Surat Cinta untuk Kartini; Kisah Cinta Kartini dalam Fiksi Indah

14 April 2016

Raden Ajeng Kartini, bisa jadi  merupakan salah satu pahlawan Indonesia paling terkenal. Namanya diketahui semua kalangan, bahkan sejak kita masih duduk di bangku taman kanak-kanak. Karena tiap tanggal lahir Kartini, pada 21 April, seluruh sekolah  memperingatinya dengan mewajibkan kita berpakaian daerah.

 

Keterkenalan hidup dan perjuangan Kartini,    begitu melekat dalam  pikiran kita.  Kartini dengan perjuangannya untuk kemajuan pendidikan kaum perempuan, sekaligus keinginan mendapat kesamaan derajat dengan kaum pria. Pun juga Kartini dengan kumpulan surat-suratnya yang dikirimnya untuk sahabatnya orang Belanda Mr. J.H. Abendanon.

Tahun 2016, muncul sebuah film dengan  judul “Surat Cinta untuk Kartini”. Sebelum membaca resensi film ini, dalam benak terbayang sebuah film tentang perjuangan Kartini  sebagai mana layaknya kisah-kisah klasik; Seorang perempuan dari kalangan priyayi yang berjuang demi kemajuan kaumnya, namun ternyata tak bisa menolak takdir karena dinikahkan  menjadi isteri ketiga Bupati Rembang, K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat.

Alur film “Surat Cinta untuk Kartini”  mirip dengan kisah nyata RA Kartini. Namun  seluruh kisah dalam film ini dibuat dalam fiksi yang cerdas. Sosok Kartini  dalam film yang disutradarai Azhar Kinoi Lubis dengan naskah skenarionya ditulis Vera Varidia ini menyimpan kisah tak terduga.

Dalam “Surat Cinta Untuk Kartini” yang dibintangi Chicco Jerikho dan Rania Putri, Ayu Dyah Pasha, Maya Putri, Ence Bagus, Keke Harun, Ahmad Rosadi, dan Melayu Nichole ini dikisahkan tentang lelaki muda, tepatnya duda beranak satu (Chicco Jerikho) yang bekerja sebagai seorang tukang pos era 1900 an.

Di hari pertama Sawardi bekerja, ia mengantarkan surat yang ditujukan  untuk Kartini (Rania Putrisari). Parasnya yang ayu dan terlihat peduli pada rakyat kecil, membuat Sarwadi langsung jatuh hati.

Pertemuan dengan Kartini itu diceritakannya kepada Mujur (Ence Bagus). Tapi tanggapan yang keluar dari mulut sang sahabat justru sosok Kartini yang dicap sebagai wanita aneh, karena ingin mendobrak tradisi. Padahal semua tau bahwa adat adalah hal yang pantang dilanggar. Bahkan orang-orang yang ia temui juga mengatakan hal serupa.

Namun kebingungan Sarwadi seketika sirna, saat ia mengetahui Kartini berniat mendirikan sekolah bagi kaum bumiputra. Wanita yang terdidik, kelak akan mendidik anak-anaknya dengan lebih maju. Sarwadi semakin kagum. Pemikirannya tentang kodrat wanita hanyalah untuk menikah dan mengurus keluarga, hilang sudah. Ia bahkan mengajak anaknya Ningrum (Christabelle Grace Marbun) untuk belajar di sekolah milik Kartini.

Sarwadi menyimpan cinta mendalam pada Kartini. Namun hatinya hancur saat mendengar Kartini dilamar oleh Bupati Rembang yang memiliki 3 istri.  Bagaimana akhir cinta Sarwadi? Datanglah ke Bioskop mulai 21 April, Anda akan menemukan kisah  Kartini dan  cinta Sarwadi sang tukang pos yang sama sekali tak terduga. Film ini dikemas dalam balutan gambar-gambar  yang sangat menyentuh. XPOSEINDONESIA/NS Foto : Muhamad Ihsan

More Pictures




 

 

Last modified on Thursday, 14 April 2016 11:15
Login to post comments

Film

January 8, 2018 0

Pafindo Rilis 2 Film Pendek, Trailer Film Horor & Mars Organisasi

Perkumpulan Artis Film Indonesia (Pafindo) merilis dua...
January 5, 2018 0

Ketua Umum GPBSI : di 2018-2019 Akan Tumbuh 500 Layar Bioskop Lagi

Pertumbuhan bisnis perbioskopan di Indonesia terlihat...
December 13, 2017 0

Natasha Rizki Ninggalin Keluarga Demi ACI

Aktris Natasha Rizki (24) tahun terpaksa meninggalkan sang...
December 8, 2017 0

“Satu Hari Nanti” Khusus untuk 21 Tahun ke Atas

Film untuk 21 tahun ke atas seperti apa? Tontonlah Satu...