Strategi Arief Yahya: Berani Beda & Fokus pada yang Utama

14 April 2015

 Tercatat, sebanyak 9,435 juta wisman telah masuk ke Indonesia pada tahun 2014.  Angka ini  melampaui target  sebanyak 9,3 juta wisman.

“Meningkatkannya menjadi 11 juta wisman  di tahun 2015 relatif lebih mudah. Tinggal meningkatkan kepercayaan diri,” kata Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dalam acara Pembekalan Kepariwisataan Bagi Jurnalis yang diadakan di Hotel Salak The Heritage, Bogor, Jawa Barat, Selasa (14/4).

Untuk itu, menurut Menpar pelaksanaan pemasaran dan promosi Pariwisata wajib fokus. Dengan jalan ‘mengutamakan yang utama’.  Untuk promosi misalnya, Kemenpar akan fokus dan lebih selektif dalam mengalokasikan sumber daya dalam membuat kegiatan.

Dengan memegang anggaran promosi kepariwisata 2015 sebesar 1 Trilyun, porsi penggunaannya akan dialokasikan 50 persen untuk branding (Wonderful Indonesia), 30 persen melalui advertising dan 20 persen kegiatan selling.

Menpar yakin  dalam hal berpromosi, kalau dilakukan dengan benar, hasilnya akan benar. “Jangan lagi, misalnya,   bikin pameran pariwisata di Amerika Latin, karena pameran begini tidak luas cakupannya. Jauh lebih baik pasang iklan ditempel di MRT Singapura dan Malaysia,” ungkap Arief Yahya lagi.

Penyebutan Singapura dan Malaysia  bukan tanpa alasan. Karena  wisatawan dari dua negara itu  memang tercatat dalam daftar lima negara tertinggi sepanjang tahun 2014.  Yakni:
1.    Singapura = 1.634.149 wisman,
2.    Malaysia = 1.430.989   wisman
3.    Australia  = 997.984 wisman,
4.    Tiongkok = 807,429 wisman,
5.    Jepang =  491.574 wisman (sumber Makalah Pemasaran pariwisata Indonesia)

Dan lima negara ini dipastikan sebagai pasar utama yang disasar pada tahun 2015 dan seterusnya.

Berani & Baru

Strategi pemasaran yang disusun Menpar  terasa menarik dan memuat kebaruan. Lihatlah, lantaran paham tentang teknologi komunikasi dan sangat in dengan social media,  Menpar yang jago marketing ini dengan berani menempatkan blogger  Beijing dan Shanghai yang memiliki ratusan ribu followers di weibo sebagai potential social influencers.

Mereka adalah Feng Tong Xue dan  Pan Pan Mao (Beijing) dan Diao Hua Li (Shanghai).  “Orang-orang  berpengaruh itu dengan menggunakan bahasanya bisa menarik followers datang ke Indonesia.  Terlebih potensi  wisatawan yang datang dari sana memang cukup besar!”

Sementara itu,  Menpar menyebut strategi pemasaran  pariwisata 2015 dan selanjutnya menggunakan konsep DOT (Destinasi, Originitas, Timing)   yakni destinasi yang disesuaikan dengan Originitas (pasar yang tepat) dengan memperhitungkan timing yang   tepat.

Destinasi  Pariwisata sendiri  telah diprioritaskan  dalam 3 konsep Great, yaitu Great Bali,  Great Jakarta dan  Great Batam.   Wisman dan wismus  yang berkunjung ke tiga Great tersebut diarahkan  untuk menikmati wisata alam, wisata budaya, dan objek wisata buatan.

“Untuk  memasarkan semua itu, kita akan beriklan secara tepat dengan melihat waktu yang tepat. Misalnya,  dua bulan  sebelum musim liburan maupun hari Natal  dan Tahun Baru! XPOSEINDONESIA/NS Foto : Dudut Suhendra Putra

More Pictures

Last modified on Thursday, 16 April 2015 10:07
Login to post comments