KFT Siap Bangkit Lagi di Usia ke 52

11 February 2016

Setelah dua periode kepemimpinan, Organisasi Persatuan Karyawan Film dan Televisi Indonesia (KFT)  seolah “tertidur”,   kini KFT mencoba bangkit lagi.  “Ini terutama dalam rangka menghadapi pasar bebas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA),”: ungkap  Febryan Adithya SE, M.Sn, Ketua   Umum KFT 2015-2019  kepada wartawan di lantai IV, Gedung Pusat  Perfilman Usmar Ismail, Jakarta Selatan.

Untuk memantapkan kebangkitan kembali KFT, telah disusun serangkaian kegiatan. “Di antaranya diawali dengan perayaan hari Ultah KFT  yang akan diselenggarakan pada 22-26 Maret 2016 di gedung PPHUI,” ungkap Foxie Hidayat sebagai Ketua Panitia HUT KFT ke 52.

“Perayaan HUT ini akan menjadi tonggak utama kembalinya KFT menjadi wadah para pekerja Film dan Televisi sebagaimana yang dicita-citakan dan kami bertekad meningkatkan kompetensi profesi serta memperjuangkan otonomi Profesi,” ujar Foxie Hidayat lagi.

Mohan Mehra, Kabid Acara  menyebut sejumlah acara sudah disusun untuk memeriahkan ultah KFT ke 52. “Di antaranya  pemutaran film dan diskusi publik, lomba acting, lomba lawak, cosplay serta lomba film komedi,” kata Mohan.

“Biar para sineas bisa kumpul lagi  dan memanfaatkan wadah KFT,” ungkap Mohan Mehra lagi. “Kita membuat lomba acting perorangan, dan lomba lawak format grup dengan hadiah total sebear Rp 50 juta rupiah.” 

KFT Bakal Berjaya Lagi

Organisasi KFT sendiri sudah berdiri 22 Maret 1964, dan sudah melewati 14 periode kepemimpinan, yang masing-masing berdurasi 4 tahun masa kerja.  
KFT sejak awal pendirian  sangat berjaya. Karena  para anggotanya dijamin  sudah ahli dan profesional di bidangnya. Jaman dulu, untuk mendapatkan rekomendasi sebagai sutradara sangat sulit.

“Kalau tak ada tandatangan KFT, tidak bisa jadi sutradara,” ungkap Foxie Hidayat. “Sementara sekarang ini untuk jadi sutradara sangat mudah. Siapapun bisa. Bahkan tanpa pendidikan yang memadai.”

Di masa kepemimpinan Febryan Adithya sekarang ini, ia bertekad  melakukan perubahan mendasar “dan penyesuaian yang aktual  agar program yang ditetapkan dapat dilaksanakan secara nyata dan sesuai kebutuhan,”  kata Febryan.

Ini dilakukan untuk mewujudkan dan mengembangkan cita-cita  para pendiri KFT Indonesia  yaitu menjadikan organisasi ini sebagai himpunan  seniman film yang kreatif dan inovatif dari beragam bidang profesi.

“Serta meningkatkan profesionalitas anggota KFT Indonesia dan melangkah secara integral  dan turut aktif mencerdaskan kehidupan bangsa melalui audio visual, serta melindungi profesi, kinerja dan karya sines Indonesia,” tutur Febryan

Untuk mewujudukan semua itu, Febryan mengaku sudah menyusun program kerja yang bersifat internal  misalnya,  perbaikan sistem database inventarisasi daftar anggota, menerbitkan kartu anggota, penataan kesekretariatan.

“Kami juga mencoba menginventarisir permasalahan yang dihadapi  anggota seputar masalah karya yang dibajak, juga memperkuat perangkat hukum terkait Kontrak Kerja dari pekerja film dan televisi,” kata Febryan

Sementara  untuk program kerja eksternal, KFT akan mendorong pihak pemberi kerja agar memberikan jaminan kecelakaan kerja bagi anggota KFT Indonesia.
Dalam perjalanannya ke depan KFT  dirancang menjadi organisasi yang mampu memberi perlindungan  terhadap profesi, kinerja dan karya sesuai dengan  perangkat hukum yang berlaku.

“Kami juga berupaya menerbitkan buku putih  produksi film dan program televisi, juga membuat pedoman penilaian karya film.” ujar Febryan  mengunci  percakapan XPOSEINDONESIA/NS Foto Dudut Suhendra Putra dan Muhamad Ihsan

More Pictures

Last modified on Friday, 12 February 2016 16:45
Login to post comments