Mandiri Maumere Jazz Fiesta Flores 2016 : Bakau, Pantai, Laut Berpadu dengan Jazz

06 October 2016

Maumere, yang terletak di Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, memiliki potensi  alam yang sangat indah.  Melchias Markus Mekeng tokoh masyarakat Maumere yang juga pendiri Yayasan Bapa Bangsa menyebut tak banyak yang berkunjung ke Maumere setelah tsunami menghantam daerah ini, pada tahun 1992. Padahal, Maumere dikenal sebagai daerah pesisir yang berpantai indah. Terumbu karang di teluk Maumere pernah disebut sebagai spot menyelam terbaik di dunia.

Untuk lebih  lebih memperkenalkan Maumere ke khalayak dunia, Yayasan Bapa Bangsa bersama Wartajazz menyusun acara Mandiri Maumere Jazz Fiesta Flores 2016. Acara akan berlangsung pada Sabtu (15/10) hingga Minggu (16/10) dengan menampilkan Andre Hehanussa, Ivan Nestorman (Ivan and the Nestornation), Syaharani, Trie Utami, Ras Muhamad, Barry Likumahuwa, Djaduk Ferianto, Emil & Orkestra Satu Sikka dan Big One. Dua nama terakhir merupakan penampil yang berasal dari Maumere.  "Konser ini gratis untuk ditonton," demikian ujar Melchias Markus Mekeng, pendiri Yayasan Bapa Bangsa dalam jumpa pers di Beka Resto, Balai Sarbini, Jakarta Selatan, Rabu (5/10/2016).

Even yang baru pertama kali  diadakan ini akan mengambil tempat di hutan mangrove Babah Akong seluas kurang lebih 70 hektar di Desa Mengepanda, Kecamatan Mangepanda Kabupaten Sikka, Flores. "Kami ingin daerah ini dikenal melalui potensi budaya dan wisata,” ungkap Melchias Markus Mekeng.

Sementara itu Festival Director Agus Setiawan Basuni dari Warta Jazz mengatakan acara ini  sebagai upaya untuk memperkenalkan kembali Maumere sebagai destinasi pariwisata. "Pada tahun 1980-an  Maumere adalah tempat diving  bagi para pe-diving di seluruh dunia. Pada tahun tersebut  turis mancanegara yang datang sangat banyak. Tapi Maumere tahun 1992 kena tsunami dan koralnya rusak," lanjut Agus.

Selain menjanjikan keindahan alam Maumere, Babah Akong dipilih dengan alasan untuk mengangkat isu lingkungan hidup."Setelah kami keliling beberapa tempat, kami juga memutuskan ingin mengangkat masalah lingkungan hidup. Apalagi dulu pernah terjadi tsunami. Jadi ada isu lingkungan hidup dan keindahan alam.  Dan ini akan jadi festival jazz yang berbeda dari lainya karena ada bakau, pantai, laut, dan perbukitan," ujar Agus. XPOSEINDONESIA/NS Foto : Dudut Suhendra Putra

More Pictures

Last modified on Sunday, 09 October 2016 03:55
Login to post comments

Music

July 13, 2013 0

Andi Auriec Menunggu Berkah ‘Sampai Mati’

Jika sekali waktu Anda berkunjung ke  Ancol Beach City...
July 27, 2013 0

Metalica Live in Jakarta

Metallica, akan manggung di Jakarta pada Minggu, 25...
July 27, 2013 0

“Best Song Ever” dari One Direction

Superstar global, One Direction merilis single terbaru...
July 29, 2013 0

Alicia Keys Manggung di Jakarta

Alicia Keys terkenal di dunia musik sebagai pelantun...