Print this page

The Japanese House : Musik Murung, Bersifat Meditatif

04 September 2019
The Japanese House : Musik Murung, Bersifat Meditatif

Salah satu musisi  new comer dari mancanegara yang ditunggu-tunggu di hari pertama Hodgepodge Superfest 2019 adalah The Japanese House. 

Jangan salah duga,  nama ini bukan  berasal dari Jepang, juga bukan berformasi grup band. Dalam format rekaman, ia sejatinya solo artist, bernama Amber Bain  (24 tahun) dan berasal dari  Buckinghamshire, Inggris.

Penggunaan nama The Jepanese House terinspirasi dari  property di Cornwal, Inggris yang memiliki rumah teh yang sebelumnya pernah dimiliki Kate Winslet. Di masa kecilnya,  Amber menghuni rumah macam ini, dan kerap berperan sebagai annak laki-laki.

Amber Bain membawakan indie pop, dream pop, folktronica dan elektropop. Musik  terdengar murung terkesan bersifat meditatif, dengan lirik bernuansa refleksi diri, membuat ia cepat dikenal sebagai penyayi muda yang tidak pasaran.

Ia merilis singel “Cool Blue” (2015)   kemudian “Face Like Thunder (2016) yang dengan cepat memperlihatkan ia sebagai  penulis lagu sekaligus penyanyi berkelas. Dua lagu ini menjadi lagu pembuka, ketika ia tampil  Hodgepodge Superfest 2019. 

“Selamat malam, good evening!” begitu sapa Amber Bain kepada para penonton,” sebelum menyanyikan lagunya.

Ketika hendak menyanyikan lagu “Lilo”, Amber meminta penonton bernyanyi bersama. Lagu yang ditunggu-tunggu yaitu “Saw You in a Dream” . Lagu yang termuat dalam album Good at Falling yag dirilis tahun 2019  itu dibawakannya dengan sempurna.  Lagu  ini bergenre alterativ denga lirik mendayu.

Penampilan The Japanese House ditutup dengan lagu “Maybe You’re the Reason” dan “Worms”. XPOSEINDOESIA Teks dan Foto : Muhamad Ihsan

 

More Pictures

 

 

 

 

 

 

Last modified on Wednesday, 04 September 2019 14:55
XPOSE INDONESIA
Login to post comments