Anugerah Seni bagi Wartawan Musik, Bukan Akhir Perjuangan

08 December 2013

Ikut mejadi juri calon penerima Anugerah Kebudayaan / Anugerah Seni 2013 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Parekraf ) adalah pengalaman yang sangat membanggakan.

Bens LeoKarena menilai calon penerima Anugerah Seni, sangat berbeda dengan penjurian Lomba Cipta Lagu, Kejuaraan Bintang Radio, Kompetisi Band Rock, Kompetisi (Pemusik) Electone Nasional, bahkan juga berbeda dengan beberapa penjurian yang pernah saya lakukan di luar negeri, seperti Lomba Penyanyi Antar Negara ASEAN berbahasa Melayu di Malaysia 2007, Anugerah Planet Musik 2004 di Singapore dan World Oriental Music Festival di Sarajevo, Bosnia 2005.

Meski semua bermuara pada kualifikasi (kualitas), tapi memilih penerima Anugerah Seni terasa lebih panjang tahapannya, pertimbangannya, dan harus hati-hati memutuskannya, karena Anugerah Seni atau Anugerah Kebudayaan berkaitan dengan kultur daerah, strata sosial bahkan tak jarang bisa beda cara pikir antar Pekerja Seni. Pada sejumlah lomba seni musik yang biasa melibatkan saya selaku juri, terasa lebih pendek pertimbangannya, lebih personal sifatnya, meski scope nya juga Nasional bahkan tingkat Dunia.

Persyaratan awal seleksi interen Anugerah Seni/Anugerah Kebudayaan adalah, calon Penerima Anugerah harus belum pernah menerima penghargaan setara dari Kementerian yang sama, tapi masih mungkin menerima Anugerah Seni dari Kementerian lain maupun Presiden.

Kedua, harus memiliki kualifikasi dan kompetensi di bidang seni tertentu, yang dapat dipertanggug jawabkan secara pasti.

Ketiga, data calon penerima mudah dilakukan cross check pada beberapa pihak (narasumber) yang bisa menjadi jaminan atas kompetensi calon penerima Anugerah Kebudayaan / Anugerah Seni,  ada beberapa persyaratan lain yang tersimpan di file Panitia.

Dewan Juri Anugerah Seni adalah orang yang juga memiliki kompetensi yang tidak ‘boleh kalah’ dari calon penerima Anugerah Seni, sangat ideal jika bisa ikut mencari   data valid calon penerima, yang nantinya akan dilakukan cross check melalui lembaga lain atau narasumber perorangan maupun CV calon penerima yang dapat diakses melalui website atau internet. 

Sangat mungkin terjadi, Anggota Dewan Juri Anugerah Seni namanya tercantum dalam deret nominee calon penerima Anugerah Seni, dan itu terjadi pada saya - Bens Leo, yang nama saya tercantum sebagai nominee calon penerima Anugerah Seni Kemen Parekraf 2013. Pada saat itu yang saya lakukan adalah, mempertimbangkan mengundurkan diri jadi Anggota Juri, meski pun belum tentu saya akan dapat Anugerah Seni atau tetap menjadi Anggota Juri Anugerah Seni Kemen Parekraf, tapi nama Bens Leo ……digugurkan. Saya diminta tetap menjadi Anggota Juri, dan nama Bens Leo hilang dari deret nominasi.

Para Nominee calon penerima Anugerah Kebudayaan/Anugerah Seni 2013 Parekraf adalah Peter F. Gontha, Enteng Tanamal, Iwan Fals, Slamet Abdul Syukur, alm Harry Roesli, Waldjinah, beberapa musisi dan maestro musik etnik. Akhirnya  penerima Anugerah Seni Parekraf 2013 yang saya ingat adalah Enteng Tanamal (Musisi dan Pejuang Hak Cipta), Peter F. Gontha (Promotor musik, yang menempatkan Indonesia di Peta Festival Musik Internasional, seperti Java Jazz, Java Soulnation dan lain-lain), Waldjinah (tokoh musik Keroncong), Slamet Abdul Syukur (Seni Musik Kontemporer ) dan Iwan Fals (Pencipta Lagu dan Penyanyi yang memberi pengaruh musik pop Indonesia ).

Pada penjurian Anugerah Kebudayaan/Anugerah Seni Kemen Pendidikan dan Kebudayaan 2103 jauh lebih kompleks, karena menyentuh banyak aspek, bidang kajian, dan jenis pekerjaan. Dari musisi, seni tari, maestro (master di bidang seni budaya, terutama seni tradisional ), juga menilai ‘pakar kuliner Nusantara’ dan generasi penerus seni budaya, karena itulah jumlah juri dan penerimanya  jauh lebih banyak dibanding Anugerah Seni Parekraf. Namun, Anggota Juri Anugerah Kebudayaan Kemendikbud dipilah-pilah sesuai bidang yang harus dinilainya, Dewan Juri Generasi Penerus berbeda dengan Dewan Juri calon penerima Anugerah Seni.

