Christien Hakim Berharap Jokowi Sempat Nonton Boven Digoel

07 February 2017

Lihatlah kondisi dunia kesehatan di bagian Timur  Indonesia yang sesungguhnya  via Film ‘Boven Digoel’. Film pertama yang diproduksi warga Papua ini, mengangkat kisah nyata perjalanan seorang dokter Puskesmas, di pedalaman Papua.

 

Karena medan yang sulit, keterbatasan peralatan medis, dan tidak adanya pisau bedah, sang dokter terpaksa melakukan operasi cesar, dengan menggunakan patahan silet yang dibeli di warung. Jalannya operasi digambarkan sangat miris oleh FX Purnomo, sang sutradara.

"Film ini diangkat dari buku 'Papua: Sebuah Fakta dan Tragedi Anak Bangsa' yang berisi pengalaman saya bertugas sepanjang 2 tahun di Boven Digoel dari tahun 1990-1991,” ungkap dr John Mangunsong selaku penulis buku juga produser dari film saat ditemui di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Senin (6/2/2017). "Di dalam buku, ada satu bagian, di mana saya terpaksa melakukan operasi cesar dengan silet," ungkapnya.”

Peristiwa menyedihkan itu terjadi di tempatnya bertugas di Tanah Merah. Saat itu, Puskesmas Tanah Merah merupakan satu-satunya rumah sakit di sana. John mengaku, saat itu ia bukan hanya mempertaruhkan nyawa ibu dan sang bayi, tetapi  juga keselamatan dirinya. "Pertaruhannya luar biasa. Tidak ada bius operasi, peralatan terbatas, tidak ada tenaga dokter yang memadai, jadi operasi cesar dengan silet," jelasnya.

"Papua ini penuh fenomena, misteri dan masalah. Keindahannya pun masih terpendam. Di sana sangat tinggi angka kematiannya karena HIV Aids, TBC dan 50.000 ibu hamil setiap tahunnya. Kalo kita nggak sayang Papua kita nggak bakal bikin film ini," papar John Mangunsong .

Film yang meraih penghargaan Piala Maya 2015 kategori Film Daerah Terpilih ini, hanya akan diputar di 15 layar bioskop, dimulai pada 9 Februari 2017. Perlu diketahui, film yang diproduksi oleh PH Foromoko Matoa Indah tersebut hampir seluruh tim produksinya terdiri dari anak-anak Papua.

“Pemain dan kru yang dari luar Papua tidak sampai 10 orang," ujar Christine Hakim, salah satu pemain utama film ini, di samping Joshua Matulessy, Maria Fransisca, Ellen Aragay, Edo Kondologit, dan Lala Suwages.


Film ini menurut John muat visi untuk mendorong terwujudnya percepatan pembangunan di Papua. "Sementara misinya ingin menumbuhkan rasa percaya diri komonitas industrial film yang berada di Papua. Kita ingin mereka bisa mengubah menjadi industrial film modern berkelas internasional," lanjutnya.

Sementara itu, Christine Hakim berharap Presiden Joko Widodo berkesempatan menonton film ini.  “Saya tahu beliau selalu menyempatkan nonton film Indonesia di tengah kesibukan beliau. Dan kita tahu komitmen Pak Jokowi dalam membangun Papua. Faktanya, ia sudah lima kali berkunjung ke Papua. Artinya ia serius membangun Papua," kata Christine bersemangat. XPOSEINDONESIA/NS Foto : Dudut Suhendra Putra  & Dokumentasi


More Pictures






 

 

Last modified on Tuesday, 07 February 2017 13:21
Login to post comments

Film

August 20, 2019 0

Menpar Bangga Film Bali: Beats Of Paradise Angkat Budaya Musik Gamelan

Menteri Pariwisata bangga terhadap film Bali: Beats Of...
August 12, 2019 0

Perempuan Gundala Menjadi Dewi

Semakin dekat ke  hari perilisan pada 29 Agustus mendatang...
August 9, 2019 0

"Aqidah Cinta : Film Perdana Produksi Pelajar SMK 

Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Dewi Sartika dan SMA...
July 29, 2019 0

Foto Elegan : Para Pria Pemeran Gundala

Film ‘Gundala’ melibatkan 1800 orang sebagai pemeran....