Jokowi: Target Wisatawan 20 juta Tercapai 2-3 Tahun Mendatang

01 January 2016

Paradiso- Mengawali tahun 2016, Presiden Joko Widodo tengah menanti matahari terbit di Dermaga Pantai Waiwo, Raja Ampat, Jumat 1 Januari 2016. Ditemani wartawan yang mengikuti perjalanannya dari Jakarta, Presiden banyak bercerita tentang harapan dirinya di sektor pariwisata.

Setelah mengunjungi langsung Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur minggu lalu, dan Raja Ampat, Papua Barat, Presiden optimis dalam dua-tiga tahun mendatang, target 20 juta wisatawan dapat terwujud. “Destinasi sebagus ini kita punya banyak, kalau kita tidak dapat 20 juta (wisatawan), kebangetan. Negara tetangga 24-27 juta,” ucap Presiden Jokowi di Dermaga Waiwo, Raja Ampat, Kamis (31/12/2015).

Tapi untuk mencapai angka 20 juta itu, Presiden mengingatkan bahwa masih banyak yang harus dibenahi, seperti sektor promosi dan keputusan wilayah yang menjadi unggulan. “Dan juga perbaikan produk itu sendiri,” ucap Jokowi.

Untuk Raja Ampat, Presiden menyebutkan tiga hal yang harus dipersiapkan, yaitu bandara dengan perpanjangan runway dan terminal, serta dermaga dan kapal. “Kapal diperlukan untuk akses antara pulau, kalau tidak ada mahal sekali,” kata Presiden.

Presiden juga telah meminta kepada menteri pariwisata untuk menjadikan Raja Ampat sebagai pariwisata yang eksklusif. “Seperti ada kuotanya, biar hutan dan lautnya tidak rusak,” ujar Jokowi.

Sementara untuk Labuan Bajo, Presiden meyakini Labuan Bajo akan semakin terkenal. Bukannya tanpa alasan, Presiden menyampaikan keyakinannya itu. “Alamnya khas, hutannya tidak banyak, tapi vegetasinya unik. Dunia mana ada yang punya komodo? Di sekitarnya bisa untuk diving  dan snorkling,” kata Presiden.

Strategi Menteri Pariwisata

Usaha keras dilakukan Menteri Pariwisata Arief Yahya beserta jajarannya untuk meraih hasil maksimal dalam bidang pariwisata. “Untuk target tahun 2016, kementerian optimis jumlah kunjungan wisman 12 juta, dan wisnus 260 juta perjalanan,” ungkap Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam kesempatan terpisah.

Lebih jauh dirinya menjelaskan, dari target 12 juta wisman, diproyeksikan menghasilkan devisa Rp 172 triliun, sementara dari target 260 juta perjalanan wisnus, diproyeksikan menghasilan devisa Rp 223,6 triliun.

Untuk mencapai target tersebut disiapkan berbagai strategi, salah satunya adalah dengan melanjutkan promosi dan memperkuat branding Wonderful Indonesia ke berbagai negara pasar utama.

Selain itu, Kementerian Pariwisata bersama dengan stakeholder akan terus menjalankan kegiatan advertising dan selling, antara lain dengan mengikuti kegiatan pameran pariwisata internasional di banyak negara.

Program terbaru yang akan dijalankan Kementerian Pariwisata adalah dengan melakukan sales mission, yaitu misi penjualan ke berbagai kota-kota besar yang menjadi sumber utama wisman, seperti ke berbagai negara Asia Tenggara, Eropa, Afrika, dan Amerika. Tak hanya itu, dalam program familiarization trip, Kementerian Pariwisata akan mengundang para operator tour, media cetak dan elektronik, hingga penggiat sosial media, dan blogger dari mancanegara untuk ikut mempromosikan pariwisata Indonesia.

Menteri Arief juga menjelaskan kesiapan pariwisata Indonesia dalam menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asia) 2016. Persiapan yang telah dilakukan adalah mempersiapkan 28 standar usaha pariwisata dan 1.500 auditor standar usaha pariwisata. Lebih dari itu, Kementerian Pariwisata juga akan memfasilitasi sertifikasi kompetensi tenaga kerja bidang pariwisata, dan mendirikan 12 lembaga sertifikasi profesi di bidang pariwisata.

“Saya akui, SDM kita masih kalah dari Singapura, Malaysia, Filipina, dalam waktu dua tahun kita bisa mengalahkan Malaysia. Saya juga sudah mengundang semua perguruan tinggi yang ada jurusan pariwisata, dan semua lulusan perguruan tinggi jurusan pariwisata akan langsung kita sertifikasi level ASEAN. Kalau bangsa ini SDMnya bagus, pasti menang,” ungkap Arief Yahya optimis. (*/bowo)

Last modified on Friday, 08 January 2016 04:15
Login to post comments