Slamet Rahardjo Botak Demi "Garuda Superhero"

23 September 2014

Slamet Rahardjo rela menggunduli kepala demi peran di film "Garuda Superhero". "Sang produser, Dhoni Ramadhan bilang ke saya, kalau mau main di sini, syaratnya kepala mesti botak (plontos). Saya bilang enggak apa-apa demi film Garuda,"  ujar Slamet dalam konferensi pers di ajang Popcon Asia 2014, Jakarta, 21/09.

Film “Garuda Superhero” bercerita tentang Kota Jakarta di masa depan yang dinamai "Metro City" yang menjadi sasaran kelompok jahat Durja King (Slamet Rahardjo). Namun, upaya itu dihalangi oleh Garuda (Rizal Al-Idrus). Film yang idenya muncul sejak 2004 ini  akan tayang di bioskop pada 11 Desember 2014.

Dhoni Ramadhan, dalam kesempatan  yang sama  juga mengatakan "Garuda Superhero" merupakan film pertama Indonesia yang diproduksi dengan menggunakan teknologi animasi computer generated imagery (CGI), dengan sebagian besar proses produksi hanya dilatarbelakangi oleh green screen.  Artinya, 90 persen pengambilan gambar dilakukan di studio.

Dhoni menambahkan, proses syuting dilakukan dengan rekayasa digital animasi matte painting yakni ilusi yang sengaja dicipta untuk membangun visualisasi tertentu. "Lebih sulit sebetulnya karena saya harus buat ruang imajinasi yang luar biasa, yang tidak ada di dunia nyata, saya hadirkan," kata Dhoni.

Dalam film besutan X-Jo itu,  Slamet berperan sebagai King Durja, seorang tokoh antagonis. Padahal, biasanya Slamet memerankan tokoh orang baik dengan karakter kebapakan dan bijaksana.

"Dhoni  juga bilang, di film ini,  saya berperan secara luar biasa. Bapak mau enggak bisa terbang, tembus tiga dinding, wah saya rasa ini luar biasa," ungkap Slamet. “Jadi ini bukan  semata soal antagonis atau  protagonisnya!” lanjut Slamet

Film “Garuda Superhero” berusaha menampilkan sosok pahlawan Indonesia di tengah gempuran pahlawan-pahlawan fiksi Hollywood yang dicipatakan Marvel dan DC Comics. XPOSEINDONESIA/NS Foto : Dudut Suhendra Putra

Last modified on Tuesday, 23 September 2014 15:51
Login to post comments