Arief Yahya Peran Media dan Anugerah Pewarta Wisata Indonesia (APWI) 2015

12 December 2015

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyempatkan diri untuk memberikan penghargaan Anugerah Pewarta Wisata Indonesia (APWI) 2015 kepada para jurnalis dan penulis di media cetak dan elektronik  (televisi dan radio) serta media online di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (10/12/2015).

 

Dalam pandangannya, Arief menyambut baik diselenggarakannya APWI yang telah berjalan sejak tahun 2003. Penghargaan ini sendiri adalah wujud apresiasi pemerintah kepada media sebagai komponen penting untuk membangkitkan  kepariwisataan nasional. Lewat pendekatan pentahelix yang melibatkan banyak unsur seperti npemerintah, pelaku bisnis, akademisi, komunitas, dan media.

Seperti yang selalu disampaikannya di hampir setiap kesempatan, bahwa peran media dalam mempromosikan pariwisata Indonesia sangat penting. Informasi mengenai destinasi pariwisata yang disampaikan melalui media mendorong wisatawan untuk datang dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan.

“Jumlah kunjungan wisman  pada Januari hingga Oktober  2015  mencapai  8,017 juta atau tumbuh 3,38%, sedangkan pergerakan wisnus pada Januari hingga September 2015 sebanyak 187,3 juta perjalan. Kita harapkan akhir tahun ini target kunjungan 10 juta wisman dan pergerakan 255 juta perjalanan wisnus akan terlampaui. Capaian ini berkat dukungan peran media dalam memberitakan pariwisata sehingga meningkatkan minat wisatawan berwisata di Indonesia,” tambahnya lagi.

Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik Kemenpar, Iqbal Alamsyah dalam laporannya mengatakan bahwa penyelenggaraan APWI ke 12 ini mengikutsertakan 248 artikel media cetak, 187 artikel media online, 48  judul tayangan televisi, 6 judul siaran radio, dan 21 tulisan pariwisata yang dimuat  selama bulan November 2014 hingga Oktober 2015.

Tim juri yang dilibatkan merupakan wakili dari kalangan akademisi, industri pariwisata, pemerhati pariwisata, pejabat Kemenparekraf dan media. Terdiri dari Wahyu Indarsto, Elly N. Hutabarat, Ade Armando, Hari Untoro Drajat, Himawan Bramantyo, Fathul Bahri dan Ani Insani Rochmulyati.

Penyelenggaraan kali ini panitia memberikan penghargaan Lifetime Achievement Award  kepada tiga tokoh pariwisata nasional yakni; I Gede Ardika, Yanti Sukamdani, dan Sapta Nirwandar yang  banyak berjasa dalam pembangunan kepariwisataan di tanah air.

Berikut nominasi pemenang perkategori

Media Cetak:
1.    Lukmanul Hakim Daulay, Majalah Travel Club: “Padang, Sumatera Barat. Dari Sitti Nurbaya Hingga Malin Kundang”.
2.     Anwar Siswadi, Koran Tempo: “Tiga Hari di Bukit Tinggi”.
3.    Frans Ekodhanto, Koran Jakarta: “Serunya Berkunjung ke Alun alun  Bandung”.
4.    Mona Sylviana, Koran Tempo: “Pantai Tanjung Bira, Keindahan Sang Penyendiri”.
5.    Yuswantoro, Seputar Indonesia:  “Wisata Kota Malang: Macyto, Sensasi Baru Wisata Kota Malang”.

Media Online:
1.    I Made Asdhiana, Kompas.com: “Wisata Sehari di Toraja Utara
2.    Kurnia Yustiana, Detik.com: “Situs Gunung Padang, Misteri Terbesar Indonesia Abad Ini”.
3.    Nanang Purwono, Pojoksatu.id:  judul tulisan “Merah Putih Bedah Potensi Bahari Pulau Putri (Bawean)”.
4.    Barry Kusuma, Kompas.com: “IndonesiaTimur Punya Raja Ampat, Indonesia Barat  Punya Kepulauan Anambas”.
5.    Atman Ahdiat, Kompas.com:Bromo Masih Jadi Magnet Wisata Alam.

Media Televisi:
1.    Judul film: “Segmen Khusus : Papua”, tayang di TRANS TV,  Produser Darmawan Eko.
2.    Judul film: “Inside Madura”, tayang di CNN Indonesia TV, Produser Indria Nurshanti.
3.    Judul film: “Let's Go (Pesona Afrika Van Java)”, tayang di MNC TV Produser Yadi Hendriana.
4.    Judul film:  Surga di Pulau Kei Maluku, Program Ragam Indonesia, tayang di Trans 7, Produser Aditya Akbar.
5.    Judul film: Indria Nurshanti, tayang di CNN Indonesia TV: Inside Kalteng.

Media Radio:
1.    Judul reportase:  Cintaku Tertambat di Sapudi, RRI, Reporter Herlina Djabir.
2.    Judul reportase: Menduniakan Taman Nasional Komodo di Mata Internasional, Stasiun Radio KBR68H, Reporter Aisyah Khairunnisa.
3.    Judul reportase: Surga Yang Tak Pernah Mengering di Pantai Pink Stasiun Radio Sindotrijaya FM, Reporter Marlene Karamo .
4.    Judul reportase: Menyapa Lumba-Lumba di Rumahnya, Stasiun Radio Sindotrijaya FM, Reportase Marlene Karamo.
5.    Judul reportase: Nyanyian dari Kerajaan Terakhir, Stasiun RRI, Reporter Herlina Djabir. XPOSEINDONESIA – AM Foto: Dudut Suhendra

More Pictures

Last modified on Saturday, 12 December 2015 04:22
Login to post comments