Tiga Event Nasional Jadi Wakil Indonesia di ASEANTA AWARDS 2016

02 December 2015

Tiga event besar yang punya penggemar cukup banyak di Indonesia, yakni Java Jazz Festival (JJF), Jember Fashion Carnaval (JFC) dan Tour de Singkarak dikirim untuk berlaga di ajang Aseanta Awards 2016 di Manila. Ini merupakan sebuah perebutan prestasi di dunia kepariwisataan ASEAN.

Dan ada amanat penting dari Menteri Pariwisata  Arief Yahya, bahwa ke enam kategori  yang dilombakan   dalam ajang ASEANTA AWARDS 2016 (Best  Tourism Article, Best Tourism Photo,  Best Airline Program,  Best Marketing, Best Cultural Preservation Effort,  Best Tourism Attraction) wajib dimenangkan.

Sebelum dinyatakan terpilih sebagai wakil Indonesia, JJF, JFC dan TdS lebih dulu dinilai  oleh Panitia Seleksi yang terdiri dari sejumlah  tokoh pariwisata yang bertindak sebagai “Juri”. “Saya dilibatkan sebagai nara sumber untuk ikut melihat  kekuatan masing-masing event.,” ungkap Bens Leo. “ Proses seleksi dari masing-masing event persis seperti sedang mengikuti sidang akhir kuliah,” ungkap Bens sambil menyebut beberapa  nama Juri   utama  seperti Wahyu Indrasto (Majalah Eksekutif), Tantie Koestantia (Ikatan Pencinta Batik Nusantara), Thamrin. B. Bachri, Hasiyanna Ashadi (Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies).

Awalnya,  JJF dan JFC dinilai  tidak terlalu orisinal, karena  memiliki kemiripan dengan ajang sejenis di luar negeri. Bens  Leo kemudian memberi semacam kesaksian, bahwa tak ada lagi  kegiatan yang original di muka bumi ini. “Bahkan celana blue jeans yang kita pakai pun bukan original miliki kita!” ungkap Bens.

Bens menuturkan bahwa, JJF yang dilahirkan oleh Peter F Gontha meskipun bisa saja dilihat sekilas oleh orang awam mirip dengan penyelenggaraan North Sea Jazz Festival di Belanda, namun JJF memiliki kekuatan berbeda dan kini bernuansa sangat kental Indonesia. 

Misalnya, hampir di setiap tahun, selalu dimunculkan musisi jazz  Indonesia memainkan musik dan alat musik tradisi. Ivan Nestorman pernah muncul memainkan Sasando, Dwiki Dharmawan pernah bersepanggung dengan Bobby Mc Ferrin, dan Dwiki kuat memainkan musik bernuansa etnik Jawa Barat.

“Pada akhirnya,  kemasan semacam ini membuat JJF punya  ciri khas dengan kualitas dan penampilan yang berbeda dari pentas jazz manapun di luar negeri!” ungkap Bens Leo lagi.

Sementara itu khusus untuk  JFC, kekuatannya justru menonjol terlihat dari kegigihan Presiden JFC,  Dynand Fariz yang  mengorganisir kegiatan yang sudah berlangsung sepanjang 14 tahun itu. Ia  bukan hanya mengorganisir kegiatan JFC sebagai sebuah parade semata, tapi juga menumbuhkembangkan  fashion  baik sebagai profesi maupun bergerak sebagai bisnis.

Dynand fariz juga melobi sekolah sekolah dari tingkat SD hingga perguruan tinggi untuk  mengajak para murid terlibat baik sebagai desainer maupun sebagai  model. Para murid ini bahkan mendanai sendiri project  desain baju mereka!

Beberapa pengamat menilai JJF, JFC juga Tour de Singkarak punya peluang besar untuk menang di ajang ASEANTA  khususnya kategori Marketing. “Jika menang alhamdulilah karena Indonesia memang ingin sekali berprestasi di ajang Aseanta Awards tahun ini,” ujar Asisten Deputi Bidang Pemasaran Mancanegara Kemenpar, Noviendi Makalam ketika dihubungi di Jakarta, kemarin.

Sebelumnya di acara malam Anugrah Branding Pariwisata  Indonesia yang diselenggarakan di Balairung Soesilo Soedharman, kantor Kemenpar, 30 November, I Gede Pitana, Deputi Bidang Pemasaran Mancanegara menjelaskan, “Optimis  tiga event itu  memberi harapan kemenangan di ajang Aseanta 2016,” ujar I Gede Pitana.

I Gede Pitana menambahkan, ia menyimpan harapan menang di semua kategori. Namun  yang paling diincar di ajang Aseanta 2016  yakni lewat kategori The Best Aseanta Airline Program (diwakili Garuda Indonesia),  The Best Aseanta Cultural Preservation Effort, (Sawung Ujo, Kampung Naga, Ramayana Ballet, Baduy dan Wae Rebo),  Best Tourism Attraction diwakili (Gumuk Pasir Parangkusumo, Blue Fire dan Taman Nusa Bali).

I Gede Pitana berharap dakan kegiatan serupa di tahun berikutnya, keikutsertaan masyarakat Indonesia akan lebih beragam, sehingga peluang untuk menang juga akan lebih banyak.
Malam Anugrah  Branding Pariwisata Indonesia di Kemenpar Senin lalu  itu dimeriahkan pula oleh sejumlah penyanyi, di antaranya musisi jazz Dwiki Dharmawan, Ita Purnamasari dan Firman Idol. XPOSEINDONESIA/NS Foto Muhamad Ihsan

More Pictures

Last modified on Tuesday, 15 December 2015 11:48
Login to post comments