Pagelaran Cinta untuk Yockie Suryoprayogo

17 January 2018

Sebagai musisi, Yockie Suryoprayogo itu terbilang unik. “Musikalitasnya tinggi, namun skill bermusiknya tidak diperoleh melalui akademik. Hanya dengan feeling, Mas Yockie bisa dengan hebat memainkan keyboardnya. Tapi dia nggak bisa menuliskan musiknya,” ungkap penyanyi Aning Katamsi yang mengaku pernah diminta Yockie untuk mengajarinya menulis notasi musik.

“Rahasia” ini dibongkar Aning dalam press conference  'Pagelaran Sang Bahaduri', 16 Januari 2018 di Patio Restoran, Kebayoran Baru Jakarta.  Itu merupakan pagelaran musik apresiasi, di mana hasil bersih penjualan tiket didedikasikan untuk kesembuhan Yockie yang sejak akhir tahun 2017 mengalami  sakit. Ia sempat dikabarkan stroke dan mengalami koma, namun berhasil melewati kritis, kini menjalani perawatan di rumah.  Meski kondisinya masih lemah.  “Ia sudah jauh lebih baik, ada respons. Dia sudah mulai menggerakan tangan dan belajar menulis,” ungkap Tiwi, isteri Yockie.

'Pagelaran Sang Bahaduri' (judul Sang Bahaduri diambil dari lagu yang ditulisnya bersama Junaedi Salat, ‘Duka Sang Bahaduri’ yang termuat di album 'Sabda Alam')   akan menampilkan sederet nama. Selain Aning Katamsi,  akan tampil Andy "/rif", Ariyo Wahab, Once Mekel, Benny Soebardja, Berlian Hutauruk, Bonita, Che (Cupumanik/Konspirasi), D’Masiv, Debby Nasution, Dira Sugandi, Fadly "PADI", Fariz RM, Nicky Astria, Tika Bisono, Eros Djarot dan masih banyak lagi.  Sementara Indro Hardjodikoro dipercaya memimpin musik untuk pagelaran yang akan digelar pada 24 Januari 2018 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki.

Donny Hardono, pemilik kerajaan sound system DSS  akan menyiapkan seluruh sound dan peralatan untuk acara ini,  mengaku bersahabat dengan Yockie sejak tahun 1973. “Kami berteman dekat,  puluhan tahun bekerjasama.  Hampir setiap dia manggung, saya yang selalu menyediakan peralatan keyboardnya. Tidak tanggung-tanggung bisa sampai 7 keyboard, bahkan pernah sampai 12. Kami sering  diskusi. Tapi sekali waktu, dia tidak setuju dengan pendapat saya, dan langsung me-removed saya dari pertemanan di facebook,”  ujar Donny yang disambut  gelak tawa Kadri Mohamad, Seno M Hardjo,   dan lainnya yang mengaku pernah bernasib sama : di unfriend Yoekie  dari facebook tanpa sebab  yang pasti.

Pagelaran Respek dan Cinta

Tapi siapa sangka, teman-teman yang di unfriend  inilah yang justru berdiri paling depan untuk menyelenggarakan 'Pagelaran Sang Bahaduri', bahkan secara pro bono alias berpartisipasi tanpa bayaran.  “Ini kami lakukan sebagai bentuk respek dan cinta kami kepada Mas Yockie,” kata Kadri Mohamad, penyanyi yang juga Lawyer yang menjadi komandan acara charity ini.

Erros Djarot yang hadir di tengah acara menyebut “Yockie dengan karyanya telah menghibur jutaan orang, kita  berhutang banyak padanya!” Erros memberi kesaksian lain, “Yockie memang tipikal keras kepala dan punya  pride tinggi. Kalau dia tahu, acara charity dibuat, mungkin dia menolak dan menangis. Namun saya harap konser ini bisa jadi penyemangat. Dan dari acara ini  kita bukan ingin memberi sumbangan, tapi Yockie layak men-deserve ini!”

Kadri  Mohamad menyebut penyelenggaraan konser ini adalah Alumni LCLR plus dan Badai Pasti Berlalu Plus, serial  konser  yang menyuguhkan karya Yoekie Suryoprayogo. Konser itu sempat digelar di Jakarta dan beberapa kota lain pada periode 2016-2017. “Untuk pementasan Bahaduri, kami mengajak Swara Gembira sebuah event organizer  dan bagian pelaksana acara!”

Kadri juga mengaku berupaya menyiapkan acara ini sesempurna mungkin. Ia melibatkan Dion Momongan (mengatur aktivitas panggung) juga  LemmonID untuk tata cahaya, Tyas Yahya untuk Tiketing  dan Donny Hardono untuk urusan sound dan peralatan.

“Saya mohon ijin akan tetap menyiapkan setting keyboard sebanyak yang biasa dimainkan Mas Yoekie. In sha Allah ada keajaiban, dia  sembuh dan bisa main!” ucap Donny.

Sejumlah nama cloting ternama Bandung seperti Maternal Disaster, Unkle 347 dan Wellborn   telah membuat merchandaise dengan tema Yockie Suryoprayogo, dan  berjanji menghibahkan hasil penjualan pada keluarga Yockie.


Menurut Kadri dalam akun facebooknya per tanggal 17 Januari,  “Tiket Super VVIP dan VIP malah sudah lebih dulu terjual habis.  Tapi kelas regular 1 (Rp 400.000), Reguler 2 (Rp 300.000) dan Reguler 3 (Rp 200.000) di bagian atas masih kosong. Tolong bantu diludeskan, please…!’

