 2013 0

Alicia Keys Manggung di Jakarta

Alicia Keys terkenal di dunia musik sebagai pelantun...