( Mampukah ) Artis Netral di Kampanye Pemilu?

28 March 2014

Tatkala Menperindag (waktu itu) Gita Wiryawan tampil sebagai additional player keyboardist Slank pada Konser 30 Tahun Slank di Stadion Utama Senayan, akhir tahun lalu, banyak yang menduga Slank akan memihak di satu partai dalam Pemilu 2014. Tapi Bimbim menjawab melalui iklan ‘jangan Golput’ yang dirilis KPU. Maka runtuhlah dugaan itu. Musisi lainnya ?

Tak Sekadar Dangdut

Sepanjang 2 hari membahas kampanye Pemilu 2014, stasiun TV Nasional Metro TV membahas tentang Peran Musik Dangdut dalam Pemilu 2014. Selasa 25 Maret, saya menjadi pembicara, mendampingi penyanyi Dangdut dan Caleg Camel Petir. Sejak awal saya memang menganjurkan tema talkshow agar tidak sekadar peran Musik Dangdut/khususnya Penyanyi Dangdut, tapi juga penampilan musisi dan penyanyi pada umumnya.

“Jika muara bahasan cuma terbatas pada musik dangdut, ujungnya akan mengarah pada citra negatifnya. Karena pemahaman saya, kampanye terbuka Parpol yang dapat mengundang banyak penonton satu diantaranya adalah musik dangdut.

Tapi, celakanya, penyanyi dangdut yang diundang kebanyakan perempuan, dan seringkali menjual sensualitas. Unsur hiburan yang terlihat pada penyanyi dangdut, tidak bisa membatasi strata sosial dan usia penonton, akibatnya penonton anak-anak juga datang di arena kampanye, padahal UU Pemilu dan peraturan KPU melarang anak-anak ikut meramaikan kampanye Pemilu, “ penjelasan saya.

Erotisme dalam sajian musik dangdut diakui Ageng Kiwi, - penyanyi dangdut Pria – menyebabkan penyanyi dangdut Pria tak selaris manis penyanyi dangdut Perempuan, “Apalagi honornya, pasti beda, kami memperoleh honor lebih rendah,“ ujar Ageng Kiwi. Cuma tetap diakui, rizki ritual Pemilu 5 tahunan tetap saja menyenangkan penyanyi dangdut.

Pertanyaannya, efektifkah mereka berperan agar penonton yang mendatangi arena hiburan kampanyenya, akan mencoblos Partai yang mengontraknya? Tidak ada satu orang pun yang berani menjamin.

 “Saat saya belum terikat pada satu partai sebagai Caleg, saya datang hanya buat menghibur, tidak memihak satu Partai. Saya bisa dikontrak nyanyi di partai yang bebeda, dengan honor yang bagus, kadang bahkan hanya nyanyi 2 sampai 4 lagu. Sekarang saya terikat sebagai Caleg salah satu Partai peserta Pamilu, penampilan saya tidak dibayar, malah mengeluarkan uang, “ kata Camel Petir.

Tapi diakuinya, musik dangdut memang yang paling ampuh mengumpulkan masa, “Tapi untuk memberi kesadaran politik rakyat, harusnya tidak sekedar hiburan massal, harus ada kampanye dialogis di dalam ruang, indoor. Disana program partai bisa dijelaskan, “lanjutnya.

Di stasiun TV pemilik Partai Nasdem itu lantas kami bahas peran musisi diluar dangdut, baik buat partai tertentu, tak terikat pada satu partai atau band dan penyanyi yang dikontrak oleh KPU sebagai pemberi pesan agar tidak golput, seperti yang dilakukan Slank dan Judika. Slank melalui Bimbim ‘berkampanye’ Let’s Vote, Jangan Golput, dan Judika menyanyikan jingle Pemilu yang disiapkan KPU.

Yang Netral dan Mendukung Partai

Slank termasuk salah satu band papan atas yang tidak mau diikat pada satu Partai. Pada Konser 30 Slank di Stadion Utama akhir 2013, kehadiran Memperindag Gita Wiryawan diyakini disertai perjanjian, Gita yang waktu itu masih berstatus Menteri dan menyatakan akan ikut Konvensi Capres Partai Demokrat, tidak boleh manggung mengatas namakan Partai Demokrat, di venue juga tidak ada satupun spanduk yang mengarah ke kampanye satu Partai.

Awal tahun ini, Bimbim teken kotrak dan jadi model kampanye Let’s Vote, Jangan Golput, yang disiarkan di semua stasiun TV. Beberapa bulan sebelumnya, Slank juga menjadi bintang iklan kampanye kebersihan Pemda DKI, meski tampil dengan Gubernur Jokowi yang akhirnya sudah di Capreskan oleh PDI Perjuangan, Slank juga tidak terindikasi bagian dari PDI Perjuangan.

Bahkan, tatkala 2 jari Bimbim yang membentuk lingkaran dan 3 jari lain dalam posisi berdiri ada pada iklan Let’s Vote itu diasumsikan Slank meminta Slankers dan rakyat mencoblos Partai nomor 3, plesetan gambar itu dianggap Kempanye Negatif oleh manajemen Slank. Slank telah membantahnya melalui sosial media, termasuk pada web-nya.

