Tour de Flores 2016 : Upaya Memperkenalkan NTT ke Tingkat Dunia

29 January 2016

Kementerian Pariwisata  meluncurkan Tour de Flores (TdF) 2016 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, Kamis (28/1) kemarin. Dalam kesempatan itu hadir untuk meresmikan acara antara lain Menpar Arief Yahya bersama Gubernur NTT Frans Lebu Raya,  Bupati Flores Timur Yoseph Lagadoni Herin, pengurus  PB.ISSI (Ikan Sport Sepeda Indonesia) dan UCI (Union Cycliste Internationale).

 

Menpar  Arief Yahya menyambut baik kegiatan TdF 2016 .  “Sport tourism sangat efektif sebagai sarana mempromosikan daerah tujuan wisata agar lebih dikenal ke mancanegara. Banyak event  sport tourism  internasional seperti Olimpiade, World Cup, maupun MotoGP diperebutkan banyak negara karena memberikan nilai tambah ekonomi maupun publikasi,” kata Arief Yahya.

TdF 2016 yang akan menjadi kalender tahunan memang sengaja dirancang untuk mempromosikan potensi pariwisata NTT.  Ajang ini dibuat dalam upaya memenuhi target 12 juta wisatawan mancanegara (wisman) dan 260 juta perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) ke Indonesia.

TdF sendiri nantinya akan berupa Sport tourism balap sepeda internasional yang akan diselenggarakan pada 19-23 Mei 2016. Kegiatan akan mengambil start  dari Kota  Larantuka dan finish di Labuhan Bajo. 

Telah terkumpul 21 team  sebagai peserta TdF 2016. Dengan rincian 16  team dari mancanegara terdiri dari 24 negara dan 5 team dari dalam negeri (4 tim nasional dan 1 tim daerah). Peserta TdF  2016 sendiri adalah lanjutan dari peserta Tour de Ijen (TdI) Banyuwangi, Jawa Timur yang akan berlomba  pada 11 - 14 Mei 2016. 
 
Para peserta akan berlomba melintasi obyek-obyek  wisata unggulan NTT sepanjang 743 km . Lintasan ini sendiri terbagi dalam lima etape (Larantuka-Maumere, Maumere-Ende, Ende-Bajawa, Bajawa-Ruteng, dan Ruteng-Labuhan Bajo).

Menurut Arief Yahya, Indonesia memiliki sejumlah event sport tourism  internasional antara lain Tour de Singkarak, Tour de Ijen, Bintan Triatlon, serta Jakarta Marathon yang kesemuanya meningkatkan kunjungan wisatawan. 

Pengalaman  dalam menggarap sport tourism  tersebut  menjadi salah satu pertimbangan mengapa Indonesia dipilih sebagai tuan rumah penyelenggaraan event sport tourism internasional balap motor  Road to MotoGP 2017 yang akan berlangsung di sirkuit Sentul Bogor pada 2017 dan ASIAN Games  di Palembang pada 2018 mendatang.

Menurut Arief Yahya, NTT memiliki potensi besar di sektor pariwisata karena memiliki daya tarik budaya dan alam berkelas dunia antara lain  Danau Kalimutu dan Komodo di Pulau Komodo. Dan Event TdF  diyakini sangat efektif dalam mempromosikan Labuhan Bajo sebagai satu di antara 10 destinasi wisata prioritas yang tengah  dikembangkan pemerintah. 

“TdF 2016  merupakan  kegiatan promosi dengan pendekatan BAS (Branding/PR-ing, Advertising, dan Selling) khususnya branding  dalam Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia,” kata Menpar Arief Yahya.

Sementara itu Gubernur  Frans Lebu Raya mengatakan, penyelenggaraan TdF 2016 selain untuk mempromosikan dan mengangkat potensi pariwisata Flores juga untuk  menggerakan ekonomi memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal, mempercepat pembangunan infrastruktur,   serta mendukung Labuhan Bajo sebagai destinasi wisata prioritas. “Kegiatan pariwisata akan mempercepat pertumbuhan ekonomi NTT yang  bertekad ingin mewujudkan sebagai provinsi pariwisata atau New Tourism Territory,” kata Frans Lebu Raya.

Frans Lebu Raya menegaskan, kegiatan ekonomi pariwisata akan meningkatkan pendapatan masyarakat secara langsung. “Dampak ekonomi pariwisata sangat besar. Kami memproyeksikan pengeluaran wisman dan wisnus yang langsung diterima masyarakat Flores  tahun  pertama 2016 ini sebesar Rp 2,9 triliun kemudian pada tahun kelima 2020  naik menjadi Rp 16,3 triliun,” kata gubernur.

Tahun 2016 target kunjungan wisman ke Flores sebesar 100 ribu wisman, kemudian akan naik menjadi 500 ribu pada 2020 dengan total pengeluaran  sebesar US$ 1 miliar atau setara Rp 14 triliun, sedangkan target wisnus sebanyak 250 ribu pada 2016 akan menjadi 1,6 juta perjalanan wisnus  pada 2020 dengan pengeluaran mencapai Rp 6,4 triliun.

Penyelenggaraan TdF 2016 akan meliputi pre-event activities antara lain mengunjungi destinasi wisata Kelimutu,  on event  activities yaitu pelaksanaan TdF 2016 sebagai main event  serta dimeriah dengan  supporting event berupa kegiatan touring atau funbike dan pertunjukan kesenian daerah, kemudian akan diakhiri dengan post event activities  para peserta akan mengunjungi Pulau Komodo dan Pink Beach. XPOSEINDONESIA/NS Foto : Dudut Suhendra Putra

More Pictures

Login to post comments