Setyono Djuandi Darmono : Tanjung Lesung Bisa Menjadi Smart City

07 June 2018

Tanjung Lesung merupakan tempat pilihan menyenangkan untuk liburan akhir pekan. Terletak di Pantai Barat Jawa, Provinsi Banten. Tempat ini dikenal menawarkan ombak yang bagus,  tempat berenang yang tenang, terumbu karang yang sangat sehat, juga hamparan pasir putih yang menakjubkan.

 

Untuk sampaii titik ini, dibutuhkan 3 - 4 jam perjalanan dengan mobil dari Jakarta yang ramai dan 30 menit dari Carita.  Sayangnya, untuk mencapai tempat eksotis ini, banyak kendala   yang  dihadapi. Misalnya,  sepanjang perjalanan yang memakan waktu 3-4 jam itu, masih kurang banyak tersedia rumah makan, di samping infrastruktur  pun belum tersedia  secara memadai.

"Infrastruktur dasar memang masih kurang,  karena kurang pendanaan akibat investor belum pada masuk. Tapi Pak Jokowi sudah instruksikan untuk pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus itu dipercepat,” ujar  Chairman Jababeka Grop  Setyono Djuandi Darmono saat diskusi bertema Peluang Investasi di Bidang Pariwisata Guna Mendukung Program Pembangunan 100 Kota Pariwisata Menjadi Smart City di Menara Batavia, Jakarta, Rabu, (6/6).

Di luar soal infrastruktur, promosi  yang maksimal dan berkesinambungan menjadi kata kunci dalam memperkenalkan Tanjung Lesung  hingga menjadi destinasi wisata yang dicari oleh wisatawan mancanegar nusantara.

Darmono mengatakan, orang Indonesia seharusnya semakin sering menceritakan mengenai kondisi yang baik di dalam negeri sehingga orang asing yang ada di luar negeri bisa mengetahui informasi yang positif mengenai negeri ini.

“Indonesia tidak hanya punya Bali tapi ada Raja Ampat, Candi Borobudur, Tanjung Lesung dan lainnya sehingga menjadi tugas kita bersama untuk mempromosikan keindahan Indonesia,” tutur Darmono.

Ia  kemudian menjelaskan bahwa Jababeka serius dalam mengembangkan Tanjung Lesung sehingga bisa membantu pemerintah dalam memenuhi target kunjungan wisman ke Tanah Air.

Di tengah itu, Darmono juga memaparkan konsep smart city  yang bukan hanya bertumpu pada pesatnya pembangunan infrastruktur, melainkan kedamaian dan ketenangan hidup di dalam sebuah kota.

Menurut Darmono jika mengacu pada konsep smart city yang digagasnya, justru kota Jakarta tidak termasuk sebagai smart city. “Jakarta tidak setenang Ende, di NTT. Justru yang tinggal di sini ini (Jakarta) bodoh-bodoh. Lebih enak di Ende, Karena di sana nikmat, tidak buru-buru dan tidak stress," ucap Darmono.

Damono menambahkan, konsep smart city masih jadi perdebatan karena menekankan pada sudut pandang mana. Namun konsep dalam pemikirannya lebih menekankan pada kedamaian dan kenyamanan hidup. "Seperti Tanjung Lesung, orang ingin tinggal di sana karena udara yang sejuk, dan kehiduoanan tenang juga damai," ujarnya. XPOSEINDONESIA/NS Foto : Dudut Suhendra Putra

More Pictures

Login to post comments