Laporan dari Mesir ( 1 ) Apresiasi Seni Budaya di ‘Yalla Indonesia’ – Mesir

26 September 2014

Pembuktian bahwa Indonesia kaya dengan Seni Budaya, kembali terlihat melalui Pentas  Seni Budaya Indonesia dalam program Yalla Indonesia 2014 yang diigelar KBRI Mesir di Kairo dari tanggal 17 sampai dengan 21 September 2014.

Yalla Indonesia adalah program Promosi Perdagangan, Seni Budaya Indonesia yang bertujuan menaikkan investasi dan promosi Indonesia di Mesir, antara lain melalui pergelaran Tari, Musik, Pameran Produk Karajinan dan Produk Makanan dan Manufaktur Indonesia. 

Duta Besar RI di Mesir, Komjen Pol ( Pur ) Nurfaizi Suwandi mengatakan, Mesir merupakan negara penting di Afrika, yang masuk jazirah negara Timur Tengah yang memiliki peran strategis di kancah politik, keamanan dan ekonomi dunia. 

“Karena letaknya yang berdekatan dengan daerah konflik, Jalur Gaza, peran Mesir sebagai juru damai antara Israel dan Palestina sungguh besar, karena tentara Mesir juga kuat. Lebih dari itu, bagi Indonesia, Mesir juga merupakan negara yang bersejarah dalam hubungan bilateral, karena Mesir merupakan negara pertama di dunia yang mengakui kemerdekaan RI pada tanggal 17 Aguustuis 1945, “ kata Pak Dubes yang mantan Kapolda Metro Jaya dan Kepala BNN itu. 

Yalla Indonesia 2014 menjadi ‘jala yang menjadikan hubungan lebih mesra’ antar 2 negara berkembang ini. Yalla Indonesia juga mengundang diplomat negara  ASEAN yang membuka hubungan diplomatik dengan Mesir. 

Ujudnya adalah digelarnya pameran produk Indonesia di KBRI Mesir di Kairo, antaralan memamerkan produk indo mie dan ban kendaraan yang paberiknya telah ada di Mesir. Dari seni budaya, DKI Jakarta dan Sumatera Selatan mengirimkan wakilnya. DKI Jaya diwakili oleh kelompok tari dan nyanyi Studio 26 pimpinan Ati Ganda, grup musik Senar Senja dan pergelaran prosesi Pengantin Betawi dan fashion show-nya oleh Febrin House of Betawi pimpinan Hj. Decy Widhiyanti dengan kostum Betawi produk sewabusanabetawi.com milik mantan Abang Jakarta Barat, Bachtiar Jamalluddin

Jakarta juga menampilkan fashion show baju rancangan designer Gita Ruslan yang khusus menghadirkan keungguilan corak  kain Tenun Rangrang dari Bali.

Seremoni Pembukaan yang Membanggakan

Studio 26 dengan penari Pipit, Diva, Puput, Degisa dan Denden, tampil dalam acara seremoni pembukaan di Hotel Marriott, Zamalek, tangal 17 September malam. Menampilkan ‘Tari Gandrung Bali’, ‘Tari Piring’ dan ‘Lenggang Nyai’ disusul penampilan penyanyi Eka Syahputra, diselang seling dengan penampilan team tari Sumatera Selatan  antara lain menggelar nomor ‘Tari Gending Sriwijaya’, ‘Cek Ayu’, ‘Tari Tenun Songket’, ‘Tari Riak Musi’. 

Satu satunya yang tampil solo adalah Fitri Nugroho, pelajar SMA di Mesir yang tampil dengan ‘Tari Cendrawasih’, sementara kelompok Mahasiswa di Mesir ( Mesisir ), menampilkan tari yang berbasis budaya Aceh, ‘Tari Rapae Geleng’.

Jika diruntut kembali, ada  5 budaya daerah yang ditampilkan pada acara pembukaan Yalla Indonesia 2014, yakni dari Bali, Jakarta, Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan ini sudah menjadi kejutan bagi audiens, yang sebagian diantaranya adalah Korps Diplomatik dari Negara ASEAN dan Mesir. 

Para tamu VVIP ini sebagian besar memakai seragam dinas kebesaran mereka,  ‘Ini mencerminkan respek dan apresiasi mereka pada budaya Indonesia,“ kata Meri Binsar Simorangkir, Minister Concellor – Diplomat Senior KBRI Mesir, yang mengkonsep Yalla Indonesia, bangga.

