Tradisi Saparan Mantran di Magelang

09 January 2014

Di kawasan Gunung Andong, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, bertepatan dengan Rabu Pahing, biasanya dilakukan tradisi turun temurun  yakni "Perti Dusun" (merawat dusun, red). Acara yang menjadi kalender desa tersebut diselenggarakan pada Rabu (8/1),  dimulai dari pagi hingga malam hari.

Dan warga Dusun Mantran Wetan, Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak, di Tenggara puncak gunung tersebut,  tiap menyelenggarakan "Perti Dusun",  biasanya juga menyisipkan doa secara Islam, agar keselamatan dan semangat persaudaraan dan persatuan mereka tetap kukuh.

Acara ini  memang digunakan sebagai ucapan syukur atas berkah pertanian yang memakmurkan kehidupan pertanian dan permohonan warga kepada Tuhan agar selalu terbebas dari mara bahaya.

"Manunggaling cipta lan karsa, kita sadaya nindakaken adat punika. Mugi masyarakat ing ngriki tansah ayem tentrem, gemah ripah loh jinawi, sumrambah bangsa lan negari,"  ungkap, Thohir, ulama setempat saat memimpin doa dalam bahasa Jawa,  pada pelaksanaan tradisi tersebut di halaman rumah Kepala Dusun (Kadus)  Mantran Wetan Handoko.

Tradisi ini biasa diadakan setiap Sapar (kalender Jawa, red.) atau biasa disebut sebagai "Saparan Mantran".  Di saat ini digelar prosesi "Tumpeng Jongko", yang diawali arak-arakan berjalan kaki  para warga seraya mengusung gunungan tumpeng yang berupa berbagai sayuran hasil panenan.

Setiap warga,  baik tua, muda, anak-anak, laki-laki, maupun perempuan, pagi itu membawa ingkung, nasi dalam bakul, dengan aneka lauk pauk, turut dalam prosesi yang berakhir di halaman rumah Kepala Dusun setempat.

Saat tiba di halaman rumah Kadus, Handoko membawa satu ancak berisi aneka sesaji dan tumpeng untuk diletakan di atap rumahnya. Sedangkan warga duduk bersila di atas terpal plastik yang digelar di halaman rumah tersebut.Setiap warga  kemudian mengangkat kedua tangan, mengikuti doa yang diunggah oleh Thohir.

Rangkaian tradisi "Saparan Mantran" ini dimeriahkan pula  dengan tarian "Jaran Papat",  yakni tarian kuda lumping yang diiringi tabuhan tiga bende dan "truntung" serta "kencreng".  Juga pementasan musik Rebana Jawa, tarian tradisional Warok Bocah, Topeng Ireng Putra dan Putri, Brontolungit, Kuda Lumping, dan Leak.Sejumlah tarian dari grup kesenian tradisional dari Kabupaten Temanggung juga dipentaskan pada kesempatan tersebut

Turut hadir pada rangkaian tradisi mereka, antara lain Presiden Komunitas Lima Gunung (Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing, dan Menoreh) Kabupaten Magelang Sutanto Mendut dan puluhan mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dengan pimpinan rombongan, pengajar mereka, Joko Aswoyo. XPOSEINDONESIA Teks dan Foto Antara

More Pictures :

 

 

 

 

 

 

.

 

 

 

 

Last modified on Thursday, 09 January 2014 15:08
Login to post comments