Catatan Perjalanan Dwiki Dharmawan (Bagian I)

27 April 2015

Tur Eropa Ukraine, Slovakia, Polandia

Sejak 21 April lalu sepanjang dua minggu, Dwiki Dharmawan berangkat ke Eropa Timur mewakili Indonesia untuk mengikuti Master Jam Festival di Odessa Ukraina.

Master Jam Festival  sebuah festival jazz  yang didukung UNESCO  dan diselenggarakan berkenaan dengan International Jazz Day. Kehadiran  Dwiki diajang tersebut atas inisiatif Duta besar Indonesia untuk Polandia, Bapak Peter F. Gontha, dan Duta Besar Indonesia untuk Ukrania, Ibu Niniek Kun Naryatie

Keberangkatan Dwiki juga dalam rangka memperingati hubungan diplomatik Indonesia-Polandia. Berikut catatan Dwiki Dharmawan tentang perjalanannya tersebut :

21 April 2015

Saya dan Dubes RI untuk Polandia Pak Peter F Gontha terbang ke Warsawa menggunakan Garuda dari Jakarta  pukul 23:10 dan tiba pukul 09:20 keesokan harinya di Amsterdam.

Transit di Amsterdam kami dijemput GM Garuda Indonesia untuk Eropa Pak Dion Ediana dan menggunakan waktu untuk sedikit berjalan-jalan di Amsterdam karena baru akan terbang ke Warsawa menggunakan KLM pada jam 02:25.

22 April 2015

Berjumpa 3 musisi asal Polandia yang semuanya berasal dari kota Gdynia. Di Polandia kota Gdansk, Gdynia dan Sopot dianggap ibukota jazz Polandia karena banyaknya musisi bertalenta serta event jazz juga terdapat Musik Akademi yang bagus di Gdansk. Akademi musik lainnya yang bagus di Polandia berada di kota Wroclaw.

Sore itu kami gunakan waktu untuk berdiskusi musikal dan materi yang akan kami bawakan diakhiri dengan makan malam bersama Dubes Peter F Gontha.

23 April 2015

Kami melakukan rehearsal pertama di sebuah studio musik di pusat kota Warsawa, ibu kota Polandia.

Saya bersama tiga musisi Polandia Adam Golucki (Drums), Pawel Uwerski (Bas) dan Piotr Checki (Sax) mulai memainkan lagu-lagu seperti “Janger”, “Arafura”, “Clarissa”, “Numfor” dan “Jazz for Freeport” (dari album World Peace Orchestra, 2009), lalu medley “Cik Cik Periuk”-“Paris Barantai” (dari album Live in Vienna), juga “The Dark of the Light” dan “Whale Dance” (dari album terbaru Dwiki Dharmawan “Passion-Love-Life”).

Duta Besar Peter F Gontha yang juga pendiri Java Jazz Festival sempat hadir dan melongok suasana latihan kami. Tahun ini kebetulan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Polandia, sehingga Pak DubesPeter F Gontha mengkolaborasikan kami musisi Indonesia dan Polandia.

24 April 2015

Jam 09:00 Pagi kami berangkat dari Wisma Indonesia di kawansa Saska Keoa Warsawa menuju Warsaw Fredric Chopan Airport. Kami terbang pukul 11;20 menggunakan LOT (Maskapai Penerbangan Polandia). Penerbangan ini langsung ke kota Odessa tanpa harus melalui ibukota Ukraine Kiev.

Banyak penerbngan langsung ke Odessa dari kota kota penting di Eropa Tengah dan Timur karena Odessa merupakan Kota Pelabuhan terpenting di Ukraine ditepi Laut Hitam disamping itu Odessa jug kota tujuan wisata utama di  Ukraine yang ramai dikunjungi pelancong mancanegara baik dari Eropa maupun dari Amerika Serikat.

Tiba di Odessa Airport kami harus bersabar dengan antrian panjang dan prosedur imigrasi di Ukraine, maklum karena di bagian lain negara ini (Semenanjung Criema dan Donetsk) sedang agak hangat, untung saja pejabat konsuler KBRI Kiev Seger menjemput saya dan rombongan kedalam jadi proses bisaberlangsung lebih cepat.

Udara di Odessa sangat sempurna, saat ini berkisar 15 C di siang hari dan sekitar 11 C di malam hari. Matahari bersinar sepanjang hari yang cerah. setiba di hotel Black Sea persis di depan Port of Odessa kami segera berjalan jalan sambil menikmati suasana sekitar hotel. Lalu kami dijamu makan siang oleh Mr Freidlin Direktur/Produser Master Jam Festival di Restoran Kalabara dikawasan Odessa CityGarden didampingi asistennya Maya Dimerli. Kami juga didampingi Agus Prasetyo Staff Pensosbud KBRIKiev dan Olexi Iliyuhin Staff Lokal KBRi Kiev sekaligus penterjemah yang pernah mendapat Darma Siswa Kemlu selama 1 tahun di Universitas Indonesia jurusan Sastra Indonesia.

Setelah makan siang kami manfaatkan untuk melihat lihat sekitar kota tua Odessa sampai waktu makan malam tiba. Suasana indah membawa kami merasakan suasana jaman kekaisaran Rusia, dimana kota ini dibangun oleh Ratu Katerina 2, setelah sebelumnya berada dibawah kekuasaan Lithuania dan Ottoman Turki. 

Kota Odessa walaupun berada di tepi Laut Hitam tetapi sangat hijau. Ditengah tengah kota tua Odessa terdapat City Garden dan disekelilingnya terdapat Cafe, Resto, hotel dan toko toko dan menjadi favourite bagi turis.


25 April 2015

Setelah Breakfast di Black Sea Hotel kami bergegas ke Studio Peron 7 untuk sesi latihan kolaborasi dengan gamelan yang dimainkan oleh Agus Prasetyo seorang murid maestro Rahayu Supanggah yang sudah menetap di Kiev sekilugus menjadi staff Sosial Budaya KBRi Kiev . Lagu "Janger" menjadi komposisi yang dikolaborasikan dengan gamelan berlaras Gong Kebyar.

Malam hari kami dijamu oleh Duta Besar RI di Ukraine Ibu Niniek Kun Naryatie di Restoran Mozart persisi di seberang Odessa Opera House. Hadir juga Mr Freidlin dan Nelly Manukya seorang pemain flute dari Armenia yang tahun lalu menjadi pemenang kompetisi Jaz Master Jam.  Mr Fredlein menjelaskan rencana besok untuk penampilan konser gala di Theater of Musical Comedy Odessa. (Bersambung)  XPOSEINDONESIA- Teks dan Foto Dwiki Dharmawan

More Pictures

Last modified on Monday, 27 April 2015 09:36
Login to post comments

Music

July 13, 2013 0

Andi Auriec Menunggu Berkah ‘Sampai Mati’

Jika sekali waktu Anda berkunjung ke  Ancol Beach City...
July 27, 2013 0

Metalica Live in Jakarta

Metallica, akan manggung di Jakarta pada Minggu, 25...
July 27, 2013 0

“Best Song Ever” dari One Direction

Superstar global, One Direction merilis single terbaru...
July 29, 2013 0

Alicia Keys Manggung di Jakarta

Alicia Keys terkenal di dunia musik sebagai pelantun...