Festival Lagu Anak Nusantara 2012 Masuk Rekaman

07 April 2015

Gagasan menyatukan juara Lomba Cipta Lagu Anak dan Lomba Penyanyi Anak hasil ajang Festival Lagu Anak Nusantara 2012, akhirnya terwujud dengan direkamnya para juara oleh  Midori Record

 


Menyatukan Lomba Cipta Lagu dan Lomba Penyanyi

Gagasan awal digelarnya Festival Lagu Anak Nusantara ini datang dari Wakil Menteri Kebudayaan Prof Wiendu (waktu itu), yang menyatukan visi dengan Pengamat Musik Bens Leo tentang kemungkinan  lahirnya lagu anak anak  dan sekaligus pencarian bibit penyanyi anak baru.

Lagu Anak Anak hasil dari Lomba Cipta Lagu Anak 2012 harus dinyanyikan oleh Pemenang Lomba Penyanyi Anak 2012, sehingga kegelisahan pada kenyataan anak-anak lebih pandai menyanyikan lagu orang dewasa dbanding lagu anak-anak ini akan sirna.  

Wamen Kebudayaan Wiendu lalu memberi judul kegiatan ini Festival Lagu Anak Nusantara 2012,  akhirnya dalam sepekan kegiatan di Jakarta, diisi dengan Lomba Cipta Lagu Anak, Lomba Penyanyi Anak, Diskusi tentang Lagu Anak, Workshop dan Pameran Dolanan Anak se Nusantara, Bazaar tentang ragam keperluan anak, dan berakhir dengan Pergelaran Festival Lagu Anak Nusantara (FLAN) 2012 di Tennis Indoor Senayan, November 2012.

Lebih 300 lagu dan hampir 100 penyanyi anak ikut serta dalam ajang Lomba Cipta Lagu Anak dan Lomba Penyanyi Anak dengan total hadiah terbesar ini, yakni Rp. 250.000.000,-. Panitia menunjuk 2 Team Juri, untuk Babak Penyisihan dan Babak Grand Final, antaralain Gideon Momongan, Elsa Sigar, Erwin Prasetya, Bens Leo, Trie Utami, Rahayu Kertawiguna dan beberapa praktisi dan pemilik Lembaga Pendidikan Musik seperti Dwiki Dharmawan, Dian HP, dan Purwa Tjaraka.

November 2014, Yen Sinaringati, Presiden Direntur PT. Musik Hana Midori dengan label Midori Record mengontak Panitia FLAN 2012, berniat merekam hasil lomba dalam FLAN 2012, dengan didahului dengan melakukan audiensi pada Kemedikbud.  Setelah melakukan persiapan matang, rekaman album Kompilasi FLAN 2012 dimulai pada awal Februari 2015 dengan basis kerja di Spoon Studio, Jakarta..

Referensi : ‘Sound of Music’

Pada babak Grand Final, aransemen lagu untuk ‘kompetisi live-nya’ diserahkan pada Donny Hardono dan bandnya Audiensi, menjadi dasar lahirnya aransemen Lagu Anak yang harus dinyanyikan Juara Lomba Penyanyi Anak. Buat Music Director, mendapatkan bahan rekam dengan beragam tema lirik dan genre musik seperti proyek FLAN adalah  tantangan,

“Tapi sejak awal kami sepakat, meskipun genre musik maupun tema lirik beragam, antara lagu satu dengan lagu lainnya harus tetap ada benang merah. Referensi kami adalah, lagu-lagu anak dengan kualifikasi yang tinggi, katakanlah lagu dengan basic musik klasik, referensinya dari Sound of Music, “ kata Roedyanto. Music Director rekaman FLAN.

Untuk mencapai target Music Director itu, tantangan bagi Penata Musik, Penata Vokal,  Penata Rekam ( sound engineer ), bahkan target terbaik juga bagi pembuat video klip atau  teaser – klip berupa gambar audio visual lagu dan penyanyanya.

“Ibu Eksekutif Produser ini perfectionist, kami harus mengerjakan yang terbaik, detil dan indah, “ ujar Wawan Kawai, Clip Maker dan pembuat teaser rekaman kompilasi album  FLAN yang dikerjakan di Gaharu Studio, Senin 6 April  ini.

“Setelah  melihat, mengikuti proses rekaman, dan mendapati materi lagu dan penyanyinya yang baik,  sampai akhir proses produksi rekaman  lagu "Anak Indonesia" karya Chiquita Meidy yang dinyanyikan ramai ramai 9 penyanyi pemenang, saya makin optimis, sebenarnya album kompilasi FLAN ini bisa berlanjut menjadi produksi operete, “ kata Yen Sinaringati, Eksekutif Produser.

Contoh lain, aransemen lagu ‘Anak Indonesia’ diserahkan pada Penata Musik muda, Raynhard Lewis, yang membuat aransemen brass ( musik tiup ) dengan program sampling. Raynhard masih membuat aransemen lagu ‘Terimakasih’ ciptaan Hugo Agoesto,dengan penyanyi Adinda Sharfina.

Roedyanto dan Yen Sinaringati,  menyebut ‘Tomat’ ciptaan Mira Julia dengan aransemen Dian HP sebagai lagu ‘anak-anak banget’ tapi tetap dengan kualitas yang tinggi,

“Dari struktur melodi kelihatan tiga jurus, tapi Dian HP bikin orkestrasinya tampak indah, lebar dan sesuai pemikiran kami, untuk musik anak  yang berkualitas. Karakter anak anak Mika Keiko dapat banget, “ kata Roedyanto.

