d’Masiv

10 September 2013

Perform di Irlandia, bikin Video Klip di Inggris

Band asal Cileduk, ‘Jakarta Coret’ – perform di Guinness Arthur’s Day Festival ( Irlandia ) dan bikin video klip di Inggris Raya. Itulah kekuatan d’Masiv di tahun ke 10 usianya.

Bersaing dengan 3 Band Rock

‘Ini merupakan keberuntungan, sekaligus kekuatan d’Masiv sekarang, karena kami sebenarnya bukan band yang terpilih dari awal mengikuti audisi dengan sistem vote penonton untuk ambil bagian dalam Guinness Arthur’s Day di Irlandia, “ ujar Rian vokalis d’Masiv.  

Panitia Guinness Arthur’s Day Festival mencari band dari seluruh Dunia yang siap ambil bagian dalam festival musik non kompetitif di Dublin Irlandia.  Sistem audisinya dilakukan dengan meminta beberapa band dengan genre yang sama, perform dengan team audisi  masyarakat luas dengan sistem vote. 

Sebetulnya d’Masiv bukan 4 band pilihan utama, “Pilihan utama panitia adalah J Rock, /rif dan Netral, juga ada band-band lain yang awalnya sudah ditunjuk ikut vote audisi ini, tapi dengan berbagai alasan : ada yang tidak mau ikut audisi, karena dibikin oleh perusahaan beer, ada juga band merasa tidak siap. 

d’Masiv pilihan terakhir, karena Panitia melihat banyak hal dari kami, antara lain d’Masiv berasal dari banyak festival band,  juga melihat kami bermain di Java Jazz, padahal d’Masiv band dengan genre pop, “ lanjut Rian.

Ajang vote peserta Guinness Arthur’s Day Festival digelar di 11 titik pertunjukan musik  4 band itu di 4 kota di Indonesia, dari Mei – Juli 2013. Yang menarik, pemilih d’Masiv banyak diantaranya yang bukan Massiver, “ Kaya Sherly yang memenangi ticket ikut terbang ke Irlandia bersama d’Masiv, itu bukan fan d’Masiv, tapi dia memilih d’Masiv waktu nonton kami main di Minus Two Café, Jakarta Utara, pemenang satunya memang Masisiver sejati, “ lanjut Rian.

Xpose Indonesia mencatat, d’Masiv tidak selalu unggul dari perolehan ‘suara’  sejak Mei- Juli. Pernah suatu kali – dalam tempo yang cukup panjang – d’Masiv berada pada posisi ke 3 setelah J Rock dan /rif, “Kami pasrah, tapi d’Masiv tetap main konsisten dengan inovasi penampilan baru, termasuk yang ada unsur rock-nya, “ penjelasan Rian.

Sampai akhirnya d’Masiv dipilih oleh lebih dari 80.000 voters, di atas J Rock, dan jauh diatas /rif dan Netral. Care, Creative & Entertaining . Dalam usianya yang ke 10 tanggal 3 Maret 2013, d’Masiv mendeklarasikan filosofi penampilan baru : Care, Creative and Entertaining. Mudah dibaca, filosofi ini menyiratkan kreativitas dan inovasi penampilan baru yang beda. 

Jika awalnya kita kenal d’Masiv sebagai band dengan lagu-lagu yang melodius, lembut, mellow, sebagian besar tema cinta, “Kini kami siap menyajikan penampilan beda, yang entertaining, benar-benar menghibur, “ kata Rayyi, bassist yang energetic, dan dalam showcase Tanpa Batas yang diambil Net TV di Balai Kartini 4 September lalu, Rayyi juga tampil dengan contra bass akustik, disamping memainkan bas gitar elektrik dengan warna pop, rock dan kadang jazzy.

Konser Tanpa Batas di Balai Kartini itu mengejutkan Massiver  dan para music lovers, termasuk wakil dari Guinness Beer, karena dibuka dengan lagu ‘Diam Tanpa Kata’ dari album pertama, yang diaransir dalam tendensi rock.  

Dengan 2 gitaris  Dwiki Aditya Marsall dan Nurul Damar Ramadan, dengan posisi selevel sebagai lead guitarist, asumsi d’Masiv berubah menjadi band rock itu terlihat. Apalagi peran Rayyi Kurniawan ( bas ) dan Wahyu Piadji ( drums ) pada rhythm section sungguh menempatkan d’Masiv sebagai rockers sejati. 

