Hari Belanja Diskon Indonesia Sepanjang Asian Games

31 July 2018

Asian Games menjadi moment istimewa dan tak terlupakan. Untuk memeriahkan event Asian Games 2018 baik di Palembang, Sumatera Selatan maupun di Jakarta, akan diselenggarakan Hari Belanja Diskon Indonesia (HBDI) di pusat perbelanjaan di seluruh Indonesia mulai dari 8 Agustus - 2 September 2018. HBDI akan dibuka pada 8 Agustus 2018 di Benteng Kuto Besak, Palembang, Sumatera Selatan. Kegiatan ini kembali diselenggarakan pada tahun kedua oleh para pelaku industri ritel yang bergabung dalam Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan lndonesia (HIPPINDO).

 



"HBDI akan memberikan diskon besar-besaran untuk memuaskan masyarakat berbelanja, sekaligus menyukseskan Asian Games 2018 dan Visit Wonderful Indonesia. Palembang akan menjadi host HBD Indonesia," kata  Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam konferensi pers di Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata, Jakarta, Senin (30/7/2018). Menpar juga memprediksikan  acara belanja berskala nasional ini dapat menarik wisatawan mancanegara dan nusantara untuk berwisata kuliner dan berbelanja selama Asian Games 2018 berlangsung.

HBDI 2018 selain hadir untuk merayakan peringatan HUT ke-73 RI, juga untuk menjangkau konsumen lokal, serta para atlet dan officials Asian Games dan wisatawan mancanegara dari berbagai negara.

Budihardjo Iduansjah, Ketua Umum HIPPINDO mengatakan HBDI 2018 berlangsung akan ada program diskon dengan menggunakan angka istimewa, yakni 17, 8 dan 73, antara lain: Diskon 73 persen (semua barang dan barang tertentu), Diskon Tambahan 17 persen + 8 persen, Diskon 73 persen untuk KTP 73 tahun, Hanya Bayar 73 persen minimal transaksi senilai tertentu, "Clearence sale up to" 73 persen, dan masih banyak lagi.

Kemeriahan HBDI 2018 di Palembang, dengan mengambil tema "Sriwijaya Great Sale" menjadi lebih semarak  karena akan diselenggarakan pula Diaspora Sriwijaya Festival pawai budaya (tari, musik dan kostum) khas Sumatera Selatan, yang akan mengambil tempat  di pusat kota, kemudian juga ada Pempek Expo & Festival Kuliner Khas Palembang yang hadir dengan konsep 'pasar kaget' pempek dan kuliner di berbagai pusat perbelanjaan. Selain itu, digelar pula Songket & Designer Expo, Pameran Kebesaran Sriwijaya, Festival Sriwijaya XVII, bahkan pencetakan Rekor Muri Pempek Terbanyak (18.818 buah) dan masih banyak lagi berbagai kegiatan kompetisi serta hiburan lokal.

Acara ini diharapkan menjadi ajang atraksi pariwisata serta memberikan dampak positif untuk meningkatkan konsumsi daerah, menciptakan peluang lebih besar untuk perkembangan serta kemajuan UMKM, termasuk para pelaku bisnis kreatif.

Menpar Arief Yahya juga mendukung pelaksanaan HBDI online di era digital, terutama untuk menyasar generasi milenial yang tidak lepas dengan kemudahan teknologi. Menpar Arief mencontohkan beberapa program diskon online yang berlangsung sukses di Indonesia, di antaranya Hari Jomblo Internasional (Single’s Day, 11-11) dengan omset senilai USD 25 Miliar tahun 2017; dan HARBOLNAS pada 12-12 (12 Desember) dengan Omset 4,7 Tilyun Rupiah pada 2017. Menpar Arief juga membandingkan GATF (Garuda Indonesia Travel Fair) dengan GOTF (Garuda Indonesia Travel Fair) dimana transaksi dari Rp. 360 Miliar menjadi Rp. 1 Trilyun.

"Sebagai pengusaha  kita harus mampu membuat keputusan untuk bertahan dan sukses di era transformasi digital, artinya kita harus siap bertransformasi. HBDI online harus menjadi bagian dari perlehatan tahunan ini," kata dia.

Ia menambahkan kebijakan Tax Refund atau Pengembalian Pajak bagi Wisatawan Asing yang perlu dikaji bersama dengan pihak Kementerian Keuangan dan harus dikuti dengan komitmen semua anggota Hippindo untuk mendaftar sebagai Pengusaha Kena Pajak. Hal itu dapat menjadi daya tarik wisata belanja yang lebih mudah dipromosikan.

Ia merinci peraturan "Tax Refund" yang perlu dikaji, di antaranya (1) Relaksasi Peraturan, dari nilai belanja Rp5 juta dalam satu faktur diturunkan menjadi Rp1 juta dalam satu faktur, (2) Menyederhanakan proses pengembalian pajak, (3) Memperpanjang waktu klaim (saat ini 1 bulan setelah pembelian, negara lain bisa 3 bulan, bisa diurus ketika berkunjung kembali) (4) Meningkatkan jumlah PKP (Pengusaha Kena Pajak) Toko Retail sehingga jumlah peserta tax refund semakin banyak. XPOSEINDONESIA/NS Foto : Dudut Suhendra Putra

More Pictures

Last modified on Tuesday, 31 July 2018 17:35
Login to post comments