Film Hujan Bulan Juni : Puisi Mantra Cinta yang Kurang Menggigit

25 October 2017

Proses alih wahana dari novel "Hujan Bulan Juni" karya Sapardi Djoko Damomo  (SDD) menjadi film  berjudul sama terealisasi sudah.  Film yang bakal dirilis 2 November 2017 ini, disutradarai Reni Nurcahyo Hestu Saputra dengan scenario ditulis  Titien Wattimena  menampilkan Velove Vexia (Pingkan) dan  Adipati Dolken (Sarwono), sebagai pasangan kekasih. Ditemani sederet pemain lain,  yakni Baim Wong (Benny), Surya Saputra (Tumbelaka), Kautaro Kakimoto (Katsuo), Ira Wibowo (Tante Henny)  dan banyak lagi.

Film  produksi  Sinema Imaji dan Starvision ini mengakat kehidupan Sarwono, dosen muda pengajar Antropolog yang piawai menulis puisi dan menjalin hubungan dengan Pingkan, dosen muda. Keduanya kenal sejak lama, apalagi Sarwono berteman dengan Toar, kakak Pingkan.  Pasangan yang saling mencinta itu sesungguhnya dalam kondisi  bingung, karena hubungan mereka belum terencana berlanjut ke pernikahan. Langkah itu membutuhkan pemikiran dan keputusan serius. Namun keduanya terlanjur nyaman bertahun-tahun  berada di ruangan kedap suara yang bernama kasih sayang.

Di tengah kondisi ini, Sarwono  mendadak nelangsa karena Pingkan mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan ke Jepang. Ia agak berat melepas Pingkan, karena di negeri Sakura itu tinggal pula Katsuo, pria Jepang yang pernah magang di kampus mereka,  dan   secara terang-terangan menyukai Pingkan.  Pingkan yang cantik memang dipuja banyak pria,  ada Tumbeleka,  atau Beny yang masih sepupu Pingkan.

Sarwono ditugaskan Kepala Program Studi presentasi ke Universitas Sam Ratulangi Manado, Pingkan pun diboyong menjadi asisten selama di sana. Pingkan bertemu keluarga bersar almarhum ayahnya yang keturunan Manado. Mereka mulai dipojokkan Pingkan dengan pertanyaan tentang kelanjutan hubungannya dengan Sarwono, terlebih jurang perbedaan  agama kedua sangat besar.

Puisi dan  novel  memang berbeda dengan dengan film.   Dalam novel,  SDD memunculkan ciri khasnya yang piawai membentuk kalimat yang terbaca seperti syair yang memuat makna yang  dalam. Pilihan diksi SDD terasa bukan hanya sederhana, tepat dan laras  namun juga langka.

Sayangnya, ketika  kisah novel  difilmkan, maka sebuah karya film tidak hanya cukup  mengumbar bahasa puitis,  dengan alur cerita manis  romantis, penataan gambar yang eksotik  dan  mampu mengeskplorasi ruang-ruang yang tak terbaca oleh penontonnnya, tapi juga  menuntut  totalitas peran  tokoh-tokoh utamanya.

Kelemahan utama  yang sangat terasa dari  film ini, terletak dari kurang totalnya dua tokoh utama memasuki peran mereka sebagai Pingkan juga Sarwono. Keduanya tidak terlihat benar-benar sebagai pasangan yang saling jatuh cinta  dan menebar cinta  yang menyentuh ke hati penonton.

Hal  lain, ketika puisi dibacakan, terkesan pemahaman maupun penghayatan mereka terhadap makna puisi  masih lemah kalau tidak ingin disebut rendah.  Dengar contoh pada puisi ‘Hujan Buan Juni’ dan ‘Aku Ingin’,  terasa sekali intonasi dan artikulasi mereka bukan seperti membaca puisi  cinta namun membaca sebagai sebauh teks biasa. Padahal kedua puisi itu sudah terlanjur mendunia, dan menjadi  mantera cinta bagi jutaan orang.

Dalam pembuatan film "Hujan Bulan Juni", SDD  tidak banyak campur tangan dan membebaskan sang sutradara untuk berkarya.
"Kalau filmnya jadi lain dari novelnya ya tidak apa-apa. Novelnya tetap punya saya. Filmnya punya yang bikin. Jadi kalau filmnya jelek, bukan salah saya," seloroh Sapardi suatu hari.

Film Hujan Bulan Juni sesungguhnya tidak jelek.  Andai yang membaca puisi di dalamnya  tokoh setara  Cinta dan Rangga.  Mungkin,  sentuhan akhirnya  akan jauh berbeda.  Mungkin,  jaman now anak milenial  memang tak lagi  paham membaca puisi cinta. Mungkin era puisi terhenti di Cinta dan Rangga. Mungkin….XPOSEINDONESIA/NS Foto Dudut Suhendra Putra & Muhamad Ihsan

More Pictures

Last modified on Wednesday, 25 October 2017 11:42
Login to post comments

Film

November 16, 2017 0

Satu Hari Nanti : Mencari Esensi Cinta & Kehidupan

Rumah Film bersama dengan Evergreen Pictures memproduksi...
November 13, 2017 0

Deddy Corbuzier Nyanyi untuk Soundtrack Film Knight Kris

Sebuah film animasi baru bertajuk Knight Kris  bakal...
November 3, 2017 0

Wage Proses kreatif ‘Indonesia Raya’ 3 Stanza

Wage atau Wage Rudolf Supratman, biasa ditulis WR...
October 25, 2017 0

Film Hujan Bulan Juni : Puisi Mantra Cinta yang Kurang Menggigit

Proses alih wahana dari novel "Hujan Bulan Juni" karya...