Di Peluncuran Icon Betawi, Anna Mariana Diharapkan Bantu DKI Mendunia Lewat Tenun

06 February 2017


Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi menetapkan dan meluncurkan delapan ikon Budaya Betawi. Kedelapan ikon tersebut adalah Ondel - Ondel, Kembang Kelapa, Ornamen Gigi Balang, Baju Sadariah, Kebaya Kerancang, Batik Betawi, Kerak Telor dan Bir Pletok.

 

Peresmian ini sebagai tindak lanjut peraturan daerah (Perda) No 4 Tahun 2015 tentang Pelestarian Budaya Betawi. Peraturan daerah ini sendiri sudah diatur teknisnya dalam Peraturan Gubernur (Pergub) No 229 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Pelestarian Kebudayaan Betawi.


Sonny Sumarsono, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, usai menghadiri acara peluncuran ikon Betawi di Balai Kota DKI, Minggu (5/2) mengatakan “Penetapan delapan ikon Betawi ini, agar ada standarisasi dan penyeragaman. Hal ini juga penting untuk menumbuhkembangkan budaya Betawi sebagai budaya asli DKI Jakarta. “Kita mau Jakarta dibangun dengan semangat Betawi sebagai pondasi melangkah," katanya.

Setelah lahirnya peraturan gubenur  tersebut menurutnya, akan dikeluarkan instruksi dan surat edaran agar ikon Betawi bisa mewarnai seluruh bangunan di Jakarta. Nantinya semua gedung pemerintahan, gedung sekolah dan lainnya akan dihiasi dengan ornamen khas betawi. "Bahkan, seluruh pegawai di DKI Jakarta akan diwajibkan memakai batik Betawi," ucapnya.

Anna Mariana, pengggagas Batik dan Tenun Betawi, yang telah berinovasi menghasilkan Tenun Betawi mengaku bangga dan terharu dengan dikukuhkannnya icon-icon Betawi tersebut, di mana salah satu icon tersebut merupakan bagian dari karyanya.

“Misi saya memang turut serta mengembangkan budaya kita, khususnya Betawi. Bukan itu saja, saya juga ikut serta membantu dalam hal produksi pemasaran, juga pembinaan dalam mendapatkan penenun di wilayah Jakarta, sekaligus  juga mengembangkan design-design motif Tenun khas Betawi,” ungkap Anna yang ikut hadir dalam peresmian Icon Betawi dan untuk pertama kalinya mengenakan kain Tenun Bermotif Betawi.
 
Menurut Anna, Tenun  Motif Betawi yang sudah didaftarkan dan memiliki hak paten ini, sedang dipersiapkan pula untuk dikenakan oleh pasangan Abang dan None pada sebuah acara yang digagas Pemda DKI pada 9 Februari mendatang.

“Ada 5 pasang  Abnon yang akan mengenakan motif tenun Betawi untuk pertama kali. Untuk para none akan mengenakan kain,  sementara untuk Abang saya buatkan seperti baju koko dengan sentuhan motif tenun pada pundak dan tangan!”

Sonny dalam pidatonya mengharapkan agar karya-karya Anna Mariana di masa depan bisa lebih banyak dan luas lagi. “Agar bisa membantu mempromosikan kain tenun Betawi, dan memperkenalkan ciri khas DKI Jakarta  ke manca daerah. Agar Jakarta bisa menjadi kota Mode yang Mendunia.”

Anna Mariana setuju dengan gagasan Sumarsono tersebut. Ia  sendiri  sudah lama memikirkan dan berjuang melahirkan  penenun muda. “Saya menemukan 11  pesantren di Bali, di mana ada anak-anak yang sudah tamat baca Al-Quran, berusia 17 tahun dan diharapkan bisa mandiri. Mereka inilah yang akan kita didik untuk  belajar menenun! Regenerasi itu  mutlak dilakukan secara berkesinambungan,”   ujar Anna mengunci percakapan

Sementara itu, Sumarsono juga mengatakan pengembangan ekonomi kreatif di DKI saat ini dilakukan berbasis budaya betawi. Salah satunya dengan membangun Betawi Store di kawasan Lenggang Jakarta, Monas, Jakarta Pusat. "Ini untuk pengembangan ekonomi kreatif, karena di Jakarta kita buat berbasis budaya betawi sendiri," ujarnya . XPOSEINDONESIA/Foto : istimewa

More Pictures :

[widgetkid id=1236]
 

Last modified on Monday, 06 February 2017 14:43
Login to post comments