XPOSE INDONESIA

XPOSE INDONESIA

Thursday, 06 August 2020

Dalam rangka menyambut  HUT Republik Indonesia ke 75, seorang warga  bernama Empung Purwanto punya ide unik dan langka. Warga Kemandoran Pluis, Grogol Utara Jakarta Selatan  ini, memanfaatkan CD bekas untuk dijadikan dekorasi di  gapura dan sepanjang jalan dekat rumahnya.

Thursday, 06 August 2020

Perkumpulan Artis Film Indonesia (Pafindo), merayakan ulang tahun ke 4 dengan  menggelar acara sederhana  di Telaga Sampiueren,  Bintaro Tanggerang,  Senin, 03/08/2020. Hadir dalam acara tersebut Ketua Umum Pafindo Bagiono Prabowo (lebih populer disapa Gion Prabowo), Erna Santoso (Ketua dan Penasehat), Elma Tiana (Wakil Ketua), Rency Milano (Sekretaris) berikut seluruh pengurus Pafindo.

Thursday, 06 August 2020

Vira, Nanda dan Elok yang tergabung dalam formasi Trio Macan yang baru, mengaku takut dengan sapi dan kambing. Meski begitu  ketiganya tetap menghadiri acara  pemotongan hewan kurban pada acara “Tebar Cinta Jurnalis FORWAN Berkurban”. Mereka  sekaligus juga  memberikan satu ekor sapi untuk berkurban.

Thursday, 06 August 2020

G-Land  mungkin masih terdengar asing bagi sebagian besar wisatawan nusantara, tapi tidak demikian  bagi wisatawan mancanegara. G-Land atau yang biasa disebut Pantai Plengkung adalah salah satu destinasi favorit turis asing saat berkunjung ke Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim).

Pantai yang terletak di Kawasan Taman Nasional Alas Purwo itu dianggap sebagai salah satu surga yang tersembunyi bagi para peselancar dunia. Maka selancar pun menjadi daya tarik utama bagi pantai itu,

Selain itu, G-Land pun menyuguhkan keindahan alam yang kaya dengan hamparan laut biru yang luas dan ombak yang memanjang, tinggi, dan besar. Hal itulah yang membuat para peselancar manapun tertangang ingin menaklukannya. 

Panjang ombak pantainya bisa mencapai 2 kilometer dengan ketinggian ombak hingga 8 meter. Gelombang pasang di G-Land seringkali dapat membentuk tabung air yang hampir sempurna. Tak heran, jika ombak di G-Land disebut sebagai ombak terbaik kedua setelah Hawaii, Amerika Serikat.

Menariknya, G-Land menyajikan berbagai pilihan tipe ombak bagi peselancar manapun yang datang. Mulai dari peselancar pemula hingga peselancar yang sudah memiliki keahlian tingkat tinggi. 

Ombak G-Land memiliki tiga tingkatan antara lain Many Track Waves, Speedis Waves, dan Kong Waves.

Many Track Waves sering digunakan oleh peselancar pemula dengan ketinggian ombak 3 – 4 meter. Lalu, Speedis Waves ketinggian ombak mencapai 5 – 6 meter untuk peselancar tingkat sedang. Sementara Kong Waves, biasanya digunakan untuk peselancar tingkat professional, memiliki ketinggian ombak mencapai 6 – 8 meter.

Harmonisasi Warna

Selain menjadi tempat favorit bagi para peselancar, Pantai G-Land Banyuwangi memiliki harmonisasi warna yang indah dan mempesona.

Terdapat pasir pantai putih yang halus, hamparan laut biru yang luas, bebatuan karang dengan konfigurasi unik, serta pepohonan hijau. Perpaduan itu menjadikan G-Land pemandangan alam yang eksotis.

Pengunjung yang tidak bisa berselancar juga bisa melakukan berbagai aktivitas di laut seperti diving dan snorkeling.

Kegiatan menarik lainnya yang bisa dilakukan oleh pengunjung ialah tracking menggunakan sepeda ataupun berjalan kaki menyusuri pantai sambil menikmati pemandangan alam yang indah. Bahkan pengunjung juga bisa mengelilingi Taman Nasional Alas Purwo yang dikelilingi pepohonan yang menjulang tinggi.

G-Land juga memiliki banyak tempat foto yang bisa dijadikan sebagai objek foto menarik. Selain itu pengunjung bisa melihat satwa liar yang ada di Kawasan Taman Nasional Alas Purwo. Mulai dari kera hingga rusa. Hewan-hewan ini berkeliaran secara bebas.

Bagi pengunjung yang ingin menginap di G-Land, terdapat beberapa pilihan penginapan yang bisa disewa sesuai dengan fasilitas yang ditawarkan, diantaranya Bobby Surf Camp, Joyo’s Surf Camp, dan G-Land Jack’s Surf Camp.

Untuk menuju Pantai G-Land pengunjung bisa menggunakan kendaraan roda empat atau roda dua. Jarak tempuh kurang lebih 50 kilometer dari pusat Kota Banyuwangi. Durasi perjalanan menuju G-Land memakan waktu sekitar 2,5 jam.

