Deddy Corbuzier Masuk Ke Dewan Kehormatan Forwan

05 February 2016

Kepengurusan Forwan (Forum Wartawan Hiburan) Indonesia untuk masa bakti 2016-2020 , terbentuk. Dan  segera akan digelar Rapat Kerja (Raker) di Sukabumi Jawa Barat, pada Maret 2016.  Para pengurus ini sekaligus mempersiapkan acara Ulang Tahun Ke-2 Forwan, yang dirancang diselenggarakan di Jakarta, April 2016. “Momentum ulang tahun akan diisi dengan acara pameran  foto, lelang barang milik artis, kegiatan sosial ‘Berbagi dan Peduli’, serta diskusi menyoal, ‘Industri Hiburan Indonesia Dalam Momentum Asean Economy Community,” ungkap Sutirsno Buyil, Ketua Umum Forwan di Jakarta, Rabu (03/02/2016).

 

Di antara nama-nama pengurus Forwan terdapat nama  selebritis Deddy Corbuzier yang ditempatkan sebagai  Anggota Dewan Pertimbangan Forwan (Forum Wartawan Hiburan) Indonesia.  Selain Deddy ada pula sejumlah nama tenar lain yang memperkuat Dewan Kehormatan. Mereka antara lain Harsiwi Achmad (Direktur Program dan Produksi SCTV), Endah Hari Utari (Direktur Program dan Produksi MNCTV), Indra Yudhistira Ramadhan (Direktur Produksi PT. Indosiar Visual Mandiri), Ir. H. Chand Parwez Servia (Direktur Utama Rumah Produksi PT. Starvision Plus), dan Rahayu Kertawiguna (Chief Executive OfficerLabel Nagaswara Music).

Beberapa tokoh pers dan wartawan senior juga ikut memperkuat jajaran pengurus organisasi insan pers yang sudah berusia dua tahun ini, seperti H. Kamsul Hasan, Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya, Agi Sugiyanto, Ir. Setiabudi A.C. Nurdin, dan Akhmad Yamin Amazon Dalimunthe.

“Dukungan dari berbagai elemen profesi ini diharapkan dapat membawa Forwan (Forum Wartawan Hiburan) Indonesia, ke arah lebih baik. Sebagai wadah berkontribusi nyata memecahkan berbagai problem kemanusiaan secara esensial.Menjadi organisasi yang menyejahterakan, dan meningkatkan kompetensi para anggotanya agar lebih profesional di segala bidang. Khususnya bidang yang kini kami jalani sebagai wartawan,” kata  Sutrisno Buyil.

Deddy Corbuzier sendiri punya alasan  khusus mengapa mau bergabung dengan Forwan.“Saya mau terlibat di sini, karena kepedulian  terhadap wartawan. Karir saya dibangun oleh wartawan. Saya juga bersahabat dengan beberapa wartawan, yang kini sudah almarhum, antara lain Remy Soetansyah dan Hans Miller. Satu nama wartawan lagi dari  angkatan itu yang masih hidup  adalah Amazon Delimonte,” katanya  tergelak pada Amazone.

Di luar itu, menurut Deddy menyoroti kebebasan pers seharusnya dapat disikapi dengan menjalankan praktik jurnalistik yang benar-benar mengedepankan etika dan profesionalisme.  “Dengan demikian fungsi idiil pers sebagai lembaga informasi dan fungsi kontrol tetap terjaga,” katanya Deddy Corbuzier.

Kelemahan wartawan dari sisi etika dan profesionalisme, masih kata Deddy, merupakan masalah serius yang harus diatasi. “Dan ini menjadi tanggung jawab lembaga pers maupun organisasi profesi, seperti Forwan (Forum Wartawan Hiburan) Indonesia. Wartawan saya kira tidak hanya sekedar bisa memburu dan membuat berita, tapi juga harus memiliki modal lain, yaitu intelektual, mental dan moral,” paparnya.

Deddy menyayangkan, kurang selektifnya para pengelola media, khususnya media elektronik, dalam sistem rekrutmen wartawan. “Saya kenyang di wawancarai. Mulai dari wartawan yang datang dengan pertanyaan kritis, tajam, sampai yang asal tanya. Dan ternyata wartawan yang asal tanya itu cuma supir yang bisa ngopretkamera,” tukas aktor bernama lengkap Deddy Cahyadi Sundjojo ini.

Apapun latar belakang wartawan itu, ungkap Deddy lagi, sebenarnya bukan masalah. “Masalahnya menjadi serius manakala lembaga pers sebagai lembaga publik, apalagi yang memakai ranah publik seperti lembaga penyiaran, hanya menyuarakan yang enggak penting-penting dan mengebiri nara sumber dengan pertanyaan yang tidak jelas, hanya karena si wartawannya tidak memiliki kompetensi,” keluhnya. XPOSEINDONESIA/NS FOTO : Dudut Suhendra Putra

More Pictures

Last modified on Saturday, 06 February 2016 19:13
Login to post comments