Hari Pertama World Music Ethnic Festival 2013 Diganggu Hujan

26 November 2013

Agenda World Music Ethnic Festival  (WMEF)  2013 yang awalnya direncanakan outdoor di Art Center, Denpasar Bali berubah karena hujan turun sejak sore hari (25/11).  Susunan acarapun terpaksa dirombak. Awalnya, kata sambutan  dan penandatanganan Prasasti Budaya dilakukan di pentas outdoor, dipindah ke lantai dua dari gedung Art  Center. 

Setelah hujan reda, sekitar pukul 21.00 WIT pertunjukan dikembalikan ke panggung terbuka. Meskipun susunan acara terpaksa dipangkas dan berbeda dari  rencana semula.  

Memang panitia tidak memakai pawang hujan? “Sudah. Sejak seminggu sebelum acara,” ungkap Dharma Oratmangun, Ketua Panitia WMEF 2013.  “Ini acara  budaya, diselenggarakan di tempat yang sangat kuat kepercayaan terhadap budaya juga Tuhan. Namun kita tak bisa mengelak kekuatan Tuhan terhadap alam.” 

WMEF adalah sebuah kegiatan yang dikelola Kantor Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, bekerja sama dengan Karya Cita Indonesia (KCI). Kegiatan ini  merupakan bagian dari World Culture Forum  yang juga diselenggarakan di Bali (24-27 November 2013). Acara ini menampilkan berbagai pergelaran kesenian bernuansa etnik yang diisi oleh peserta Forum, yakni Indonesia, Jepang, Rusia, Australia, Korea, Iran, Afrika, China dan Amerika.

Dari beberapa  penampil  kesenian tadi malam terlihat jelas karakter budaya yang berbeda  dari masing-masing negara.  Russia dan Jepang menampilkan  kesenian yang cenderung tenang dan melodius. Sementara Indonesia  lewat lagu "Oryelalela" (Maluku) , tari Saman  (Aceh)  dan penampilan Ayu Laksmi juga I Wayan Balawan (Bali) sama-sama tampil dinamis, bersemangat juga sensual. (XPOSEINDONESIA/Nini Sunny Foto Yuri Rahadian)

 

Last modified on Tuesday, 26 November 2013 08:51
Login to post comments