Festival Gandrung Sewu Pukau Ribuan Wisatawan

18 September 2016

Ada keramaian di Pantai Boom, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur  pada Sabtu (17/9) sore.  Sejumlah wisatawan  lokal dan mancanegara menyaksikan  kemeriahan Festival Gandrung Sewu   yang hari itu  mempertunjukan tarian dengan kostum merah  memukau.  Para penari memakai kipas putih dan merah melingkari arena pertunjukan, membentuk formasi berjajar, sebagian lagi melingkar,  dan terus bergerak dalam derap tari yang rancak, seiring tabuh gamelan dan angklung.

 

Suara sinden yang menyanyikan lagu-lagu khas gandrung menjadi narasi cerita, mengantarkan setiap adegan demi adegan berpaut menjadi pertunjukan yang tiada duanya.  Seluruh atraksi itu mengundang decak kagum penonton.

Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab Banyuwangi Yanuar Bramuda, di Banyuwangi, Minggu, menjelaskan  “Ada 1.300 penari gandrung beraksi memainkan koreografi yang apik di bibir pantai dengan latar belakang Selat Bali dan semburat cahaya matahari tenggelam. Ini merupakan Festival Gandrung Sewu yang kelima kalinya dan kali ini menyajikan diorama "Gandrung Lukita"! katanya seperti dikutip ANTARA. 

Tema  itu sengaja dipilih untuk pergelaran tahun 2016, dan merupakan sekuel lanjutan dari Gandrung Sewu tahun sebelumnya yang bercerita tentang perjuangan Kerajaan Blambangan (cikal-bakal Banyuwangi) melawan penjajah.

Festival Gandrung Sewu   telah menjelma menjadi pariwisata kegiatan berkelas nasional. Terbukti dari berjubel wisatawan dan selalu meningkat okupansi hotel di Banyuwangi saat acara kolosal tersebut berlangsung. "Setiap tahun kami selalu menyajikan atraksi fantastis yang selalu baru, menjadi bukti sahih akan kemegahan Festival Gandrung Sewu," ujar Yanuar Bramuda.

Marleen, wisatawan asal Jerman mengaku takjub. “Ini festival yang sangat bagus. Aku belum pernah melihat seperti ini sebelumnya. Sangat bagus ketika ribuan orang menari bersama-sama. mengagumkan," kata Marleen yang sedang berlibur ke Banyuwangi itu memuji.

Sementara itu, Rosyid, wisatawan dari Malang yang datang bersama sepuluh rekannya, juga mengaku puas dengan aksi di Festival Gandrung Sewu. "Rasanya merinding melihat ribuan penari di bibir pantai pas menjelang matahari tenggelam," kata dia lagi.

Pertunjukan yang menjadi bagian dari Banyuwangi Festival itu, bagi Bupati Banyuwangi Abdulah Azwar Anas, tak sebatas pergelaran. "Ini adalah konsolidasi budaya," ujar Anas yang menyempatkan diri menyapa para penari dan ribuan penonton Gandrung Sewu dari layanan face time, karena baru saja mendarat di Jakarta seusai menunaikan ibadah haji.

Konsolidasi budaya, lanjut Anas, adalah bagaimana mendorong pelestarian seni budaya yang sempat terkesampingkan menjadi seni budaya yang membanggakan semuanya. "Saya yakin Banyuwangi tidak kesulitan meregenerasi para pelaku seni. Festival Gandrung Sewu membuktikan itu. Ribuan anak dari seluruh Banyuwangi giat berlatih didukung orang tua dan para warga desanya. Ini partisipasi publik dalam mengembangkan seni budaya dalam balutan pariwisata. Aspek seni budayanya diraih, aspek ekonominya juga didapat melalui pariwisata," kata Anas lagi.

Salah seorang penari,  Yuniar Trianingsih tak bisa menyembunyikan kebanggaannya.  "Rasanya luar biasa ketika ribuan orang melihat saya menari. Ini pengalaman tak terlupakan dan menyemangati saya untuk selalu cinta seni budaya Indonesia, khususnya Banyuwangi," ujarnya.

Yuniar yang mengaku ingin menjadi penari profesional, sehingga aktif di sanggar tari untuk melatih kepiawaiannya menari. "Seminggu dua kali latihan di Sanggar Tawang Alun," ujar pelajar Kelas XI SMA Darus Sholah Singojuruh itu.

Sementara itu menurut Bramuda, berbagai festival seni budaya dalam Banyuwangi Festival memang sukses membangkitkan gairah masyarakat untuk membangun wadah kreativitas seni generasi muda. Berdasarkan data,  di tahun 2010 jumlah sanggar tari berjumlah 13. Dan pada tahun 2014 jumlahnya berlipat menjadi 59. "Itu yang tercatat resmi dalam data kami, ditambah sanggar-sanggar kecil lain mungkin bisa mencapai 66 buah," ujar Bramuda pula. XPOSEINDONESIA/NS Foto ANTARA

More Pictures

Login to post comments