Roedy mencontohkan, Dian hanya memakai 8 piece pemain, tapi dengan over-dubb, akhirnya menjadi seperti dimainkan oleh 32 pemain string.

Kecuali lagu ‘Tomat’, Dian HP juga membuat aransemen orkestra untuk lagu ciptaan Sam Bobo dan Yen Sinaringati berjudul ‘Cilukba’,

“Ini juga lagu anak-anak banget, yang saya ciptakan berdua Sam Bobo. Dari awal saya cuma membayangkan, Cilukba akan menjadi bagus, indah, dan tepat secara interpretasi jika aransemen dibuat oleh Mbak Dian dan penyanyinya Moza, “ kata Yen Sinaringati, yang dalam rekaman ini juga bertugas mendisain sampul album. Moza Legitara adalah Juara 1 Lomba Penyanyi Anak FLAN 2012 asal Surabaya.

Libatkan Pekerja Seni Muda

Pada rapat awal proyek rekaman ini, Roedyanto, Yen Sinaringati dan Bens Leo (Pelaksana Produksi ) sepakat, proyek rekaman FLAN harus melibatkan sebanyak mungkin Pekerja  Seni Muda sebagai Penata Musik ( Arranger ), Penata Vokal, Penata Rekam, Sutradara Video Klip, sampai Penata Kostum ( Fashion Stylist ) dan Penampilan ( Make up dan Hair Stylist ).

“Mereka pasti lebih tahu materi ini akan dibikin seperti apa. Tentu saja tetap ada musisi senior yang menjadi panutan dan mentornya, seperti Mas Roedy, Mbak Dian HP bahkan Sam Bobo pun diminta membuat aransemen, “ kata Yen Sinaringati. 

Sam Bobo membuat aransemen lagu ‘Persada nusantara’ ciptan Joko Priyono alias Koko Thole yang dinyanyikan Adek.

Menurut Roedy, tugas Sam Bobo tidak mudah, karena dia harus membuat aransemen yang beda dengan contoh lagu aslinya yang terdengar ‘bermelodi dan lirik dewasa’, Bobo harus menjadikan lagu ini berwarna klasikal.

Selain MD, Roedyanto membuat aransemen lagu ciptaannya sendiri, ‘Tamasya Keluar Kota’ yang dinyanyikan Ardra Putra dan ‘Lihat Gambarku’ karya Sualudin ( Udin Sedunia ) dibawakan Nabila Mutiara dari Semarang.

Tentang Pekerja Seni Muda itu, kita bisa lihat peran seniman muda diluar Raynhard  Lewis yang membuat aransemen 2 lagu, seperti Irsa Destiwi membuat aransemen lagu ‘Adikku Sayang’ ciptaan Yudhi Bravianto dinyanyikan Anastasia Aleta.

Abram Arbianto menulis aransemen lagu ‘Mama Papa Juara’ ciptaan Samsara dinyanyikan Jessica Reitanya dan lagu ‘Super Hero’ ciptaan Zee Bee  dibawakan Swara Reiki. Lalu,  Penata Suara (Sound Engineer ) ada Joe ‘Jojo’ Firzah dan Edwin Ambon, Rubby ( Mixing ), Ade Fabiola (Vocal Director), Wawan Kawai (Clip Maker/Teaser ), Daisy Karina (Fashion Stylist), Shanty (Make up  & Hair Stylist).

Tak kalah menarik adalah album kompilasi lagu anak FLAN akan beredar dalam bentuk CD, iTunes / digital dan didampingi  dengan buku yang merupakan penafsiran lirik lagu dan karakter penyanyanyinya,  melibatkan Wickana ( Pelukis Buku ), Fiore Maheswari Danitta ( Penulis Buku), dua orang muda yang juga memiliki prestasi dibidangnya.

Menurut rencana album FLAN akan dirilis Mei 2015, dan Dirjen Kebudayaan Kacung Marijan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI akan hadir ikut membedah materi album lagu anak ini

“Kami mendukung dan ikut bangga atas direkamnya Lomba Cipta Lagu Anak dan Lomba Penyanyi Anak yang lahir dari Festival Lagu Anak Nusantara 2012 yang digagas Kemendikbud bersama teman-teman musisi. Semoga album FLAN dapat menjadi trend baru perkembangan musik anak Indonesia, “ kata Dirjen Kebudayaan Kacung Marijan. XPOSEINDONESIA Bens Leo. Foto : Dudut Suhendra Putra

More Pictures


   
   
   
   

 
   

Last modified on Tuesday, 07 April 2015 12:38
Login to post comments

Music

July 13, 2013 0

Andi Auriec Menunggu Berkah ‘Sampai Mati’

Jika sekali waktu Anda berkunjung ke  Ancol Beach City...
July 27, 2013 0

Metalica Live in Jakarta

Metallica, akan manggung di Jakarta pada Minggu, 25...
July 27, 2013 0

“Best Song Ever” dari One Direction

Superstar global, One Direction merilis single terbaru...
July 29, 2013 0

Alicia Keys Manggung di Jakarta

Alicia Keys terkenal di dunia musik sebagai pelantun...