Sang Pemberani, Meraih Mimpi lewat Karate

18 May 2014

Sang Pemberani adalah sebuah film keluarga yang mengandung nilai pendidikan, sosial,  nasionalisme, patriotisme bahkan enterprenership namun tetap menghibur. 

Mengisahkan tekad dan keberanian seorang karateka muda bernama Madi (Ahmad Reza Hariyadi)  yang berjuang  hidup bersama Ibunya Sarifah (Artika Sari Devi),  dan adik perempuannya  (Annisa Asegaf ) dengan latar belakang kondisi sosial masyarakat Aceh pasca tsunami.

Madi Ghafur, digambarkan sebagai bocah SMP pemberani. Ia terobsesi menjadi juara karate nasional seperti Diwa, sang abang yang meninggal diterjang tsunami.

Sarifah, ibunda Madi, sebenarnya bangga dengan cita-cita putranya. Namun mental remaja yang masih labil, menyebabkan Madi kalah dari Nirza pada seleksi karate daerah.

Didukung talenta dan gemblengan dua Sensei ternama Azwar  (Tio Pakusadewo) dan Kus (Kusnadi : Presiden JKA Indonesia) di atas kertas Madi bisa menjadi kampiun di kelasnya.

Namun menjadi juara sejati, dibutuhkan tekad dan keberanian, untuk mengubah nasib di saat-saat genting. Dibutuhkan lebih dari sekadar skill untuk bangkit pasca berulangkali tersungkur dijatuhkan lawan.

Film yang disutradarai Agung Dewa dan Ryuken Raissa  dengan skenario ditulis Salman Aristo ini mengambil lokasi syuting  di  beberapa tempat, antara lain Aceh sebagai salah satu lokasi terkena tsunami, Bali dan Odaiba Jepang.

Film yang diproduksi B Edutaintment & Eclipse Films bekerja sama dengan ESQ Business School, MAHAKA Pictures, Curio Asia, Bcomm ini menampilkan Indonesian Karate Kid  yang  dimainkan oleh pemain karate sungguhan, yakni Madi (Juara Karate Nasional),  Nyoman Sumayasa, (Juara Karate Asia)  juga Sensai Kus (Presiden Japan Karate Association Indonesia)

Sang Pemberani bakal dirilis di bioskop seluruh Indonesia  pada 22 Mei 2014 XPOSEINDONESIA Foto : Muhamad Ihsan

More Pictures

Last modified on Tuesday, 20 May 2014 08:47
Login to post comments

Film

August 22, 2017 0

Dengan Sistem Yang Diperbaharui, Malam Puncak FFI 2017 Digelar di Menado

Panitia Festival Film Indonesia (FFI)  telah mengumunkan...
August 10, 2017 0

Demi Meningkatkan Kesadaran Sensor Digelar Anugerah LSF

Lembaga Sensor Film (LSF) Republik Indonesia akan...
July 17, 2017 0

The Doll 2. : Teror Boneka Penuh Darah 

Di tengah kegandrungan yang meluap terhadap film horor,...
July 17, 2017 0

David Hanan Menguak Perfilman Indonesia

David Hanan, Asisten Senior Research  Associate Studi Film...