Aceh Aman dan Siap Menggelar Sail Sabang 2017

10 November 2017

Gubernur Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Irwandi Yusuf, menyebut Aceh  dan terutama Sabang tidak sabar  menunggu  tanggal 28 November  saat  penyelenggaraan Sail Sabang 2017.  “Kami sudah menyiapkan  kegiatan ini secara detail, dan  menjamin Aceh dalam kondisi aman. Aceh sudah aman sejak 2005, Aceh adalah provinsi yang paling aman  di seluruh nusantara.  Catatan di kepolisian, pelanggaran  terbanyak di Aceh adalah pelanggaran lalu lintas!” kata Irwandi Yusuf  dalam pidatonya di acara lauching Sail Sabang 2017 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Kamis (9/11).  Hadir dalam acara tersebut  Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya  juga Walikota Sabang Nazaruddin.

 

Irwandi lebih lanjut menyebut, gagasan pemerintah untuk menyelenggarakan Sail Sabang 2017 ini telah membangkitkan  semangat masyarakat Aceh, untuk membuka pintu selebar-lebarnya, lebih memperkenalkan Aceh ke tingkat dunia, bahwa Aceh sudah siap menerima siapa saja.  “Impian Sail Sabang  ini tidak  hanya untuk mempromosikan wisata di Aceh, tidak hanya  untuk mengatakan bahwa kondisi Aceh sudah aman.  Dan memang sudah aman sejak tahun 2015.  Tetapi juga  sebagai wahana untuk mendorong percepatan pembangunan Aceh!” ungkap Irwandi.

Penyelenggaraan event  Sail Sabang 2017 dimaksudkan untuk mengingatkan kembali kepada dunia bahwa Sabang pernah menjadi titik temu peradaban berbagai bangsa; Arab, Cina, Eropa, dan India, dan ini  telah diceritakan dalam perjalanan Perahu Borobudur Samudraraksa menjelajahi hingga Afrika,  “Sabang juga pernah sebagai titik tolak peziarah haji ke Mekkah,  dan dalam perjalannnya akan menjadi pelabuhan singgah masa perdagangan dunia hingga poros maritim dunia,” kata  Irwandi Yusuf.

Irwandi Yusuf mengatakan, sebagai poros maritim dunia Sabang segera memiliki pelabuhan peti kemas modern (Pelabuhan CT-3) yang pada kesempatan itu lokasinya akan diresmikan oleh Presiden Jokowi. Presiden juga akan meresmikan Sabang  sebagai International Marine Tourism Hub karena lokasinya strategis dekat dengan Langkawi, Phuket, dan Singapura sebagai tempat berkumpulnya para komunitas yachter.

Kegiatan Sail Sabang 2017 dirancang akan dilangsungkan pada 28 November hingga 5 Desember  2017 di Teluk Sabang (untuk pembukaan dan puncak acara), serta Sabang Fair, Gapang Resort,  dan Kilometer Nol (Km 0). Pada acara pembukaan ditampilkan;  tarian kolosal Laksamana Malahayati ; toll ship parade (melayarkan KRI Bima Suci dari Spanyol dan mengundang Tall Ship negara-negara yang dilewati India, Malaysia, Thailand, dan Singapura); diikuti Kapal Pemuda Nusantara, kapal riset Baruna Jaya IV dan Baruna Jaya VIII, konvoi 100 kapal yacht peserta Sail Sabang 2017 dari Langkawi, Phuket, Singapura, Australia, Eropa, dan parade kapal nelayan tradisional.

Selain itu digelar sejumlah kegiatan sebagai supporting event antara lain; Jambore Iptek, International Freediving Competition, Sabang Underwater Contest, Sabang Carnival, Kapal Pemuda Nusantara, Aceh Cullinary and Coffee Festival, Sabang Wonderful Expo and Marine Expo, Sales Mission Cruise Operatror and Yacht,  Seminar Wisata Bahari. Kegiatan lain yang kalah menarik adalah Pentas Pesona Indonesia, lomba mancing, lomba video dan foto melalui drone,  Welcome Dinner, City Tour Banda Aceh,  dan bakti sosial serta bersih pantai

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya  dalam pidato balasannya menyebut pembukaan acara puncak Sail Sabang  akan dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2Desember 2017. Penyelenggaraan Sail Sabang 2017 yang mengangkat tema ‘Trail of Sea Civilization’ ini dikatakannya sebagai event tahunan Sail Indonesia (dimulai Sail Bunaken  2009 dan terakhir Sail Selat Karimata 2016)  yang terbesar sepanjang 2017. “Kegiatan ini  dalam rangka meningkatkan pariwisata bahari dengan menjadikan Sabang sebagai  destinasi wisata bahari kelas dunia  serta mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakat Sabang yang berada di kepulauan terdepan Indonesia.” Kata Menteri,

Arief Yahya  juga menyebut Sabang ditetapkan sebagai salah satu destinasi unggulan untuk wisata bahari karena potensi alam dan lokasinya yang strategis sehingga setiap tahun disinggahi puluhan kapal pesiar (cruise)  maupun kapal yacht  dari mancanegara. “Di kalangan wisatawan penggemar marine tourism,  Sabang dikenal sebagai destinasi favourit karena para traveller bisa melakukan berbagai aktivitas  antara lain; diving, snorkeling, fishing, sun-beaching,  dan kegiatan wisata bahari lainnya dengan spot-spot yang menarik,” kata Arief Yahya.
 
Menpar menjelaskan, tahun lalu kapal pesiar (cruise) yang singgah di Sabang sebanyak 10 cruise dengan membawa 6.137 wisman (per November 2016) serta  37 yacht membawa 82 wisman (per Juni 2016)  dengan total kunjungan wisman (yacht, cruise, dan diving) per November 2016 mencapai 9,763 wisman. “Event Sail Sabang 2017 akan menjadi momentum untuk mempromosikan dan meningkatkan kunjungan wisman (yacht, cruise, dan diving) ke Sabang,” kata Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya mengatakan, promosi Sail Sabang 2017 dilakukan melalui media online dan offline di antaranya promosi melalui media dalam dan luar ruang di tempat-tempat  strategis di mancanegara antara lain di Changi Airport Singapura dan Kuala Lumpur International Airpor (KLIA) serta melalui  tayangkan di CNN, BBC, dan FOX. Selain itu promosi juga dilakukan lewat komunitas yachter internasional dari Langkawi, Phuket, Singapura, Australia, Eropa.

Walikota Sabang Nazaruddin menjelaskan, untuk mensukseskan Sail Sabang 2017 telah dipersiapkan fasilitas akomodasi untuk kunjungan sekitar 5.000 tamu undangan di antaranya dipersiapkan penginapan apung  kapal Pelni dan kapal yacht serta homestay sebanyak 19 buah dengan kapasitas 96 kamar.

Sementara itu untuk sarana transportasi udara dipersiapkan penerbangan  ke  bandara Sabang, dan transportasi laut  antara lain dengan menambah kapal penyeberangan berupa tiga kapal cepat sebanyak 3 trip/hari dengan jumlah  2.400 penumpang  serta kapal ferry lambat untuk mengangkut logistik. XPOSEINDONESIA/NS Foto : Dudut Suhendra Putra

More Pictures

Login to post comments