Begini Yockie Jadi Hits

Sepanjang sejarah kariernya, Yockie bermain untuk beragam genre musik. Ia disebut sebut sebagai salah satu yang membentuk God Bless (GB) di tahun 1972 dan memainkan rock. Corak permainan keyboardnya dianggap memberikan kontribusi dalam karakter musik GB. Dengan menyisipkan aksentuasi berbau klasik, terutama membaurkan bunyi-bunyian piano dan Hammond B-3, orang bisa menebak karakter GB.

Posisi Yockie sempat digantikan Abadi Soesman dalam album 'Cermin' dan bergabung kembali dalam penggarapan album 'Semut Hitam' yang dirilis pada tahun 1988.

Tahun 1977, Yockie seolah berbelok ke jalur musik pop. Saat ia menjadi arranger album LCLR yang diadakan Radio Prambors Rasisonia. Gebrakan Yockie menata aransemen dianggap sebagai “suntikan darah” baru dalam industri musik pop yang saat itu dilanda booming lagu-lagu pop dengan akord sederhana dan tema lirik yang cenderung mendayu dan cengeng. “Yockie itu memang pintar membuat aransemen yang mengenakkan lagu,” ungkap Imran Amier, salah satu tokoh di balik sukses Radio Prambors.

Di tahun yang sama Erros Djarot menggandeng Yockie untuk menggarap album soundtrack film “Badai Pasti Berlalu” bersama dengan sederet nama lainnya seperti Chrisye, Berlian Hutauruk, Debby Nasution, Keenan Nasution, dan Fariz RM.

Album ini menjadi fenomenal terutama dari sisi tata musik yang menyajikan akor yang lebih luas serta penulisan lirik yang lebih puitis. Menariknya, di album ini fungsi instrumen keyboard menjadi dominan. Bunyi-bunyian keyboard terasa orkestral dan simfonik, sesuatu yang sering kita dengarkan pada repertoar grup seperti Genesis dan Yes. Tahun 2007 album ini masuk ke peringkat #1 di dalam daftar "150 Album Indonesia Terbaik" majalah Rolling Stone Indonesia .

Gaya aransemen musik seperti ini berlanjut ketika Yockie menggarap album solo Chrisye seperti “Sabda Alam”, “Percik Pesona”, “Puspa Indah Taman Hati”, “Pantulan Cinta”, “Resesi”, “Metropolitan”, dan “Nona” yang sering disebut orang sebagai pop kreatif.

Tahun 1984 merupakan saat terakhir kolaborasi Yockie dan Chrisye. Tetapi ia juga cukup produktif merilis sederet album bermain di wilayah pop dengan menggarap album Dian Pramana Poetra, Keenan Nasution, Vonny Sumlang, Titi DJ, Andi Meriem Matalatta, dan masih banyak lainnya.

Tiga tahun kemudian, Yockie bergabung lagi dengan God Bless lewat  album 'Semut Hitam' (Logiss Record,1987) dengan konsep musik rock yang lebih segar. Di era ini juga memperlihatkan ketertarikan Yockie kembali menjamah musik rock. Ia mulai ikut menggarap berbagai album rock sebagai komposer, player, dan music director pada album album milik Mel Shandy, Ita Purnamasari, Ikang Fawzi, hingga Nicky Astria.

Akhir tahun 1980-an Yockie terlibat penggarapan album “Raksasa”, 'Story of God Bless' dan 'Apa Kabar?' Di saat bersamaan, ia membagi dirinya dalam proyek Kantata Takwa yang digagas maesenas, Setiawan Djodi. Di komunitas ini, Yockie bertemu dengan dimensi musik yang berbeda. Di sini dia berbaur dengan sosok-sosok seniman mulai dari WS Rendra hingga Sawung Jabo.

Bersentuhan dengan Setiawan Djodi, Iwan Fals, dan WS Rendra menghasilkan pengendapan- pengendapan baru dalam intuisi bermusik Yockie. Di luar Kantata, Yockie pun ikut mendukung kelompok Swami bahkan membentuk kelompok Suket pada tahun 1992 bersama sederet pemusik asal Surabaya Didit Saksana, Rere, dan Naniel.

Suket memiliki persamaan dengan Kantata Takwa maupun Swawi terutama ketika mengangkat tema-tema yang bersinggungan dengan problematika sosial. Bahkan pada tahun 2003 Yockie bereksperimen menggabungkan musik dan teater dalam format rock opera yang didukung Iwan Fals, Renny Djayoesman hingga Teater Koma.

Tahun 2015, Yockie menjadi Musik Director untuk pementasan drama musikal Diana: Rahasia Hatiku, yang dibuat dalam rangka merayakan ulang tahun harian Kompas yang ke-45. Ia bersisian dengan Garin Nugroho sebagai sutradara dalam menjalankan project ini.  Tahun 2011, Yockie mengaransir lagu karya Soesilo Bambang Yudhoyono, Presiden RI ke 6 bertajuk 'Harmoni Alam Cinta dan Kedamaian'. Karya ini bukan hanya muncul dalam rekaman namun juga dipentaskan secara khusus di JIExpo Kemayoran Jakarta.  XPOSEINDONESIA/NS Foto : Dudut Suhendra Putra & Muhamad Ihsan

More Pictures



 


 

Last modified on Wednesday, 17 January 2018 13:07
Login to post comments

Music

July 13, 2013 0

Andi Auriec Menunggu Berkah ‘Sampai Mati’

Jika sekali waktu Anda berkunjung ke  Ancol Beach City...
July 27, 2013 0

Metalica Live in Jakarta

Metallica, akan manggung di Jakarta pada Minggu, 25...
July 27, 2013 0

“Best Song Ever” dari One Direction

Superstar global, One Direction merilis single terbaru...
July 29, 2013 0

Alicia Keys Manggung di Jakarta

Alicia Keys terkenal di dunia musik sebagai pelantun...