Malam itu, d’Masiv mendapat dukungan additional player keyboards Robby Amoroza, session player sejumlah band kondang Indonesia, yang – uniknya – juga bermain dengan Danar dan Adit pula yang sesekali berpindah dari gitar ke  keyboards atau piano. 

‘Tapi kami tak akan meninggalkan karakter lama yang menjadikan d’Masiv besar melalui rekaman, lagu-lagu lembut khas d’Masiv pun tetap kami tampilkan, meski dengan warna beda, “ ujar Damar dalam jumpa pers, Dan yang membuat ‘kelembutan beda’ itu adalah, penampilan d’Masiv dengan akustik, bahkan membuat aransemen country untuk agu ciptaannya. 

Hongkong, KL, Taiwan, Irlandia, Inggris

D’Masiv membuka karier musiknya tatkala rata-rata pemainnya masih duduk di bangku klas 1 SMA. Band asal Ciledug, kota yang masuk Jakarta ‘coret’ alias sebelah Jakarta Selatan itu, d’Masiv merajai berbagai kompetisi band di kawasan Jakarta dan Jawa Barat, bahkan sangat sering memenangi Komposisi Lagu Terbaik dan The Best Player atau Vokalis Terbaik.

“Mas Bens Leo saksi hidup perjalanan karier d’Masiv, nggak tahu kenapa, setiap kali kami ikut Kompetisi Band dan Mas Bens jadi juri, d’Masiv selalu jadi juara pertama dan Komposisi Lagu Terbaik termasuk di A Mild yang akhirnya mengantar kami masuk Musica dan ketemu Bu Acin, “ kata Rian Ekky Pradipta, vokalis yang tidak pernah menyanyi fals ini. 

Bens pula yang menyarankan d’Masiv harus bangga dengan lagu ciptaan sendiri yang orisinal dan meminta d’Masiv menghentikan ikut Kompetisi Band tatkala A Mild Live Band Competition sudah mengantar d’Masiv masuk ‘kaca televisi’.

Dengan bendera The New Chapter, d’Masiv didukung penuh oleh Musica Studio’s membuka tour New Chapter-nya 22 September di Hongkong, lalu tanggal 23 September malam terbang ke Dublin Irlandia ambil bagian di panggung utama café top di Dublin, pada Guinness Arthur’s Day. d’Masiv  akan berangkat ber-10, 6 pemain, 2 sound engineer dan 1 dari management merangkap bagian dokumentasi dan satu clip maker.  

Di Dublin, d’Masiv akan perform 8 lagu, 3 di antaranya lagu d’Masiv yang diterjemahkan dalam bahasa Inggris yakni  ‘Semakin’, ‘Menyegarkan’ dan ‘Jangan Menyerah’ dan satu lagu milik band indie Irlandia The Divine Comedy berjudul ‘National Express’, 

“Saya nga-fan berat sama band Irlandia ini, punya sebelas albumnya, 2 proyek rekamannya dan 5 vynil ( piringan hitam ) nya, “ kata Ria soal Divine Comedy.  Tour Eropa d’Masiv akan dikunci dengan membuatan video klip single dari album keempatnya yang digarap oleh clip maker Upie Guava di Inggris tangal 28 September.

Tanggal 1 Oktober d’Masiv diharapkan sudah sampai Jakarta dan melanjutkan tour Asia di 2 titik kunjungan fans massal-nya di Kuala Lumpur ( 5 Oktober ) dan dikunci di Taiwan ( 13 Oktober ) (Bens Leo, Foto : Dudut Suhendra Putra).

More Pictures

 

 

Last modified on Friday, 13 September 2013 11:47
Login to post comments

Music

July 13, 2013 0

Andi Auriec Menunggu Berkah ‘Sampai Mati’

Jika sekali waktu Anda berkunjung ke  Ancol Beach City...
July 27, 2013 0

Metalica Live in Jakarta

Metallica, akan manggung di Jakarta pada Minggu, 25...
July 27, 2013 0

“Best Song Ever” dari One Direction

Superstar global, One Direction merilis single terbaru...
July 29, 2013 0

Alicia Keys Manggung di Jakarta

Alicia Keys terkenal di dunia musik sebagai pelantun...