Anna Mariana Pejuang Tenun dan Songket yang Melawan Arus

22 January 2017

Designer songket dan tenun Anna Mariana mensupport penuh kegiatan Grand Final  Pemilihan Duta Bambu Spa yang digelar di Scientia Square Park Sepong, 21 Januari 2017.  Dalam acara pemilihan brand ambassador ini,  Anna merancang sejumlah baju untuk para  peserta dan para dewan juri  yang terdiri dari  DR. Hj. Dewi Motik, (Founder IWAPI), Trisya Suherman (CEO Bambu Spa), James Gwee (Pembicara Seminar dan Trainer Favorite), Belinda Pritasari (Miss Earth Indonesia 2015). Anna sendiri juga  duduk sebagai juri.

Miss Earth Indonesia 2015, Belinda Pritasari yang sudah menjadi model sejak lama,  dan sering menggunakan  kostum pesta  bergaya  barat maupun dengan design tradisional mengaku, karya Anna Mariana yang dikenakan pada hari itu, sebagai sesuatu yang  bagus dan menakjubkan. ”Ini perpaduan model gaun barat dan  sentuhan songket Bali. Gaun semacam ini  sangat pantas dibawa ke tingkat internasional, Identitas Indonesia terasa sangat kuat dalam karya semacam ini. Saya salut dengan kerja kreatif Anna Mariana!”ungkap Belinda yang meraih  Crown Miss Earthnya di Viena Austria.

Anna Mariana memang sengaja menciptakan gaun khusus untuk Belinda berupa gaun malam warna hitam  tanpa lengan . Gaun ini didominasi songket Bali yang dipadu  dari warna hitam putih, “ Gaun ini didominasi songket Bali pada bagian atas dan pada bagian bawah dipadu dengan bahan sejenis tile. Membuat penampilan Belinda semakin memukau,” ujar Anna

James Gwee mengaku  baju yang dikreasikan  Anna Mariana sudah sangat dikenal dan sangat establish  dalam percaturan dunia perancang  maupun garmen yang mengangkat budaya lokal. “This one, very very nice and I Like it!” ujar James yang hari itu mengenakan baju  karya Anna berwarna hijau dipadu dengan tenun motif Bali pada bagian tangan dan leher .”And the material very comfortable.”

James mengaku sudah mengenal nama Anna sejak lama, tapi baru kali ini berjumpa langsung dalam acara ini, “Saya setuju ia disebut sebagai pejuang dalam ajang lokal garmen. Karena  trend  apapun sekarang ini menuju ke Barat. Trend fashion, trend gaya hidup dan trend lainnya semua mengagungkan Barat. So, membuat karya dengan  mengangkat  budaya lokal seperti  yang dilakukan Anna seperti melawan arus dan ini perlu perjuangan keras. Dan syukur jika Pemerintah juga mau  mensupport upaya yang dilakukan Anna, agar ia tidak  berjuang sendirian,”  ungkap James

Anna Mariana memang pejuang tenun dan songket sejati. Ia bukan hanya sekedar berkarya menghasilkan design baru pada tenun dan songket Bali, tapi juga menumbuhkan trend design pada daerah tertentu. ”Saya sedang menggarap design tenun untuk Betawi. Karena  selama ini  di Jakarta belum  ada tenun dan songket! Ini masih dalam proses  pengerjaan, dua bulan ke depan, in sya Allah bisa kita launching.  Setelah itu, saya akan coba menggarap tenun dan songket untuk wilayah Jawa, misalnya Jogjakarta!”

Bukan cuma itu,  Anna pun memikirkan para keberadaan penggrajin tenun dan songket untuk wilayah Jakarta. “Menemukan  pengrajin di Jakarta jelas tidak mudah. Saya mengambil keputusan menyekolahkan anak-anak pesantren untuk belajar tenun langsung di Bali. Mereka dididik  agar tidak hanya pandai  tentang ilmu agama, tapi juga tahu kebudayaan dan yang lebih pasti lagi bisa punya penghasilan sendiri. Saya memodali kegiatan itu, bahkan juga akan membeli hasil karya  mereka” ungkapnya mengunci percakapan. XPOSEINDONESIA/NS Foto : Muhamad Ihsan

More Pictures

Login to post comments