Acara pembukaan ini ditutup dengan mengundang beberapa wakil negara sahabat ke atas panggung, memainkan angklung, lalu memotong tumpeng, dan disusul dengan cocktail party. 

Pergelaran di Opera House

Pada tanggal 18 September, Studio 26 tampil lagi mengisi acara Jakarta Event yang ke 8, yang dgelar Kelompok Pelajar Jakarta di Mesir ( KPJ Mesir ) yang diinisiasi oleh sang ‘Gubernur KPJ’ Dony Wahidul Akbar. 

Acara ini juga diisi dengan seremoni peresmian Wisma Jakarta oleh Asisten Deputi Pariwisata dan Budaya DKI Marullah. Wisma Jakarta di Kairo dibangun pada era Gubernur DKI  Sutiyoso yang saat itu memberi hibah dana Rp. 2,5 milyar. 

Acara Jakarta Event ke 8 digelar di sebuah hal di Taman Internasional Nassercity, Kairo. Pergelaran Studio 26 untuk KPJ ini merupakan bonus buat Kelompok Pelajar Indonesia di Mesir, karena tidak terjadwal sebelumnya, dan digelar setelah delegasi Indonesia yang didukung oleh 2 team liputan TV Trans 7 dan wartawan XposeIndonesia, mengunjungi obyek wisata unggulan Dunia, Pyramid dan Spinx.

Tanggal 19 September, Studio 26, Fabrin House of Betawi, sewabusanabetawi.com, peragaan busana oleh designer Gita Ruslan,  kelompok tari Sumatera Selatan dan Mahasiswa Al Azhar  tampil di gedung konser Opera House ‘hall kecil’ yang berkapistas sekitar 300 penonton.  Menjadi bintang pementasan kali ini adalah penyanyi Eka Syahputra, yang menggelar lagu andalannya ‘Sinaggartulo’ dari Tapanuli dan lagu dangdut ‘Oplosan’. Eka menyanyi dengan minus one, tapi mampu menyihir audiens yang multi bahasa, bahkan mengajak mereka menyanyi, termasuk Dubes Nurfaizi dan Ibu. 

Ujung dari sukses interaksi Eka dengan penonton ini, penyanyi yang lumayan banyak jam terbang tampil di LN bersama Studio 26 ini, diminta mengisi acara hiburan di area bazaar KBRI Kairo.  Tak kalah menarik adalah, penampilan Team Pencak Silat Tapak Suci, yang didukung oleh para instruktur Tapak Suci, mahasiswa Indonesia dari Universitas Al Azhar.

Tanggal 20 September, Studio 26 dan kelompok Tari Sumatera Selatan, penari Bali Fitri  serta Eka Syahputra, kembali tampil di Opera House dengan nomor tarian yang berbeda. Kali ini, Febrin House of Betawi bekerjasama dengan sewabusanabetawi.com mengelar prosesi arak-arakan adat Budaya Betawi yang berujung dengan prosesi Pernikahan Adat Betawi. 

Arak-arakan Adat Betawi yang memakai musik rebana,. menghadirkan musisi rebana dari kampus Al Azhar, sementara grup trio Senar Senja mengiringi fashion show Busana  Adat Betawi dengan musik iringan gitar dan tehyan, alat musik gesek dari Betawi.

Kecuali Eka Syahputra tampil menarik, baju-baju Tenun Rangrang design karya Gita Ruslan mendapat pujian karena corak tenun dan design bajunya yang trendy. Gita Ruslan akhirnya mendapat banyak pujian dan pesanan baju berbahan tenun Rangrang karyanya. Yang menarik dicatat, semua fashion show yang digelar, menampilkan model putera puteri Staf / pegawai KBRI Kairo, juga remaja WN Mesir. Nomor ‘ Tari Cublak Suweng’, juga ditarikan oleh 4 puteri asli Mesir. 

Koreografer Ati Ganda dengan Studio 26-nya menutup  Yalla Indonesia 2014 hari kedua dengan menampilkan nomor ‘Tari Indonesia Jaya’, yang lagu iringannya pernah populer melalui Kelompok Swara Maharddhika. ( Bens Leo / Foto : Addo Gustaf Putera )

More Pictures

 

 

 

Last modified on Friday, 26 September 2014 05:10
Login to post comments