Saat Menteri Ferry Mengenang Chrisye

04 April 2015


Menteri Agraria dan Tata Ruang/Ketua BPN  Ferry Mursyidan Baldan sejak lama dikenal sebagai pengagum dan pencinta penyanyi legendaris Chrisye. Dalam berbagai wawancara dan pertemuan, Ferry tanpa sungkan sering mengungkapkan kekagumannya itu.

 

“Saya mengoleksi semua album Chrisye, dan semua album itu sudah ditandatangani almarhum,” katanya dalam acara terbatas “Mengenang Chrisye 30 Maret 2007- 30 Maret 2015”, di  Rarampa Resto, Kebayoran Baru 30/3/2015.

Malam  itu, bertepatan  dengan sewindu Chrisye wafat, Ferry sengaja mengundang sejumlah teman-teman kuliah satu angkatannya di Unpad,  dan juga Komunitas Kangen Chrisye  (K2C) yang didirikannya. Tujuannya untuk mengenang Almarhum Chrisye dan berdoa bersama.

Yang istimewa, di antara para tamu, tampak pula  Damayanti Noor  atau Yanti (isteri almarhum Chrisye),  Randa Pramsha Chrismansyah (Masha) salah satu anak kembar almarhum,  dan keluarga Damayanti, yakni Rinny  dan Firzy, pengamat musik Bens Leo dan isteri, dr Pauline Endang.

Ferry bercerita, hubungan Ferry dengan sang idola, memang sudah berkembang menjadi hubungan pertemanan. Ferry mengaku sempat beberapa kali bertemu Chrisye.

“Waktu pertama kali ketemu Chrisye, adik saya Nini Sunny yang mengatur pertemuan itu di acara pementasan Fariz RM di  JCC pada 2004.  Saya bisa duduk di samping Chrisye. Tapi mungkin karena saking grogi ketemu Idola, saya malah lupa motret bareng. Padahal bawa kamera!” katanya  dengan tergelak.

Di lain kesempatan, saat ayah Chrisye  wafat,  Ferry datang memberi penghiburan ke rumah duka di RS Cikini. “Waktu saya mau pamit pulang, Chrisye sempat bilang, ‘Jangan pulang dulu Fer. Temenin saya dulu.’ Saaat itu saya merasa, status saya bukan lagi sebagai fans, tapi sudah dianggap sebagai teman,” kata Ferry lagi.

Wafatnya Chrisye memberi rasa kehilangan yang sangat besar buat Ferry.  Di tengah suasana itu, ia terpikir untuk mengumpulkan semua pemberitaan media cetak yang menulis tentang  kepergian Chrisye.

“Saya kumpulkan semua pemberitaan itu dan dibuat dalam kliping. Dan kini, kliping ini saya letakan di dalam kamar tidur. Tidak sembarang orang boleh melihat dan memegangnya,” kata Ferry memamerkan kliping tebal berwarna hitam seukuran tabloid.

Bagi Ferry, atas takdir Tuhan yang Maha Kuasa,  Chrisye sebagai penyanyi yang melegenda boleh wafat, namun kenangan tentang dirinya  dan lagu-lagunya wajib terus  dilestarikan.

Ia memulainya dengan menggagas pembentukan komunitas pencinta Chrisye, dengan nama Komunitas Kangen Chrisye (K2C).  Komunitas ini sesungguhnya sudah terbentuk tiga tahun lalu, ketika Ferry menerbitkan buku khusus bertajuk Chrisye, "Kesan di Mata Media, Sahabat dan Fans" (2012) bersama Nini Sunny, Dudut Suhendra Putra dan Muller Mulyadi.

Waktu itu Ferry menamakan kelompok ini sebagai Komunitas Kangen si Om. Dan Om itu sendiri adalah panggilan akrab pada almarhum Chrisye.  Belakangan, kata Om dalam nama tadi dianggap sebagian orang bermakna "ganda".

Dan pada 30 Maret 2015, Ferry merevisinya menjadi K2C. “Kami mohon ijin kepada Mbak Yanti, sebagai fans kami ingin terus "menghidupkan" Chrisye di hati kami,” kata Ferry lagi.

Yanti dari panggung pun menjawab; “Sepanjang hidupnya, Chrisye memang menganggap peran dan posisi fans sangat penting. Ia selalu ingin tampil bagus di mata fansnya. Dan almarhum  Chrisye  sejak lama mengetahui  kalau  Mas Ferry  merupakan salah satu fans fanatiknya.” XPOSEINDONESIA/NS Foto: Dudut Suhendra Putra

More Pictures

Last modified on Monday, 10 April 2017 15:56
Login to post comments

Music

July 13, 2013 0

Andi Auriec Menunggu Berkah ‘Sampai Mati’

Jika sekali waktu Anda berkunjung ke  Ancol Beach City...
July 27, 2013 0

Metalica Live in Jakarta

Metallica, akan manggung di Jakarta pada Minggu, 25...
July 27, 2013 0

“Best Song Ever” dari One Direction

Superstar global, One Direction merilis single terbaru...
July 29, 2013 0

Alicia Keys Manggung di Jakarta

Alicia Keys terkenal di dunia musik sebagai pelantun...