I Wayan Balawan : Gitaris Bali yang Memukau Dunia

22 September 2020

Nama I Wayan Balawan sudah tidak asing lagi bagi para penikmat musik, terutama penikmat musik jazz.  Pria kelahiran 9 September 1973 merupakan seorang gitaris  asal Bali yang sudah terkenal  bahkan ke berbagai negara, baik lewat grupnya  Batuan Ethnic Fusion yang mengusung eksplorasi musik tradisional Bali, maupun lewat kolaburasinya bersama Dewa Bujana dan Tohpati  dalam kelompok Trisum

Berbagai album rekaman  sudah dihasilkannya, di antaranya album “Globalism”  (1999), “Balawan Solo” (2001), “Magic Fingers” (2005) “See You Soon” (2009), dan bersama Trio Trisum menghasilkan album  “Trisum 1st edition (2007) dan “Trisum Five in One” (2011) 

Sebagai gitaris, Balawan memiliki keunikan dalam memainkan teknik gitar, ia telah memperoleh berbagai prestasi tingkat dunia serta masuk  dalam daftar 100 gitaris terbaik dunia versi majalah Rolling Stone. 

Balawan sangat terkenal dengan kemampuan teknik touch tapping style, yaitu teknik memencet senar gitar menggunakan 8 jari yang aktif bergerak pada fretboard, hal ini mirip seperti memainkan piano.

Dalam memainkan gitar, Balawan memadukan teknik touch tapping style dengan musik etnik Bali yang khas, seperti mengkolaborasikan permainan gitar dengan gamelan Bali, dan sebagainya. 

Bahkan ia sering memainkan gitar yang memiliki double neck. Tentu ini menjadi suatu keunikan tersendiri pada gitaris Balawan. 

Balawan mengaku, menjadi musisi dewasa ini merupakan hal yang berat. Hal tersebut karena audiens akan memberikan perbandingan dengan orang di seluruh dunia. Maka dari itu, ia harus mengeksplore terlebih dahulu apa yang tidak ada di Indonesia.

“Misal saya main seperti ini, ternyata di Bandung juga ada orang yang main seperti itu. Kita harus eksplore dulu apa yang ngga ada di Indonesia,” ungkapnya dalam Cakap Cakap dengan Bens Leo via Instagram Live.

Lebih lanjut Balawan juga menyebut perlu melihat   Marketing orang lain seperti apa. “Kadang, ada orang yang mainnya pas-pasan, namun kemasan videonya dan editingnya bagus. Padahal, kenyataannya kita ngga tau, apa dia benar bisa main secara live, bisa mengeksekusi main  seperti (video) itu. Netizen harus pintar juga, tidak semua berita dimakan mentah,” Balawan menambahkan.

Balawan juga mengatakan bahwa seorang musisi tidak dapat dinilai hanya dari covernya saja. “Kalau menurut saya, kita melihat orang nonton dua menit di YouTube,  belum tentu dia bagus banget. Atau kita melihat orang lagi live ternyata jelek mainnya,  tapi belum tentu bener mainnya. Kalau  jelek, siapa tau moodnya lagi ga bagus. Jadi ngga bisa judge by cover,” ujar I Wayan Balawan.

Dalam pengamatannya, di Indonesia banyak orang memiliki talenta luar biasa.  “Hanya saja di satu sisi, mereka masih kurang percaya diri. Tapi tidak perlu terlalu dikhawatirkan.  Saya percaya itu semua proses yang harus dijalani setiap orang, hingga menemukan formasi unik untuk menemukan karakter dirinya.” Kata Balawan. XPOSEINDONESIA/ Nanda Gia  Foto: DOKUMENTASI 

More Pictures

 

Last modified on Tuesday, 22 September 2020 14:14
Login to post comments

Music

July 13, 2013 0

Andi Auriec Menunggu Berkah ‘Sampai Mati’

Jika sekali waktu Anda berkunjung ke  Ancol Beach City...
July 27, 2013 0

Metalica Live in Jakarta

Metallica, akan manggung di Jakarta pada Minggu, 25...
July 27, 2013 0

“Best Song Ever” dari One Direction

Superstar global, One Direction merilis single terbaru...
July 29, 2013 0

Alicia Keys Manggung di Jakarta

Alicia Keys terkenal di dunia musik sebagai pelantun...