Selama perjalanan pengunjung disuguhkan dengan pemandangan alam yang menawan. Langit biru yang begitu cerah, sinar mentari yang menghangatkan, hamparan sawah hijau, serta gunung yang menjulang tinggi membuat siapapun yang melihat merasakan kesegarannya alam yang murni.

Memasuki Kawasan Taman Nasional Alas Purwo, pengunjung menyusuri hutan dengan pohon-pohon tinggi yang masih sangat asri, disambut kawanan kera juga berkeliaran di jalanan dan pepohonan, selain itu ada juga rusa yang berada di sekitar pantai. Meski tidak langsung kabur, namun kera dan rusa tetap menjaga jarak dengan manusia.

Salah satu warga asli Banyuwangi yang berada di Taman Nasional Alas Purwo, Wawan mengatakan ombak G-Land sangat digemari peselancar. “Peselancar mancanegara mayoritas berasal dari Australia, Amerika, Inggris, dan Eropa,” ujar Wawan.

Menurut Wawan kegiatan surfing paling ramai pada Maret hingga Oktober setiap tahunnya. “Kalau tidak ada pandemi COVID-19, kejuaraan selancar dunia atau yang biasa disebut World Surfing League Championship Tour akan diselenggarakan di G-Land pada Juni lalu. Karena event ini memang yang paling ditunggu-tunggu oleh atlet surfing dunia,” kata Wawan.

Mengingat hal tersebut, Banyuwangi merupakan salah satu kota yang sukses dalam mengembangkan dan mengemas berbagai event di bidang pariwisata. Namun, sejak pandemi COVID-19 membuat berbagai macam event seperti WSL Championship Tour harus ditunda sampai situasi COVID-19 mereda.

Untuk memulihkan destinasi wisata di Banyuwangi, Pemerintah Kota Banyuwangi telah melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai protokol kesehatan yang berlaku di era adaptasi kebiasaan baru kepada seluruh para pelaku usaha pariwisata serta masyarakat.

Bupati Banyuwangi,2 mengatakan masyarakat Banyuwangi sebagian besar telah sadar untuk menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari penggunaan teknologi serta sertifikasi protokol kesehatan di berbagai bidang usaha telah dilakukan.

“Kami telah membuat aplikasi panduan kesehatan serta sertifikasi kebersihan dan kesehatan dari dinas kesehatan meliputi hotel, homestay, café, restoran, dan warung makan,” kata Azwar.

Untuk mendukung kembalinya destinasi wisata di Banyuwangi, Kemenparekraf memfasilitasi penyediaan fasilitas kamar kecil di Kawasan Taman Nasional Alas Purwo dan Kawasan Agrowisata di Tamansuruh.

Selain itu, alat penunjang kebersihan dan keamanan seperti, penyediaan tempat cuci tangan, tempat sampah, toilet portable, masker, face shield, sarung tangan, baju APD, alat semprot, tenda, life ring buoy, tandu lipat, signage (papan himbauan), dan kacamata goggle.

“Kesehatan masyarakat dan produktivitas perekonomian harus dijalankan dengan seimbang. Mengingat perubahan pola wisatawan membuat setiap destinasi wisata harus mengedepankan protokol kesehatan,” ujar Azwar. XPOSEINDONESIA Foto : Biro Komunikasi Kemenparekraf

 

More Picture 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Thursday, 06 August 2020

Bali  masih menjadi destinasi Wisata Terbaik Dunia pilihan wisatawan. Terbukti, Bali meraih posisi empat besar destinasi wisata terbaik dunia dari 25 destinasi terbaik menurut TripAdvisor. Situs travel planning and booking itu menobatkan Pulau Dewata diposisi keempat di atas London (Inggris), Paris (Prancis), Crete (Yunani), dalam penghargaan Travellers Choice untuk kategori Destinasi Terbaik Dunia.

Thursday, 06 August 2020

Menjalankan protokol kesehatan dengan ketat sebagai bagian dari upaya pemulihan destinasi wisata di Banyuwangi, Jawa Timur sangat dianjurkan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan EkonomiKreatif Wishnutama Kusubandio.

Thursday, 06 August 2020

Wali  Band di bawah label  Nagaswara merilis single baru  bertajuk “Serpihan Hati”.  Dibanding  hits Wali sebelumnya,  yakni “Takkan Pisah” (34 juta viewers), dan  “Si Udin Bertanya” (40 juta viewers), lagu  baru ini  terdengar  sangat berbeda.  

Thursday, 06 August 2020

Trio Macan lahir dengan format baru,  lebih muda dan jauh lebih fresh. Mereka  adalah  Nanda (18), Vita (17) dan Elok (19). 

Thursday, 06 August 2020

Gerakan BISA (Bersih, Indah, Sehat dan Aman) digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif secara serentak di 13 destinasi di empat kabupaten Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai 19 Juli-20 Juli 2020. 

Thursday, 06 August 2020

Upaya mempromosikan potensi geowisata Nusa Tenggara Barat (NTB) terus dilakukan  di tengah Pandemi Covid 19, salah satunya lewat acara virtual Festival Geowisata 2020.