Cai Lan Gong, Lahir dari Smartphone

20 October 2015

Ini sebuah terobosan baru yang dilakukan sineas Indonesia. Setelah Deddy Corbuzier membuat film pendek dengan menggunakan smartphone, kini Rexinema membuat film “Cai Lan Gong” juga  dengan smarthphone.

 

Cai Lan Gong (Buyut Jelangkung) merupakan karya sutradara David Poernomo dibintangi Ronny P Tjandra, Anthony Xie, Ineke Valentina, Putri Ariani, Vien Febrina yang akan tayang pada 22 Oktober mendatang. 

"Ini merupakan film pertama di dunia yang disyuting dengan smartphone. Durasi film feature minimal 80 menit, makanya film masuk feature film. Film ini total 86 menit," ujar Derryl Imanalie usai screening film Cai Lan Gong di Setiabudi Building, Jumat (16/10/2015).
 
Kamera perekam yang digunakan untuk membuat film ini adalah smartphone Samsung Galaxy Note 4 dan Galaxy Note 5. Masing-masing beresolusi 16 megapixel (MP).   Alasan menggunakan smartphone  untuk film ini  agar “penggunaannya lebih universal dan menjadi revolusi dalam pembuatan film," kata Derryl Imanalie

Namun untuk penggunaannya dibutuhkan ketelitian juga kesabaran tinggi. Soalnya, orang yang sudah terbiasa membuat film dengan kamera besar akan sangat canggung ketika diberi pilihan membuat film hanya dengan mengandalkan telepon genggam.
 
Sutradara David Poernomo mengakui awalnya sempat kuatir saat diberitahu syuting film ini dilakukan dengan kamera smartphone. "Saat ditelepon Deril, saya dengar idenya, saya ok. Tapi begitu dikasih tahu pakai smartphone, kaget nggak percaya," katanya.

Untuk menyakinkan dirinya sendiri, David membuat video pendek kemudian diputar di layar bioskop. "Tes saya lakukan sejak Januari. Saya coba ke layar 21 bisa. Akhirnya dibuatlah film ini," paparnya.
 
David yang juga menulis skenario Chai Lan Gong mengaku sempat kaku saat syuting pada hari pertama. Perhatiannya sulit dilepaskan pada smartphone yang digunakannya untuk syuting. "Hari pertama syuting saya kuatir dengan memori dan baterai. Hari ketiga saya sudah lupa kamera apa. Fokus ke pemain setelah itu," terangnya.

Sheryl Sheinafia yang jadi produser menjelaskan cerita Cai Lan Gong bukan hanya sekadar horor yang menakut-nakuti. “Yang ingin kita sampaikan budaya apa yang membuat horor itu melekat dan membuat orang untuk terus menonton,” ujar Sheryl.
 
Lewat film ini Sheryl ingin menyampaikan pesan dari budaya Tiongkok yang telah turun-menurun kerap disalahgunakan sampai saat ini.  “Cai Lan Gong, satu arwah yang dirangkum dari sekian abad turun menurun, karena kakek-kakeknya sudah salah guna untuk penggunaan Cai Lan Gong ini,” kata Sheryl.
 
“Sebenarnya itu culture, tapi digunain untuk bikin kaya, mempercantik diri, dan lain-lain. Sedangkan di film ini Cai Lan Gong untuk melanjutkan tradisi,” sambungnya. XPOSEINDONESIA/NS- Foto Dudut Suhendra Putra

More Pictures


 

 

 

Last modified on Tuesday, 20 October 2015 11:25
Login to post comments

Film

November 16, 2017 0

Satu Hari Nanti : Mencari Esensi Cinta & Kehidupan

Rumah Film bersama dengan Evergreen Pictures memproduksi...
November 13, 2017 0

Deddy Corbuzier Nyanyi untuk Soundtrack Film Knight Kris

Sebuah film animasi baru bertajuk Knight Kris  bakal...
November 3, 2017 0

Wage Proses kreatif ‘Indonesia Raya’ 3 Stanza

Wage atau Wage Rudolf Supratman, biasa ditulis WR...
October 25, 2017 0

Film Hujan Bulan Juni : Puisi Mantra Cinta yang Kurang Menggigit

Proses alih wahana dari novel "Hujan Bulan Juni" karya...