05 November 2015 Published in Souvenir

Mengamati dunia fashion, mempelajari ataupun mengikuti tren yang tengan “in” pada saat ini bukanlah sebuah perkara sulit. Era digital telah memudahkan segalanya untuk diakses melalui jaringan internet. Lewat jaringan internet dan berkunjung ke blog ataupun web para penggiat fashion seseorang dapat dengan mudah mengetahui apapun soal fashion.

09 October 2015 Published in Souvenir


Pada 10 Maret 2015 Presiden Joko Widodo memulai Ekpedisi Kapsul Waktu di Titik Nol, Sabang.  Ekspedisi yang diadakan Panitia Nasional Gerakan Ayo Kerja 70 Tahun Indonesia Merdeka ini adalah sebuah perjalanan  mengumpulkan mimpi  rakyat Indonesia tentang negerinya  di masa yang akan datang. Setiap  Daerah  propinsi boleh menyeleksi 7 mimpi dan kemudian memasukan  tulisan tentang mimpi tersebut  ke dalam sebuah kapsul.

06 October 2015 Published in Souvenir

Pertumbuhan kunjungan wisman selama delapan bulan (Januari-Agustus) 2015 sebesar 2,87% masih berada dalam angka pertumbuhan rata-rata pariwisata di kawasan Asia Tenggara.

22 September 2015 Published in Hot Spot

Keindahan Garut, di Jawa Barat sesungguhnya luar biasa.  Pemerintah Kota (Pemkot) Garut memiliki 42 kecamatan  dengan luas   daerah sekitar 320 ribu hektar ini,  memiliki sejumlah  tempat menarik untuk dikunjungi.

21 August 2015 Published in Hot Spot

Takdir Bali lebih dikenal dari Indonesia, sejak lama sudah kita kenal. Namun meski keterkenalan Bali  mencapai seluruh penjuru bumi, bukan berarti tidak perlu lagi  mempromosikan negeri yang mendapat julukan Pulau Dewata itu.

21 August 2015 Published in Hot Spot

Kepulauan Alor, di Nusa Tenggara Timur terletak di wilayah perbatasan Republik Indonesia –Timor Leste. Pulau ini memiliki segudang keunikan  alam dan Budaya.

12 August 2015 Published in Hot Spot

Dalam menyambut hari ulang tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 70, hotel bintang 4 pertama di Kupang, Aston Hotel & Convention Center kembali menawarkan promosi menarik dengan tema “Red & White Carnival”

30 July 2015 Published in Souvenir

Pemerintah mendukung pemberangkatan tiga grup kesenian Indonesia ke Inggris.  Kegiatan ini merupakan bagian dari mengikuti program UK National Tour 2015-Discover Indonesia, yang diharapkan bisa menjadi ajang promosi pariwisata Indonesia di Inggris.

25 July 2015 Published in Hot Spot

Masyarakat lereng Gunung Merbabu di Dusun Keditan, Desa Pogalan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, melaksanakan "Sungkem Tlompak" sebagai tradisi budaya mereka bertepatan dengan lima hari setelah Lebaran, (berdasarkan kalender Jawa), Rabu.

09 July 2015 Published in Hot Spot

Demi menambah jumlah kedatangan wisatawan nusantara dan wisatawan asing, Presiden Joko Widodo menaikkan anggaran promosi pariwisata Indonesia. Jumlahnya tidak tanggung tanggung  menjadi empat kali lipat.  Dari awalnya yang dianggarakan dalam APBN  sebesar 1, 3 Trilyun.

Hal ini disampaikan Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam acara Sosialisasi Kebijakan Kemenpar di Jakarta, Rabu (8 Juli 2015). “Anggaran Kementerian Pariwisata naik drastis. Presiden menaikkan anggarannya sebesar Rp5 triliun,” ujarnya di Jakarta, Rabu (8 Juli 2015).

Kenaikan anggaran promosi pariwisata, kata Arief, dilakukan sejalan dengan instruksi Presiden yang meminta dilakukan terobosan baru dalam  rangka mencapai target wisatawan asing maupun lokal.

Terobosan tersebut, masih kata Arief, termasuk dengan pemberlakukan Bebas Visa  Kunjungan (BVK) bagi 30 Negara yang mulai diberlakukan pada 10 Juni 2015 (sesuai Perpres No 69/2025).

