“Sepatu Dahlan”  Dicopot dari Layar Saat Libur Panjang

19 April 2014

Film keluarga  “Sepatu Dahlan”, mendadak diturunkan di tengah libur panjang. Dari 70 Studio film di jaringan Studio XXI yang memutar film tersebut, hanya menyisakan 16 Studio saja. Khusus di Jabodetabek  hanya diputar di Studio XXI Blok M Square dan Botanical Garden Bogor. Ada apa ini?

Film Sepatu Dahlan”  mengangkat kisah  masa kecil  dari Menteri BUMN yang juga salah satu Peserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat. Film ini  diproduksi Semesta Pro, Expose Pictures dan Mizan Productions, disutradarai Benny Setiawan.

Menurut Rizalludin Kurniawan, salah satu produser film ini,  Dahlan Iskan, sudah mengetahui kondisi ini.  "Beliau kaget. Tapi tidak mau intervensi, karena ini sudah wilayah bioskop," kata Rizalludin saat berbincang dengan wartawan, di XXI Plaza Senayan, Jakarta, Jumat (18/4) malam.

Rizalludin  mengatakan,  sebetulnya respons masyarakat terhadap film ini sangat positif.  Karena film  ini tentang keluarga,  tentang anak-anak yang menyebarkan semangat . “Kami menerima banyak respons baik. Menurut penonton,  genre film semacam ini jarang!” tutur Rizalludin.  “Tapi  banyak  penonton tidak bisa menyaksikannya karena filmnya terlanjur sudah turun.  Padahal  mereka ingin melihat perjuangan seorang anak kampung yang bisa jadi orang sukses.

Ditonton 51.619 Penonton

Film Sepatu Dahlan diangkat dari novel best seller berjudul sama karya Khrisna Pabicara. Berkisah tentang kehidupan Dahlan Iskan dimasa kecil. Film ini diperankan Aji Santosa (Dahlan kecil), Donny Damara (pak Iskan), Kinaryosih (bu Iskan) serta Bima Azriel, Ray Sahetapy, H. Kirun, Elyzia Mulachela dan Mucle Katulistiwa.

Menurut situs filmindonesia.or.id  dari tiga film yang dirilis secara bersamaan pada 10 April lalu, selama sepekan , film Sepatu Dahlan telah meraih jumlah penonton tertinggi, yakni sebanyak  51.619 penonton.

Sementara dua film lainnya yaitu Crush”  dengan Cherrybellenya meraih 29.292 penonton,  sedangkan Jalananmenggapai 2.411 penonton. Bila dibandingkan dengan seluruh film Indonesia yang masih tayang, Sepatu Dahlan sukses menjadi film terlaris di Indonesia setelah film The Raid 2 (Berandal).

Pihak publicist film Sepatu Dahlan menyebut,penurunan film ini sangat tidak lazim. Terlebih ini film drama keluarga  dengan potensi meraup penonton lebih banyak,  semestinya film  ini bisa ditayangkan lebih lama setidaknya melewati dua akhir pekan. Terlebih di saat libur panjang sejak Jum’at (18/04/2014) merupakan saat tepat bagi keluarga untuk menonton.

“Ini memang strategi (putar) kita sampai di situ!” ungkap Rizal . “Namun tiba-tiba pada Kamis,  sudah turun.  Kami berencana, pada Senin  21/04/14, akan bertemu pihak XXI,” Rizal menjelaskan.

Benarkah penurunan ini karena alasan politis, menyangkut posisi Dahlan Iskan? “Susah dibuktikan,” ujar Rizalludin Kurniawan. “Tapi yg namanya teori konspirasi ,  apapun bisa terjadi.  Meskipun, biasanya menurunkan film adalah wajar, cuma tidak seperti ini.  Dari 70  (studio) langsung 16 (studio), padahal yang mau nonton masih banyak sekali!” tambah Rizalludin  

Rizalludin Kurniawanberharap Bioskop Indonesia bisa sedikit diberi ruang, apalagi untuk genre dengan nilai pendidikan yang  kuat.  “Jadi perlu kepedulian.  Kalau seperti ini semua produser bisa jadi kapok.  Tapi kami akan tetap semangat,” tutupnya XPOSEINDONESIA/NS Foto Dudut Suhendra Putra

 

Last modified on Saturday, 19 April 2014 14:29
Login to post comments

Film

September 17, 2017 0

Ferry Ngebet Nonton Film Chrisye

Ferry Mursyidan Baldan hadir dalam press conference untuk...
September 15, 2017 0

Livi Zheng Garap Dua Film Pendek BRI Life

Sutradara muda Indonesia, Livi Zheng menggarap dua film...
August 22, 2017 0

Dengan Sistem Yang Diperbaharui, Malam Puncak FFI 2017 Digelar di Menado

Panitia Festival Film Indonesia (FFI)  telah mengumunkan...
August 10, 2017 0

Demi Meningkatkan Kesadaran Sensor Digelar Anugerah LSF

Lembaga Sensor Film (LSF) Republik Indonesia akan...