Kini, Museum Nasional Lebih  Gaul 

26 May 2014

Mengingat tentang Museum, pasti yang akan terbayang  adalah sebuah gedung kusam , dengan barang-barang kuno peninggalan masa lalu. Tapi kini  image itu berubah. Pemerintah berusaha agar Museum berpenampilan megah dan menarik. Dengan begitu, masyarakat khususnya generasi muda mau datang mengunjungi Museum dan mengetahui harta karun  sejarah yang tersimpan   di dalamnya.

Dengan ruangan megah dan penataan apik,  Museum akan semakin menarik untuk didatangi. Begitulah yang terlihat dan terasa saat diadakan “Festival Hari Museum Internasional " yang digelar bersamaan untuk  memperingati Ulang Tahun ke dan 236 Tahun Museum Nasional Indonesia pada 18 Mei 2014. Kegiatan ini  mengangkat tema “Museum Nasional dulu, kini dan akan datang”. 

Dalam kegiatan Festival Hari Mueseum Nasional, masyarakat disuguhkan berbagai kegiatan selama sepekan. Diawali lomba melukis tingkat Sekolah Dasar dan Pameran “Potret Museum Nasional.  Selain itu ada pertunjukan kesenian, pertunjukan film, video mapping, demo dan workshop kreativitas budaya (batik, wayang, seni kriya lain, dan tarian tradisional), lomba kreativitas museum (penulisan esai untuk masyarakat umum), lomba komik untuk umum, dan seminar. 

"Kami memang terus berbenah diri dengan melibatkan anak muda untuk berkreasi,” ujar Kepala Museum Nasional Indonesia, Intan Mardiana, di sela-sela puncak acara Hari Museum Nasional, di Jakarta, Sabtu, 24 Mei 2014. “Jadi konsep museum yang menampilkan barang peninggalan bangsa,  kita padukan dengan karya seni moderen. Kami membuka pintu seluas-luasnya untuk masukan bagi kemajuan Museum Nasional,"  ungkapnya lagi

Sejak berdiri pada abad ke-18, Museum Nasional memiliki moto “Untuk Kepentingan Publik”. Artinya, lembaga ini mengemban tanggung jawab kepada masyarakat umum melalui program publik. Sebagai salah satu anggota International Council of Museums (ICOM), Museum Nasional senantiasa mendukung kebijakan dan program-program yang ada. Salah satu ketetapan dari ICOM adalah  peringatan Hari Museum Internasional di setiap 18 Mei.  Tahun ini tema Hari Museum Internasional sendiri  adalah “Museum Collections Make Connections”. 

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Wiendu Nuryanti dalam sambutannya mengatakan, museum mengantarkan kita dalam peran kebudayaan yang strategis, karena pohon dari kebudayaan akarnya adalah museum. Tanpa museum bangsa apa pun  akan mudah keropos.

"Museum tidak harus diisi pemerintah. Masyarakat yang peduli akan kelangsungan kebudayaannya diharapkan berperan aktif.  Museum  juga  harus bisa  membuktikan  dirinya bisa menjadi gaya hidup. Harus berkesan gaul dan keren, sehingga masyarakat mendekat ke museum,"ungkap Wamen. XPOSEINDONESIA/NS Foto : Dokumentasi Museum Nasional Indonesia 

 

Last modified on Monday, 26 May 2014 03:39
Login to post comments