Jatiluhur Gelar Festival Jazz International Untuk Pertama Kali

23 November 2019

Untuk pertama kalinya, Bendungan Ir. H; Djuanda, dikenal dengan sebutan Waduk Jatiluhur yang berlokasi di Kabupaten Purwakarta Jawa Barat Indonesia, akan digoyang aksi puluhan artis, musisi jazz Indonesia dan mancanegara.

Mereka akan tampil membawakan berbagai musik genre jazz; The 1St International Jatiluhur Jazz Festival 2019 akan digelar pada Sabtu, 30 November dan Minggu, 1 Desember 2019 pukul 16.00 WIB. 

"Ini memang festival jazz. Tetapi yang bisa bermain di sini tidak hanya pemusik jazz, tetapi lebih besar lagi. Saya akan menyiapkan sesuatu yang baru, sehingga grup musik yang akan tampil pun akan memberikan sesuatu yang spesial," kata pemusik Dwiki Dharmawan yang menjadi penggagas event ini, di Gedung Sinergi 8 Jl. Kebun Sirih Jakarta, Kamis, (21/11/2019) sore.

Perhelatan ini sendiri diinisiasi oleh Jasa Tirta ll dan didukung oleh BUMN serta Pemerintah Daerah Propinsi Jawa Barat. The 1st International Jatiluhur Jazz Festival 2019 akan mengkolaborasikan musik dari beberapa genre dengan sentuhan jazz, yang akan menampilkan anis/ musisi Nasional dan musisi lnternational serta band-band dari Jawa Barat terutama dari Purwakarta. 

"Di balik acara ini adalah upaya kita mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan agar tetap hijau, menjaga air dan lingkungan. Kita akan mempersiapkan sebaik-baiknya kegiatan ini, juga sarana transportasi penunjang bagi masyarakat yang datang ke festival," kata Dirut Perum Jasa Tirta II, U. Saefudin Noer.

Festival jazz ini diadakan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara sekaligus memberikan sarana ekspresi budaya melalui musik jazz dan etnik serta sarana hiburan bagi masyarakat

The 1St International Jatiluhur Jazz Festival 2019 merupakan program unggulan Jasa Tirta 'll untuk mempromosikan pariwisata melalui music tourism sekaligus sarana meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. 

Jasa Tirta II mempersembahkan acara The 1St International Jatiluhur Jazz Festival 2019 berskala international ini dikawasan wisata Waduk Ir. H. Djuanda.

Lokasinya festivalnya sendiri akan digelar di kawasan Pelabuhan Biru yang memberikan suasan alam ditepi Waduk dengan semilir angin di sore dan malam hari ditemani pemandangan pegunungan yang indah serta Morning Glory sebagai icon Waduk Jatiluhur. 

Morning Glory yang merupakan Menara pelimpah air termegah di Dunia ini, sekaligus akan menjadi landscape festival melengkapi sajian music penuh inovasi dan improvisasi. 

Sejumlah artis dan musisi jazz dari Indonesia dan mancanegara telah menyatakan siap ambil bagian, mereka adalah : Dwiki Dharmawan World Peace Project feat Steve Thornton, Kama! Musallam dan Vszy, Syaharani & Queenfireworks, Java Jive, Mus Mujiono, Krakatau, 57kustik, Moccondoss 40, Selaawl Ethnic Ensemble, Saratuspersen Band, Ermy Kullit, lndro Hardiodikoro feat Kayla Dias. Farabi Big Band feat Ita Purnamasari, Idea Percussion. Uban Project, Marcell, Via Vallen dan tak ketinggalan Zakia Gotik

Untuk dapat menyaksikan penampilan epik para musisi pada gelaran The 1St lntemational Jatiluhur Jazz Festival ini, masyarakat hanya perlu mengeluarkan biaya dengan kategori tiket GREEN senilai Rp. 125.000,per hari regular, tiket WATER senilai Rp. 150.000,per all event dan tiket LIFE khusus untuk pelajar dan mahasiswa senilai Rp. 100.000,per all event. 

Tiket bisa dibeli di Loket.com, dan GoTix. Untuk informasi mengenai jadwal dan keseluruhan acara dapat diperoleh melalui sosial media @jatiluhurjazz dan web jatiluhurjazz.com. XPOSEINDONESIA/Herman Wijaya Foto: Dudut Suhendra Putra

More Picture

 

Last modified on Saturday, 23 November 2019 01:05
Login to post comments