DR.Hj. Anna Mariana SH.MH.MBA Pelopor Tenun & Songket Betawi

25 December 2016

Jakarta bakal punya tenun dan songket. Perancang Anna Mariana akan memelopori kehadirannya.  Hal ini terungkap dalam kunjungan Bamus Betawi ke Butiq Anna Mariana di Pondok Indah 24/12. Kunjungan Bamus ini dalam rangka membedah soal tenun dan songket, lebih khusus untuk mengembangkan tenun songket Betawi. 

 

Menurut Anna yang sudah 33 tahun berkarya  untuk  perkembangan kain tenun dan songket di nusantara, dalam budaya masyarakat Betawi, belum pernah ada tenun dan songket. “Yang ada hanya kain Batik dengan motif kembang-kembang dengan selalu ada motif Ondel-Ondel. Produksi ini kemudian hanya kita kenal sebagai kain dari Batik Cap, Batik Tulis,  Batik Printing dan bukan tenun dan handmade!”

Karena itu, Anna Mariana  yang juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Sejarah Kain Tenun Nusantara bersemangat mempelopori kelahiran tenun dan songket khas milik Betawi.   “Proses pembuatannya akan melalui tehnik menenun dan handmade. Dalam soal design, saya tetap akan mengangkat motif asli dan tidak menghilangkan ciri khasnya,” ungkap Anna yang baru meraih gelar Doktornya. 

Ketua Umum Bamus Betawi, H. Zainudin mengaku siap mendukung penuh  ide cemerlang dari Anna Mariana tersebut. Ia juga akan mendorong warga Jakarta yang ingin memuliki kemampuan dan keahlian dalam menenun. “Saya berharap warga Betawi mau ada yang berlatih. Hingga suatu saat, tenun  Betawi bisa jadi boominng, seperti  tenun dan songket dari daerah lain,” kata H, Zainudin seraya mengatakan  hak paten untuk tenun dan songket Bali segera didaftarkan.

H. Zainudin juga menyebut apa yang dilakukan Anna Mariana ini adalah upaya yang langka dalam rangka memelihara tradisi budaya sekaligus juga membangkitkan rasa kebangsaan. “Karena itu, kepandaian ini harus ditularkan! Kalau bisa besok pagi idenya sudah  jadi!”

Anna menyanggupi permintaan itu dan menyebut, “Saya malah sudah memulainya. Cuma perlu waktu untuk panjang menyelesaikan,”katanya. Dan menurut pengakuan Anna proses pengerjaan kain songket dan tenun  sangat khas dan  memerlukan waktu lama.  Terlebih  untuk  menghasilkan tenun kelas premium dengan menggunakan benang sutera.

 “Proses pengerjaannya memakan waktu enam bulan bahkan sampai setahun. Diperlukan ketrampilan, keuletan, ketekunan dan kesabaran khusus. Karena menenun dari benang sutra itu rumit, oleh sebab itu pula  harga songket menjadi mahal  bahkan cenderung fantastis.”

Anna menyebut, untuk mewujudkan idenya dalam memelopori kelahiran tenun dan songket Betawi, ada tantangan yang harus dihadapi. Yakni mengembangkan apa yang sudah direncanakan, membina para penenun ”Dan yang lebih penting lagi membawa kain tenun khas Betawi lebih berkembang lagi,” ungkap Anna yang berniat untuk terus mempelopori lahirnya tenun dan songket di berbagai daerah di seluruh Indonesia. “Terutama di   daerah-daerah seperti Yogja juga  Aceh!”

Menurut Anna, pengembangan tenun dan songket Betawi dirasa perlu.  Ini bukan hanya membuka peluang kerja  bagi para penenun, namun juga membuat catatan sejarah baru bagi jenis kain yang diproduksi di Jakarta.

Anna yang memiliki ribuan tenaga binaan pengrajin tenun di seluruh Indonesia, menyebut dalam tenun terdapat aura elegan yang membuat penampilan si pemakai jadi berbeda dan terkesan eksklusif. Di samping itu, tenun dan songket juga berdaya jual tinggi.

“Semakin lama disimpan dengan perawatan yang baik, kain tenun akan menjadi barang langka, dan  dikemudian hari  mempunyai nilai seni dan sejarah yang tinggi. Kain tenun dan songket Betawi  yang baru akan diproduksi ini juga akan mengalami hal seperti itu.” 

Di tengah acara kedatangan Bamus Betawi ke butik Anna Mariana sore itu, disajikan pula fashion show mini untuk memeragakan kain dan tenun songket hasil karyanya dalam pementasan kolaburasi antara Fashion Dance, Tari, dan Nyanyi. 

Anna mempercayakan pelaksanaan show pada Koreofrafer dan Art Director handal Ati Ganda. Terlihat tenun dan songket motif Padang, Palembang, Bali, Kupang, NTT dan lain-lain dikenakan  para peragawati cantik dan gemulai makin membuat para tamu berdecak kagum. Songket dan tenun  pada sore itu bukan hanya terlihat indah, tapi juga elegan dan terkesan sangat ekslusif. XSPOSEINDONESIA/NS Foto : Muhamad Ihsan/Dudut Suhendra Putra


More Pictures

Login to post comments