Pangdam Pattimura, Doni Monardo Cinta Hijau

14 December 2015

Pangdam XVI Pattimura Mayor Jenderal TNI Doni Monardo sangat cinta lingkungan hijau. Di mana pun ia ditugaskan dan apa pun jabatannya, ia selalu berupaya menggagas kegiatan penghijauan, mulai dari pembibitan hingga penanaman pohon.

 

Kecintaannya pada tanaman yang dia sebut sebagai "Emas Hijau" sudah bermula sejak ia masih di sekolah dasar di Aceh, saat  mengikuti dinas orangtuanya yang tentara. Doni kecil tak tega saat melihat sebatang pohon yang masih kecil harus punah karena tangan manusia.

"Saya kemudian memindahkan pohon kecil di dekat tong sampah yang hampir terbakar ke halaman rumah dan akhirnya tumbuh besar sampai berbuah," ungkap Doni Monardo saat ditemui di Makodam XVI Pattimura, Ambon – Maluku, Selasa (9/12/2015).

Saat mulai bertugas sebagai Pangdam XVI Pattimura, Agustus 2015, program pertama Mayjen Doni adalah membuat pembibitan pohon di lahan seluas 2000 meter persegi berlokasi di Desa Morella Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah.

Menurut Doni, menanam pohon sejak masih tunas, sama dengan memiliki dan memelihara anak. Sejak bayi dirawat, dibesarkan, penuh kasih sayang, dan akan menjaganya dalam situasi apa pun. Dengan demikian pastinya tumbuh rasa kasih sayang kepada mahluk Tuhan.

"Kalau rehabilitasi para teroris dengan cara melakukan pembibitan pohon, pasti mereka tidak akan tega membunuh sesama mahluk Tuhan, apalagi manusia," ujar Doni.

Kecintaan Doni pada pohon, khususnya jenis Trembesi mulai tumbuh saat ia menjadi komandan Brigif Linud-3/Kostrad, Kariango, Makassar pada tahun 2006. Ia kemudian bekerja sama dengan Ony Gappa yang merupakan tokoh penghijauan di sana.  Doni kemudian sering berkecimpung untuk urusan menanam pohon trembesi di Makassar dan pembibitan masif di berbagai daerah.

Doni menyukai trembesi karena rindang dan  besar . "Trembesi sudah ada sejak pemerintahan kolonial Inggris dan Belanda, sejak 200 tahun lalu di berbagai negara, termasuk Indonesia. Hampir di semua bangunan peninggalan Belanda, seperti istana  dan kompleks-kompleks militer,  pasti di halamannya ada pohon trembesi," ujar Doni.

Menurut Doni, trembesi memiliki kemampuan mengesankan dalam menyerap karbondiosida (C02). Dengan mengutip hasil penelitian Endes N Dahlan (dosen Institut Pertanian Bogor) bahwa Trembesi dapat menyerap 28,5 Ton CO2/ tahun , Doni meyakini pohon trembesi merupakan terobosan untuk mengatasi pemanasan global, sebuah masalah yang bukan omong kosong, tetapi sudah terjadi di depan mata.

"Pendapat yang menyatakan trembesi merusak lingkungan adalah salah. Trembesi tidak mematikan rumput yang ada dibawahnya atau mematikan pohon-pohon di sekitarnya. Justru trembesi sangat baik untuk kawasan lahan tandus," tandas Doni.

Doni membentuk Paguyuban BUDIASI (Budidaya Trembesi) pada 2011. Paguyuban ini merupakan suatu badan hukum yang bersifat non profit.

Sejak awal berdirinya sampai sekarang ini, Paguyuban Budiasi tercatat telah memproduksi lebih dari 4 juta bibit pohon keras dan buah-buahan termasuk tanaman langka, dan telah mendistribusikan bibit-bibit pohon tersebut kepada masyarakat di berbagai wilayah untuk membantu program penghijauan.

Doni Monardo menjalin kerjasama dengan Djarum Foundation. Antara lain pada 2010 dalam penghijauan di wilayah Bogor, Cianjur, Sukabumi, dan sepanjang jalur pantura sebanyak 500.000 pohon.

Tol Cipali yang baru diresmikan tahun lalu, juga dihijaukan dengan pohon trembesi oleh Paguyuban Budiasi bersama BNI, dan ditanam serta dipelihara 3 tahun oleh Djarum Foundation.
Djarum Foundation melalui program Djarum Trees for Life, memiliki program "Menanam Trembesi 1.350 KM Merak – Banyuwangi” yang dilaksanakan sejak 2010. Hingga kini telah ditanam 36.763 pohon trembesi, di sepanjang 1.260 km jalur Pantura mulai dari Merak di Banten hingga Situbondo di Jawa Timur .

Program tersebut sejalan dengan program Sustainable Development Goals (SDGs) yang dicanangkan Perserikatan Bangsa Bangsa untuk periode 2015-2030. Pohon Trembesi yang tumbuh diharapkan mampu menyerap 1 juta ton gas CO2 setiap tahunnya. Hal ini selaras dengan tujuan SDGs, memperkuat ketahanan dan kapasitas adaptasi terhadap bahaya terkait iklim serta bencana alam.

Program “Menanam Trembesi 1.350 KM Merak-Banyuwangi” kini mencapai puncaknya. Seremonial diselenggarakan Kamis, 17 Desember 2015, di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Didahului dengan Edukasi Lingkungan yang diselenggarakan Djarum Trees For Life, Rabu, 16 Desember 2015 di Taman Konservasi Lingkungan Pegunungan Ijen, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. XPOSEINDONESIA/NS Foto : Istimewa

More Pictures

Last modified on Monday, 14 December 2015 08:51
Login to post comments

Music

July 13, 2013 0

Andi Auriec Menunggu Berkah ‘Sampai Mati’

Jika sekali waktu Anda berkunjung ke  Ancol Beach City...
July 27, 2013 0

Metalica Live in Jakarta

Metallica, akan manggung di Jakarta pada Minggu, 25...
July 27, 2013 0

“Best Song Ever” dari One Direction

Superstar global, One Direction merilis single terbaru...
July 29, 2013 0

Alicia Keys Manggung di Jakarta

Alicia Keys terkenal di dunia musik sebagai pelantun...