Band lain yang terlibat kampanye, tapi tetap netral adalah D’Masiv, “Kami bisa dikontrak oleh partai apapun, sepanjang musim kampanye Pemilu ini digelar. Paling yang D’Masiv siapin adalah, harus pakai baju apa saat menghibur rakyat di tengah histeria kampanye. Jadi suatu saat, D’Masiv bisa ke panggung dengan baju kuning, biru, merah, ungu dan lain-lain, “ kata Rian, vokalis D’Masiv sambil tertawa. 

Kelihatannya D’Masiv juga menolak memakai kaos partai, apalagi meneriakkan ‘harus mencoblos partai apa’, “Tugas saya mewakili teman-teman D’Masiv, sekedar menghibur massa. Tugas berkampanye dilakukan oleh anggota partai itu, “lanjut Rian.

Dari Rian diperoleh kabar, Nidji tidak mau dilibatkan di arena kampanye, “Nidji pengen benar-benar netral, kalau D’Masiv, gak ada salahnya kami ambil kesempatan datangnya rejeki 5 tahunan ini, apalagi honor yang kami terima bisa 4 kali lipat show reguler D’Masiv, dan tiap kampanye, D’Masiv rata-rata cuma bawain 2 sampai 4 lagu saja, karena pengisi acaranya memang banyak, “ lanjut Rian.

Beberapa band yang terikat pada satu partai adalah Radja, yang menjadi pembawa jingle Partai Nasdem dan terlibat dalam aktivitas kampanye Nasdem. Ahmad Dhani yang mendukung PKB, dan termasuk musisi dengan bandnya yang jumlah penonton hiburan kampanyenya - jadi pesaing penyanyi dangdut, dan tentu saja Rhoma Irama yang menjadi Capres PKB. Salah satu bahan kampanye Rhoma adalah menerbitkan buku bertajuk Rhoma Irama Politik Dakwah Dalam Nada tulisan Moh. Shofan

Artis Anggota DPR, Masih Bisa Produktif?

Sejumlah artis dan selebritis  lain yang menjadi Calon Anggota Legislatif (Caleg) antara lain Dwiki Dharmawan, Ikang Fawzi, Marissa Haque, Hengky Kurniawan, Dessy Ratnasari, Melly Manuhutu, Sonny Tulung, Virgie Baker, Charles Bonar Sirait,  Derry Drajat dan diluar Angle Lelga, cukup banyak Caleg dari komunitas seniman dangdut.

Banyak selebriti yang telah duduk sebagai anggota DPR, kini menjadi Caleg lagi, seperti Tantowi Yahya, Eko Patrio, Nurul Arifin, Vena Melinda, Deddy Gumelar ( Mi’ing ), Rachel Maryam, Jamal Mirdad dan banyak lainnya.

Dikabarkan, pada Pemilu 2009, lebih dari 80 yang masuk profesi artis menjadi Caleg, yang bisa duduk jadi anggota DPR hanya 18 orang, Jika hampir semua Anggota DPR periode 2009 – 2014 dari kalangan selebiriti mencalonkan diri lagi, maka bisa dipastikan persaingan sengit antar artis untuk merebut kursi DPR.

Mampukah para selebriti itu mempertahankan aktivitas keartisannya tatkala sudah duduk jadi Anggota DPR ? Sejauh yang kita tahu, Tantowi Yahya hampir tak pernah lagi jadi MC, tapi Tanto bersedia memimpin organisasi musisi dan penyanyi, PAPPRI ( Persatuan Artis Penyanyi dan Pemusik Republik Indonesia ), namun posisinya sebagai pendiri Yayasan Anugerah Musik Indonesia dan Panasonic Gobel Awards, otomatis berkurang.

Bukan tak mungkin  jika Tantowi terpilih sebagai Anggota DPR periode kedua, akan bermuara ke jabatan yang diidamkannya, yakni sebagai Duta Besar. Tanto pernah masuk nominasi Calon Gubernur DKI dari Partai Golkar.

Dwiki Dharmawan pada Xpose Indonesia berjanji tidak akan meninggalkan dunia musik, khususnya world music – musik exploratif paduan ‘musik Barat dan etnik Indonesia’ -, tapi banyak yang meragukan ‘niat baiknya’ menjaga kekuatannya sebagai musisi berkarakter jika Dwiki yang bergelar Sarjana Hukum ini bisa duduk jadi Anggota DPR,

‘Pak Dwiki akan kesulitan membagi waktu antara musik dia yang khas dengan jabatan sebagai Angota DPR, jika Pak Dwiki terpilih jadi Anggota DPR nanti, «  komentar Wakil Menteri PariwIiata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar.

Semuanya bermuara pada etika. Ribet dan tidak nyaman juga jika sudah jadi Wakil Rakyat terpilih, masih juga mencari kemanjaan dari profesi lamanya. Let's Vote, Jangan Golput, 9 April 2014 (Pileg), 9 Juli 2014 (Pilpres) XPOSEINDONESIA/BensLeo Foto : Dudut Suhendra Putra dan Koleksi ANTARA

More Pictures

       

 

 

 

Last modified on Friday, 28 March 2014 14:45
Login to post comments