Indonesia Tampil Cemerlang dalam World Ethnic Music Festival 2013

30 November 2013
Penampilan dari Tanimbar, Maluku  lewat lagu karya Dharma Oratmangun “Oryelalela”, Penampilan dari Tanimbar, Maluku lewat lagu karya Dharma Oratmangun “Oryelalela”, Yuri Rahadian

 

 “Rasanya  makin bangga menjadi orang Indonesia,” begitu kata Teguh Imam Suryadi, Ketua PWI seksi Film dan Budaya, seusai menyaksikan seluruh rangkaian acara World Ethnic  Music Festival (WEMF) 2013 yang digelar di Art Centre, Denpasar 24-27 November 2013, maupun acara penutupan di teater terbuka Setia Dharma Mask and Puppet Museum di Ubud, 28 November 2013.

Pernyataan itu ada benarnya.  Dalam WEMF 2013  delagasi Indonesia dengan tegas telah memperlihatkan kepada dunia terutama 10  delegasi yang ikut serta antara lain Korea, Tunisia, Burkina Faso, India, Russia, Jepang, China, Australia, USA, dan Iran,  bahwa Indonesia sebagai tuan rumah  telah menampilkan paduan kesenian etnik  yang luar biasa dan cemerlang.

Dan patut dicatat  acara yang jauh dari nilai komersil ini ini tetap punya penonton. Karena sepanjang acara digelar, ratusan orang mau mendatangi tempat pertunjukan. Di antara penampilan budaya lokal yang beragam itu, kecemerlangan muncul bukan cuma dalam gerak, lagu, kostum, melainkan juga dalam menu makanan  yang disajikan sepanjang acara berlangsung.

Tengok misalnya penampilan kesenian dari Tanimbar dengan lagu karya Dharma Oratmangun Oryelalela”, sangat kontras dengan pertunjukan tari Saman (Aceh Gayo) maupun penampilan Ayu Laksmi dan Swara Semesta yang sensual berkolaburasi dengan gitaris I Wayan Balawan (Bali), bahkan pertunjukan sekaligus belajar Angkung oleh Sawung Udjo (Jawa Barat) pun bisa sangat memukau seluruh delegasi. "Saya bangga juga bahagia bergabung di sini. Penampilan delegasi Anda luar biasa," puji Rashmi, delegasi India.

Agaknya, harapan Kacung Marijan, Direktur Jendral Kebudayaan pada saat malam pembukaan WEMF di Gedung Ksirarnawa, Art Centre, Denpasar, (25/11)  terwujud sempurna. Ia menginginkan acara semacam ini dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap perkembangan  musik etnik di dunia.

“Dan juga terjadi hubungan internasional yang lebih harmonis melalui media musik etnik. Diharapkan  pula ajang ini dapat menguatkan jati diri bangsa serta membangun karakter bangsa,”  begitu katanya.

Bahwa selama penyelenggaraan pernah muncul hambatan, misalnya hujan turun di arena  terbuka Art Centre, Denpasar, yang mengganggu jalannya pertunjukan,  maupun terjadinya beberapa kali listrik padam saat menjelang penutupan acara di teater terbuka Setia Dharma Mask and Puppet Museum di Ubud, bukan lagi sebuah persoalan besar. Semua terobati, karena para seniman mampu membuat pertunjukan ini menjadi tak terlupakan sekaligus membuat “iri” delegasi tamu.

Berikut rekaman foto sepanjang acara penutupan WEMF 2013 (XPOSEINDONESIA/Nini Sunny. Foto: Yuri Rahadian)

More Pictures

Last modified on Saturday, 30 November 2013 10:29
Login to post comments

Music

July 13, 2013 0

Andi Auriec Menunggu Berkah ‘Sampai Mati’

Jika sekali waktu Anda berkunjung ke  Ancol Beach City...
July 27, 2013 0

Metalica Live in Jakarta

Metallica, akan manggung di Jakarta pada Minggu, 25...
July 27, 2013 0

“Best Song Ever” dari One Direction

Superstar global, One Direction merilis single terbaru...
July 29, 2013 0

Alicia Keys Manggung di Jakarta

Alicia Keys terkenal di dunia musik sebagai pelantun...