Jakarta Melayu Festival 2016 : Mengangkat Melayu Terendam

11 August 2016

Ibarat mengangkat batang terendam. Istilah ini, digunakan oleh musisi Melayu Darmansyah untuk memperlihatkan kondisi musik Melayu  yang sebenarnya di peta musik Nasional. “Karena sudah terendam pasti sulit diangkat. Perlu upaya ekstra keras dari beragam pihak untuk  mengangkatnya,”  kata  Darmansyah  dalam jumpa pers di Tebet Timur Dalam Raya, Jakarta Selatan, Rabu (10/8/2016).

Baca Juga : Jakarta Melayu Festival Bakal Menggoyang Ancol Beach City

Sebelumnya, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan juga mengatakan untuk melestarikan budaya lokal diperlukan dukungan pemerintah, tidak saja dana tetapi juga sumber daya manusia. Dukungan dalam bentuk sumber daya jumlahnya harus diperbesar, kalau tidak bergerak lebih intensif budaya tradisional bisa punah.  Pemerintah harus terus mendukung kebudayaan. Dukungan bukan hanya doa tapi juga sumber daya," kata Anies.

Mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Ferry Mursyidan Baldan menyebut  perlunya kembali peduli terhadap kelestarian musik Melayu. "Melayu adalah identitas ke-Indonesiaan. Saya tertarik berbicara soal Melayu tidak bicara soal etnis, tapi identitas ke-Indonesiaannya," kata Ferry.

Meski bisa menjadi identitas diri, sayangnya, menurut pengamatan Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon justru ironis  banyak anak-anak muda tak  mengenali lagi musik Melayu. Itu pula yang menjadi sebab ia tak bisa berkembang banyak, bahkan tersendat untuk menjadi tuan rumah di negerinya  sendiri.  Padahal  menurut Fadli Zon, Musik Melayu merupakan musik yang menjadi identitas sangat penting, sehingga keberadaannya di tanah air Indonesia harus terus didukung.

Anies Bawesdan menanggapi situasi itu, dengan   mengajurkan lebih berperannya  orang tua dalam menentukan "arah" musik  anak-anaknya. "Selama ini, sepanjang hari selera anak-anak kita tanpa sadar digerakan oleh  supir  di dalam mobil kita. Ada baiknya memulai gerakan memutar lagu Melayu untuk anggota keluarga kita sendiri."


Musisi Melayu Vico dari Amigos Band mengatakan musik Melayu adalah cikal bakal musik Indonesia, maka jika tidak dilestarikan akan tergerus dengan budaya dari luar Indonesia. "Sekarang ada K-POP dan musik lainnya, tetapi musik Melayu adalah Indonesia yang mempunyai ritme joged yang tidak dimiliki jenis musik lainnya," kata dia.

Geisz Chalifah dari Gita Cinta Production (GCP)  penggagas acara Jakarta Melayu Festival  menyebut, selama ini memang seolah ada keterbatasan  dalam musik Melayu berkembang. “Terlebih musik Melayu sering dipersepsikan sebagai musik dangdut, padahal tidak seperti itu. Meski mirip namun Dangdut bukan Melayu.”

Dalam pandangan Bens Leo, musik Melayu tetap bisa dihidupkan dalam industri musik rekaman. Ia mengambil contoh kelompok band Armada  asal Palembang yang  pernah sukses dan populer dengan lagu pop bernuansa Melayu “Mau di Bawa Kemana”. “Jika dikemas dengan sentuhan macam itu, Melayu tetap bisa dinikmati dalam bentuk rekaman!” XPOSEINDONESIA/NS Foto : Muhamad Ihsan

More Pictures

Last modified on Friday, 12 August 2016 06:58
Login to post comments

Music

July 13, 2013 0

Andi Auriec Menunggu Berkah ‘Sampai Mati’

Jika sekali waktu Anda berkunjung ke  Ancol Beach City...
July 27, 2013 0

Metalica Live in Jakarta

Metallica, akan manggung di Jakarta pada Minggu, 25...
July 27, 2013 0

“Best Song Ever” dari One Direction

Superstar global, One Direction merilis single terbaru...
July 29, 2013 0

Alicia Keys Manggung di Jakarta

Alicia Keys terkenal di dunia musik sebagai pelantun...