Franki Raden, Prof Dr. Mudji Sutrisno, Gunawan Muhamad,  Jim Supangkat dan N Riantiarno, pasti tidak diminta menilai ‘Pelestari Kuliner Nusantara’, tapi mereka menentukan penerima Anugerah Seni di bidang film, musik, sastra, juga ikut menentukan ‘kemenangan’ Bens Leo yang dalam sertifikat tertulis unggul di bidang Kritik Musik.

Nama-nama lain penerima Anugerah Seni 2013 versi Kemendikbud adalah Seno Gumira Ajidarma (Sastra ), Ratna Riantiarno ( Teater ), Hanung Bramantyo (Film), Aris Mukadi (Teater), Deddy Luthan (Seni Tari ), alm Harry Roesli (Musik), alm Sapto Rahardjo (Musik ), Sanento Yuliman ( Kritik Seni), dan Slamet Gundono (Seni Dalang ).

Kemendikbud juga memberikan Anugerah Kebuadayaan Ketegori  Pelestari dan Pengembang Warisan Budaya, di sini ada nama Adolf Heuken SJ (Penulis Sejarah Masa Batavia ), Prof. Dr. Ayu Sutarto, MA (Penulis, Peneliti dan Pengajar Kebudayaan), Petrus Peter Lengkong (Seni Ukir dan Patung Tradisional Dayak), Basuki Teguh Yuwono (Pelestari dan Pembuat Keris Tradisional, Seniman Patung ), Budhi Vrihaspathi Jauhari (Pelestari Adat, Aksara dan Budaya Kerinci), Djaduk Ferianto (Pelestari dan Pembaharu Musik Tradisional), Mudijono S.Kar (Seni Dalang), Prof. Dr. Ir. Murdijati Gardjito (Peneliti dan Pelestari Kuliner Tradisional), Pujianto Kasidi (Pelukis dan Dalang Wayang Beber), Puti Reno Raudha Thaib (Seni Teater dan Sastra).

Kemendukbud juga memberikan Anugerah Kebudayaan Kategori Anak, Pe;ajar/Remaja yang Berdedikasi pada Kebudayaan diberikan kepada Aisna Tiarani (Seni Lukis), Amirah Raniah (Seni Lukis), Dian Maris Rahmah (Seni Tari), Dilla Ananda Putri (Sastra), Dinda Wahyuni Efendi (Seni Suara), Jihan Az-Zahra (Seni Lukis), Loubna Dzakiyya (Seni Lukis), Rosiansah Dharma Pratama (Seni Pedalangan), Tiara Tarasati (Seni Tari) dan Zelda Maharani (Seni Suara)

Penerima penghargaan Seni Tradisi : Maria Magdalena Rubinem (Seni Pertunjukan/Karawitan], Marsius Sitohang (Seni Tradisional Batak), Murka’ (Seni Kriya /Keris), Rodjali (Seni Musik Gambang Keromong – Betawi), Rosa Agapa (Seni Kriya /Nopen Papua).

Beberapa juri yang mengarah pada penilaian edukatif, antaralain  Prof Dr. Arief Rachman,Dr. Wagiono Sunarto MSc, Prof DR Endang Caturwati, Prof. Dr. Edi Sedyawati, Prof. Dr, Azyumardi Azra dan seterusnya.

Kemendikbud juga menyerahkan Sertifikat dan Pin Satyalencana Kebudayaan yang ditandatangani oleh Presiden, yang tahun 2013 ini diterimakan kepada Sal Murgiyanto (Kritikus Seni), NH Dini (Sastra, Feminis), Ahmad Nu’man (Arsitek, Akademisi ), Han Hoo Tjwan ( Arsitek, Akademisi) dan Mundardjito (Arkelolog, Akademisi ). Tanda Kehormatan Bintang Budaya Paradharma diterimakan Presiden kepada : Hamzah al-Fansuri  (Ulama, Pujangga), H. Hasan Mustafa (Ulama, Pujangga), I Gede Manik (Pencipta Tari Kebyar Tarunajaya), Soewarsih Djojopoespito (Sastra, Feminis) dan Kanjeng Gusti Penembahan Hadiwidjojo (Budayawan , Pencetus Kerisologi).

Yang menarik dicatat dari penerima penghargaan di atas, sejak puluhan tahun Anugerah Kebudayaan diberikan, Pemerintah melalui dewan Juri baru sekarang membidik  calon penerima dari profesi Kritikus Musik, dan itu diterimakan pada saya, Bens Leo yang latar belakang saya adalah Wartawan Seni Budaya, khususnya Musik. Karena itulah, buat saya, sertifikat Anugerah Seni yang ditandatangani Mendikbud Prof.Dr. Ir. Moh Nuh, DEA  ini tidak lagi milik pribadi, tapi juga kebanggaan bagi profesi Wartawan Seni Budaya, khususnya Wartawan Musik Indonesia, karena ada pengakuan untuk profesi Wartawan Musik. Dan Anugerah Seni ini, bukan akhir dari perjuangan kita : Wartawan Musik Indonesia….( Bens Leo untuk Xpose Indonesia )

More Pictures

Last modified on Monday, 09 December 2013 10:57
Login to post comments