Destinasi Geopark Kelas Dunia Ada di Sulawesi Selatan

13 July 2018

Georpark atau taman dunia menjadi konsep wisata baru yang saat ini terus dikembangkan Kementerian Pariwisata. Konsep geopark sendiri mengacu pada pengembangan kawasan yang memberikan pengaruh terhadap konservasi, edukasi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Diperkenalkan pertama kali oleh UNESCO pada 2000-an, geopark tidak hanya menjaga kelestarian alam, namun juga meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, Sulawesi Selatan (Sulsel) mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata Taman Bumi (Geopark) kelas dunia. Tahap awal pemerintah (Kemenpar) akan membantu mengajukan prosoal geopark di Kabupaten Maros ke UNESCO agar ditetapkan menjadi UNESCO Global Geopark (UGG).

“Tahun ini proposal Geopark Maros kita ajukan ke UNESCO. Kita harapkan tahun depan geopark nasional ini akan menjadi UGG atau Geopark kelas dunia,” kata Menpar Arief Yahya didampingi Sekretaris Daerah Sulawesi Selatan (Sulsel) H. Tautoto Tana Ranggina dan Walikota Makassar H. Moh. Ramdhan Pomanto ketika me-launching Calender of Event Sulawesi Selatan 2018 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta, Kamis malam (12/7/2018). 

Menpar Arief Yahya menjelaskan, Indonesia saat ini mempunyai 4 geopark UGG yakni; Ciletuh, Gunung Sewu, Gunung Batur, dan Gunung Rinjani dan 7 geopark nasional Kaldera Toba, Merangin, Belitong, Bojonegoro, Tambora, Maros Pangkep, dan Raja Ampat. “Namun, Indonesia mempunyai potensi sekitar 80 geopark, sebagian besar berada di wilayah Sulsel. Dengan dijadikan Gopark Maros sebagai UGG, diharapkan akan memicu geopark di tempat lainnya,” kata Arief Yahya.
 
Menarik Perhatian Wisatawan

Pengelolaan destinasi geopark relatif mudah karena melibatkan masyarakat setempat, begitu pula dalam mempromosikan karena memiliki banyak atraksi yang menarik wisatawan. Menpar Arief Yahya memberi perbandingan, Geopark Sewu Pacitan hingga Geopark Gunung Kidul Yogyakarta setiap tahun dikunjungi tidak kurang dari 4 juta wisatawan.

“Begitu pula Geopark Super Volcano Toba setelah gencar kita promosikan wisatawan mancanegara (wisman) yang datang kesana naik 300% dan PAD di Kabupaten Samosir naik hingga 82% begitu juga  PAD Simalungun naik 90%,” kata Arief Yahya seraya mengharapkan hal tersebut nantinya juga terjadi di destinasi geopark di Sulsel. 

Dalam mengembangkan destinasi geopark kelas dunia, Indonesia juga mem-benchmarking  dengan geopark China yang kini mempunyai 140 geopark nasional, 37 geopark di antaranya sudah menjadi destinasi geopark kelas dunia atau UGG. “Dari 37 geopark UGG ini, pariwisata China setiap tahun mendapat pemasukan sekitar Rp 100 triliun. Kita ingin mencontoh China dalam mengembangkan destinasi UGG,” kata Arief Yahya.  
 
Sekretaris Daerah Sulsel  H. Tautoto Tana Ranggina mengatakan, pariwisata menjadi sektor andalan dalam mengembangkan Sulsel. “Namun dalam mengembangkan sektor pariwisata, Pemprov Sulsel masih dihadapkan kendala utamanya   antara lain infrastruktur ke obyek-obyek wisata,” katanya.
 
Provinsi Sulsel tahun ini memiliki tiga event unggulan yang masuk dalam 100 Wonderful Event Indonesia 2018 yakni; Eight Festival (F8), Lovely December, dan Festival Phinisi. Ketiga event ini diharapkan akan mendorong meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sulsel yang tahun ini mentargetkan 250.000 wisman. Eight Festival (F8) akan berlangsung di Pantai Losari, Makassar pada 6-10 September 2018, sedangkan Festival Phinisi 2018 akan berlangsung di Kabupaten Bulukumba pada 13-16 September 2018 dan Festival Lovely Toraja 2018 akan berlangsung di Kota Makale pada 28-29 Desember 2018 mendatang. XPOSEINDONESIA : Foto : Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata

More Pictures

Last modified on Friday, 13 July 2018 05:03
Login to post comments