Kebijakan BVK sebelumnya  telah diberikan pada 15 negara yakni  Thailand, Malaysia, Singapura, Brunei Darusalam, Philipina, Chili, Maroko, Peru, Voetnam, Ekuador, Kamboja, Laos, Myanmar, Hongkong SAR, Macao SAR.

Sementara 30 negara-negara penerima BVK yang baru  adalah : RRT, Rusia, Korea Selatan, Jepang, Amerka Serikat, Kanada, Selandia baru,Mexico, Inggris, Jerman, Perancis, Belanda, Italia, Spanyol, Swiss, Belgia, Swedia, Australia, Denmark, Norwegia, Finlandia, Polandia,Hungaria, Ceko, Qatar, UEA, Kuwait, Bahrain, Oman, dan Afrika Slatan.

Pemerintah membuka pintu masuk wisman penerima BVK 30 negara tersebut melalui bandara : Soekarno Hatta (Tangerang), Ngurah rai (Bali), Kualanamu (Medan), Juanda (Surabaya), Hang Nadim (Batam). Sedangkan pintu masuk melalui pelabuhan laut dibuka untuk BVK melalui  Pelabuhan Sri Bintan, Sekupang, Batam Center, dan Tanjung Uban

Menpar Arief  Yahya mengatakan, hasil kajian diberlakukannya kebijakan BVK 30 negara tersebut menunjukkan akan terjadi peningkatan jumlah kunjungan wisman sekitar 1 juta wisman per tahun.

“Angka proyeksi kunjungan wisman dari 30 negara penerima BVK tahun ini sebanyak 4,12  juta  wisman,  tahun  2016  sebanyak   5,16  juta,  dan  tahun  2017  sebanyak  6,45  juta.  Dua tahun berikutnya  2018 dan 2019 sebesar 8,06 juta dan10,8  juta  wisman,” kata  Arief Yahya

Menpar juga menegaskan bahwa, “BVK merupakan bagian dari best practise dari bisnis jasa (services) pariwisata. Sehingga banyak negara seperti negara tetangga kita berusaha memberikan sebanyak-banyaknya BVK dalam upaya menarik kunjungan wisman.”

Menpar kemudian  memberikan data benchmarking, Malaysia sebagai pesaing pariwisata Indonesia. Di mana Malaysia menjual produk yang hampir sama (mengandalkan  sumber alam, pantai laut dan matahari telah membebaskan 164 negara pada tahun 2014 berhasil menarik 27,4 wisatawan dengan perolehan devisa dari pariwisata  sebesar  US$ 21 Miliar,

Sementara itu Thailand yang membebaskan  visa pada 56 negara telah menarik 24,8 juta wisman dengan perolehan  devisa  sebesar US$ 42 miliar.  Sementara itu Indonesia yang membebaskan visa  di 15 negara  memperoleh kunjungan 9,1 juta wisman dengan erolehan devisa kurang dari UU$ 10 Miliar.

Melihat dampak positif dari kebijakan bebas visa menurut Arief Yahya, pemerintah berencana menambah bebas visa kunjungan lagi sehingga jumlahnya mendekati sebagaimana yang dilakukan oleh Malaysia dan Thailand.

“Kebijakan BVK ini membuka peluang untuk mendulang devisa serta menaikkan pendapatan langsung masyarakat dari pariwisata,” kata Menpar

Menurut Menpar, penambahan anggaran promosi dari pemerintah akan dialokasikan pada dua bagian utama, yakni 80% untuk promosi ke luar negeri demi mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman) dan sisanya untuk berpromosi di dalam negeri demi menambah jumlah wisatawan nusantara (wisnus).

Promosi wisman, akan diprioritaskan di Asean serta tiga negara besar di Asia yakni Jepang, Korea dan Tiongkok. Menurut Menpar negara Asean ditambah tiga negara lebih besar potensinya dibandingkan negara-negara di  Eropa, Afrika, Amerika maupun Australia.

“Dari segi originasi, kawasan Asean dan tiga negara itu potensinya lebih besar ditinjau dari sisi size, growth dan spread dibandingkan misalnya kawasan Amerika Latin. Potensinya 75%. Jadi lebih baik fokus melakukan promosi di daerah yang menghasilkan potensi besar,” ucapnya. XPOSEINDONESIA/NS  Foto : Dudut Suhendra Putra

More Pictures