Aa Gatot Melawan Sindikat Perdagangan Wanita

04 September 2013
Poster Film Azrax Poster Film Azrax

“Azrax  Melawan Sindikat Perdagangan Wanita”  adalah film drama action yang mencerahkan penonton. Jika Anda memiliki anak, keponakan atau saudara yang tertarik ingin menjadi Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri, ada baiknya menonton film ini sebelum mengambil keputusan berangkat.

 “Ini juga jadi media dakwah saya secara umum. Banyak pesan moral baik di dalamnya!” ungkap AA Gatot Brajamusti, produser, sekaligus pemeran utama film ini dalam press conference film ini di Epicentrum, Jakarta Selatan.

Film ini berkutat pada  kisah kepahlawanan Azrax.  Seorang  pria paruh baya, berprofesi sebagai  pemimpin pesantren yang juga dikenal sebagai jagoan.  Azrax selalu menyediakan diri  untuk “dipergunakan” masyarakat di  kampung. Mulai jadi tempat curhat pribadi, sampai  ikut membantu mengongkoskan mereka  yang kurang mampu  dalam bidang pendidikan.  Karena itu, ia diam-diam ataupun terang-terangan dicintai banyak perempuan. 

Karena terlanjur dianggap jagoan pembela rakyat kecil,  masyarakat  lebih suka meminta bantuan Azrax  , ketimbang melapor ke hansip atau polisi,  jika mereka mengalami hal tertentu yang bersifat mengganggu keamanan.  Dan  ketika anak-anak perempuan di kampung itu terjebak penipuan perusahaan TKI, mereka mendatangi Azrax dan “memaksa” Azrax untuk menolong. “Anak kami dijanjikan kerja jadi pramuniaga di Mal.  Tapi  sampai di Hong  Kong dijadikan pelacur.  Tolong kami Aa,” ratap warga desa

Azrax pun luluh. Dalam perjalanan menumpas kejahatan ini,  ia bertemu dua pemuda lain, Budi (Yama Carlos)  yang ingin menyelamatkan ponakannya, Jamila (Tamara Tiasmara)  karena terjebak  ikut agen palsu.  Kemudian Ricky (Mario Irwinsyah), pemilik LSM  yang  bekerja menangani TKI. Ricky  merasa  perlu  masuk lebih jauh ke persoalan, terutama ketika pacarnya Fanny (Nadine Chandrawinata),  seorang wartawati,  nekad  masuk ke sarang penyamun di Hong Kong dengan menyamar sebagai TKI demi mendapatkan berita akurat. Nasib  naas menimpa Fanny, kedoknya diketahui, ia  disiksa juga diperkosa.

Ada Reza Artamevia Sebagai  Cewek Gaul

Dari sisi tema utama yang emnagangkat masalah perdagangan perempuan, Azrax  terasa sebagai film “berat”.  Namun untungnya digarap dengan menghibur  dari sisi action dan drama yang dikembangkan.  Adegan  fighting  yang banyak muncul, merupakan  kekuatan  kedua dalam film ini.  Memang  jangan langsung membandingkannya dengan adegan fighting dalam film “The Raid”.  Azrax jelas berbeda. “Target film  ini untuk masyarakat kelas bawah kita yang suka adegan fighting, dan kami melakukan riset data tentang permasalahan TKI ini,” ujar Dedi Setiadi, sang sutradara.

Dan khusus dalam soal pemeranan,  rata-rata bermain baik  Aa Gatot, misalnya  berperan sebagai  Azrax,  yang sangat ekspresif. Dengan rambut gondorong,  berbadan tegap,  ia kerap “gagap” berhadapan dengan perempuan yang memberi signal cinta terang-terangan, namun  bisa terampil, hebat dan gagah  mematahkan  lawan dengan tangan kosong.  Cuma kesan  sebagai jagoan, kadang terasa  berlebihan.  Tapi bukankah begitu yang juga ditampilkan dalam film-film sejenis, terlebih lewat film produksi Hollywood?

Tokoh  Budi,  Ricky  dan Fanny juga mendapat porsi  peran menonjol. Meski   Yama Carlos sebagai Budi,  mengaku rada terkejut  menonton hasil  editing film tersebut “Saya tidak tahu ending peran saya  ada di mana?! Ini  baru pertama kali saya main film, peran saya tanpa ending!” ujarnya tergelak.  Dan memang, menurut Dedi Setiadi,  ada persoalan kecil di masalah editing. “Banyak adegan yang sudah kita ambil  dalam syuting  tidak terpakai sama sekali!” 

Namun  yang paling menarik  dalam film  ini juga dimunculkan Reza Arthamevia. Meski   hanya satu scene.  Ia dipertemukan dengan tiga tokoh utama yang  sedang mencari  Jamilah di sebuah club malam.  Reza berperan bukan sebagai “mami” atau mucikari. “Tapi sebagai koordinator dari teman-teman yang bekerja di  situ. Ya jadi perempuan nakal, anak gaulnya di sana lah.  Saya  jadi orang Filipina,”ungkapnya. 

Drama mengungkap permasalahan korban penipuan TKI juga,  menjadi kekuatan yang sarat pesan bermanfaat  juga penting untuk  diketahui masyarakat. Khususnya, bagi  mereka yang berminat jadi TKI.  “Agar mereka lebih berhati hati dalam memilih  agen.  Jangan tergiur rayuan dan tawaran angin surga,” ungkap Aa Gatot.

Film ini yang juga memuat pesan moral  yang sangat baik;  yakni untuk melakuan kebaikan apakah itu  kecil atau besar seperti  ikut menumpas kejahatan,  tidak perlu menunggu  anak, atau keluarga kita yang terkena musibah, baru kemudian turun memberi pertolongan. Azrax adalah contoh yang bisa ditiru. Anda bisa menyaksikannya di bioskop seluruh Indonesia  mulai 5 September 2013   (Nini Sunny Foto : Yuri Rahadian-IB26, Dudut Suhendra Putra)

 More Pitcures

Last modified on Saturday, 07 September 2013 15:01
Login to post comments

Film

August 4, 2020 0

Pafindo Rayakan Ultah Ke 4 dengan Banyak Karya

Perkumpulan Artis Film Indonesia (Pafindo), merayakan...
June 13, 2020 0

FTV Suara Hati Istri, Undang Wartawan Jadi Penulis Cerita 

Sejak ditayangkan di Indosiar pada 12 Oktober 2019,...
April 29, 2020 0

#KawanSinema Putar  Empat Film  Pendek Berdonasi  

Sejak pemerintah Indonesia menganjurkan untuk bekerja dari...
February 27, 2020 0

Formula Pictures rilis DVD Film Original terbaru “Shaun The Sheep Farmageddon”

California Fried Chicken (CFC) dan Formula Pictures...